Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Speaker Mono Masih Relevan atau Sudah Ketinggalan Zaman di 2026?

Apa Speaker Mono Masih Relevan atau Sudah Ketinggalan Zaman di 2026?
ilustrasi smartphone dan speaker (unsplash.com/Thom Bradley)
Intinya Sih
  • Perkembangan smartphone 2026 mendorong peningkatan kualitas audio, dengan tren beralih dari speaker mono ke stereo demi pengalaman multimedia yang lebih imersif dan realistis.
  • Mayoritas konten modern seperti musik, film, dan game kini dibuat dalam format stereo, menjadikan speaker stereo sebagai standar baru di berbagai lini smartphone.
  • Meskipun begitu, speaker mono masih dipertahankan pada ponsel entry-level karena efisiensi biaya dan ruang, meski kualitas audionya kalah dibandingkan sistem stereo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perkembangan teknologi smartphone di 2026 membawa berbagai peningkatan, terutama pada sektor multimedia. Salah satu aspek yang turut berkembang adalah kualitas audio, seiring meningkatnya konsumsi konten digital seperti video streaming, musik, hingga game. Pengguna kini tidak hanya menginginkan suara yang lantang, tetapi juga pengalaman audio yang lebih nyaman didengar. Kondisi ini secara tidak langsung mendorong peningkatan standar audio pada smartphone.

Di sisi lain, penggunaan speaker stereo kini semakin umum, bahkan di smartphone kelas mid-range. Meski demikian, tidak semua perangkat mengikuti tren tersebut. Beberapa smartphone masih mempertahankan speaker mono sebagai bagian dari kompromi spesifikasi. Lantas, apakah speaker mono masih relevan, atau justru sudah ketinggalan zaman di 2026?

1. Apa itu mono dan stereo speaker?

ilustrasi peningkatan volume 200 persen pada Redmi A7 Pro
ilustrasi peningkatan volume 200 persen pada Redmi A7 Pro (mi.co.id)

Mengutip situs Bose, speaker mono merupakan sistem audio yang hanya menggunakan satu kanal suara, sehingga seluruh output terdengar dari satu arah yang sama (single audio channel). Sistem ini tergolong sederhana dan telah digunakan sejak lama pada berbagai perangkat audio. Biasanya, mono dimanfaatkan untuk kebutuhan seperti narasi, talkshow, hingga perangkat komunikasi seperti telepon, karena mampu menyampaikan suara secara jelas.

Karena hanya berasal dari satu sumber, suara pada mono cenderung terdengar terpusat dan seimbang tanpa perbedaan arah. Hal ini membuatnya cocok untuk rekaman suara atau percakapan, di mana kejernihan lebih diutamakan dibandingkan efek ruang. Selain itu, audio mono juga memiliki ukuran file yang lebih kecil serta proses perekaman yang lebih mudah dan murah.

ilustrasi uji coba speaker smartphone ditautkan ke speaker bluetooth
ilustrasi uji coba speaker smartphone ditautkan ke speaker bluetooth (freepik.com/freepik)

Mengutip situs How To Geek, stereo speaker menggunakan dua kanal terpisah, yaitu kiri dan kanan, yang mampu menciptakan efek ruang dan kedalaman suara. Sistem ini memungkinkan pengguna merasakan posisi suara seperti instrumen musik yang terdengar dari sisi tertentu atau efek film yang terasa lebih nyata. Berkat pemisahan kanal tersebut, pengalaman mendengarkan menjadi lebih imersif dibandingkan mono.

Audio stereo bekerja menggunakan dua kanal terpisah, yaitu kiri dan kanan, sehingga mampu menciptakan efek ruang dan kedalaman suara. Berbeda dari speaker mono yang hanya berasal dari satu arah, sistem stereo memungkinkan pengguna merasakan posisi suara secara lebih jelas. Misalnya, instrumen musik bisa terdengar dari sisi tertentu, sementara efek suara dalam film terasa lebih hidup. Hal ini membuat pengalaman mendengarkan terasa lebih nyata.

Dalam praktiknya, distribusi suara pada stereo dapat bervariasi tergantung proses mixing. Beberapa elemen seperti vokal bisa terdengar lebih dominan di satu sisi, sementara instrumen lain tersebar di kedua kanal. Pengaturan ini bertujuan menjaga keseimbangan sekaligus memperjelas detail suara. Meski terkadang terasa tidak sepenuhnya simetris, justru hal inilah yang membuat audio stereo terdengar lebih dinamis dibandingkan mono.

2. Mengapa stereo speaker jadi standar di 2026?

Redmi Note 14 dibekali stereo speaker berkat dukungan Dolby Atmos
Redmi Note 14 dibekali stereo speaker berkat dukungan Dolby Atmos (mi.co.id)

Saat ini, mayoritas konten multimedia memang dikembangkan dengan format stereo. Film, musik, hingga game modern memanfaatkan pemisahan kanal kiri dan kanan untuk menciptakan pengalaman audio yang lebih hidup. Kondisi ini membuat keberadaan speaker stereo pada smartphone semakin penting. Tanpa dukungan stereo, pengguna tidak dapat menikmati konten secara optimal sesuai dengan konsep yang dirancang oleh kreatornya.

Di sisi lain, banyak produsen smartphone telah mengadopsi konfigurasi dual speaker untuk meningkatkan kualitas audio. Umumnya, sistem ini mengombinasikan speaker utama dengan earpiece guna menghasilkan suara yang lebih luas dan seimbang. Dibandingkan mono, stereo mampu menghadirkan output yang lebih lantang, detail, dan jernih. Tidak mengherankan jika stereo kini mulai dipandang sebagai standar baru, khususnya untuk kebutuhan hiburan.

3. Apakah speaker mono masih punya tempat?

port audio jack
ilustrasi port audio jack 3,5 mm (samsung.com)

Meski demikian, speaker mono belum sepenuhnya kehilangan pamornya. Untuk penggunaan dasar seperti panggilan telepon, notifikasi, atau mendengarkan podcast, kualitas yang ditawarkan masih tergolong cukup. Selain itu, speaker mono juga lebih efisien dari sisi biaya dan ruang, sehingga kerap dipertahankan pada smartphone kelas entry-level. Faktor inilah yang membuat sebagian produsen masih memilih untuk menggunakannya.

Hal ini dapat dilihat pada Redmi A7 Pro yang masih mengandalkan speaker mono. Kekurangan tersebut juga ditemukan pada generasi sebelumnya seperti Redmi A5, bahkan hingga Redmi A3. Xiaomi tampaknya belum memprioritaskan sektor audio dan lebih fokus meningkatkan aspek spesifikasi lainnya. Meski begitu, kehadiran port audio jack 3,5 mm tetap menjadi nilai tambah, karena memungkinkan pengguna menggunakan earphone kabel untuk memperoleh kualitas suara yang lebih baik.

4. Kekurangan speaker mono di era modern

jack headphone 3,5 mm pada Redmi A7 Pro
jack headphone 3,5 mm pada Redmi A7 Pro (mi.co.id)

Di era modern, keterbatasan speaker mono semakin terasa. Tanpa pemisahan kanal, suara yang dihasilkan cenderung sempit dan kurang memiliki dimensi. Dampaknya, pengalaman saat menonton film atau mendengarkan musik menjadi kurang maksimal. Padahal, aktivitas seperti scrolling media sosial atau menikmati video akan terasa lebih nyaman jika didukung oleh speaker stereo.

Kondisi pada Redmi A7 Pro dan Redmi A5 menunjukkan bahwa speaker mono masih menjadi salah satu kekurangan yang cukup disorot. Speaker stereo tidak hanya menghasilkan suara yang lebih lantang, tetapi juga menghadirkan detail dan kejernihan yang lebih baik. Sementara itu, speaker mono yang hanya mengandalkan satu sumber suara jelas memiliki keterbatasan dalam menciptakan pengalaman audio yang lebih menyeluruh. Meski demikian, keberadaan audio jack tetap bisa menjadi solusi praktis karena earphone kabel umumnya mampu memberikan kualitas suara yang lebih dalam dibandingkan TWS.

Secara keseluruhan, speaker mono di 2026 memang belum sepenuhnya usang, tetapi perannya semakin terbatas. Untuk kebutuhan dasar, speaker mono masih cukup andal sekaligus membantu menekan harga perangkat. Namun, untuk kebutuhan hiburan modern, speaker stereo jelas lebih unggul. Pergeseran ini menunjukkan bahwa stereo kini bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan sudah menjadi standar baru di smartphone.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More