Bukan Sekadar Unik, Ini Cerita di Balik Nama Google Nano Banana

- Nama "Nano Banana" muncul dari julukan pribadi tim Google DeepMind, Nano dan Naina Banana, yang diusulkan oleh Product Manager Naina Raisinghani.
- Ide nama tersebut awalnya hanya sebagai placeholder, namun menjadi viral karena terdengar lucu dan berbeda dari nama model AI biasanya.
- Google menambahkan emoji 🍌 sebagai bagian dari ikon create image di Gemini app, serta mengangkat julukan tersebut untuk versi lebih canggihnya, yaitu Nano Banana Pro.
Sejak diluncurkan sebagai bagian dari Gemini app, Nano Banana jadi salah satu nama paling unik di dunia kecerdasan buatan. Model generatif gambar ini bukan hanya menarik karena kemampuannya yang mampu membuat dan mengedit gambar berkualitas tinggi dari teks atau referensi foto, tetapi juga karena namanya yang nyeleneh dan mudah diingat. Nama tersebut kini resmi dipakai Google untuk versi dasarnya (Gemini 2.5 Flash Image), sementara versi lanjutnya dikenal sebagai Nano Banana Pro (Gemini 3 Pro Image).
Nama “Nano Banana” sendiri punya cerita yang cukup manusiawi di baliknya. Ketika tim Google DeepMind sedang mempersiapkan peluncuran model untuk platform perbandingan AI publik, LMArena, mereka sudah punya nama teknisnya (Gemini 2.5 Flash Image) tapi belum menentukan kode nama yang ramah publik.
Pada tengah malam, salah satu Product Manager, Naina Raisinghani, tiba-tiba mengusulkan nama yang terdengar lucu: Nano Banana.
Dari Ide Tengah Malam Jadi Viral di Dunia AI

Ide nama Nano Banana tersebut berasal dari julukan pribadi yang biasa dipakai teman-temannya untuknya, Nano dan Naina Banana, lalu digabung jadi satu nama unik. Karena terdengar ringan dan mudah diingat, tim pun langsung mengiyakan ide tersebut.
Awalnya, nama Nano Banana hanya dimaksudkan sebagai placeholder untuk uji coba. Namun setelah model itu diperkenalkan di LMArena dan kemudian dirilis publik lewat Gemini app, nama ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Banyak orang di media sosial mulai menyebutnya karena terdengar lucu dan berbeda dari nama model AI biasanya yang bersifat teknis atau abstrak. Respons positif ini berkontribusi membuat Nano Banana cepat populer di kalangan pengguna Gemini, terutama di komunitas kreator dan penggemar AI.
Uniknya, Google tidak menutup kemungkinan untuk memanfaatkan nama ini lebih jauh. Mereka bahkan menambahkan emoji 🍌 sebagai bagian dari ikon create image di Gemini app, serta mengangkat julukan tersebut untuk versi lebih canggihnya, yaitu Nano Banana Pro. Strategi ini menunjukkan bahwa di tengah teknologi super canggih, elemen branding sederhana sekaligus quirky bisa benar-benar membantu membangun popularitas dan identitas produk di tengah persaingan AI global.
Bagian dari Identitas AI Gambar Masa Kini

Kekuatan Nano Banana tidak hanya dari brandingnya. Model ini didesain untuk memudahkan pengguna menjelajahi kreativitas visual, dari generasi gambar realistis hingga pengeditan yang mempertahankan konsistensi karakter dan konteks. Bahkan setelah lebih dari jutaan gambar dibuat dan diedit, nama yang awalnya hanya candaan tengah malam itu tetap bertahan sebagai representasi kemampuan AI yang powerful namun ramah pengguna.
Cerita di balik nama Nano Banana memperlihatkan satu hal: dalam dunia teknologi yang penuh istilah teknis, sebuah nama yang sederhana, lucu, dan mudah diingat bisa punya peran besar dalam membentuk budaya dan identitas sebuah produk. Bukan hanya soal kemampuan AI-nya, tetapi juga tentang bagaimana pengguna memilliki sebuah istilah yang terasa dekat dan fun.
Dengan popularitas yang terus tumbuh, Nano Banana kini bukan sekadar nama unik, tetapi juga simbol betapa AI generatif bisa menyatu dengan kehidupan digital sehari-hari dengan cara yang tak terduga.

















