Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Chipset Konfigurasi 2+6 Core Setara Helio G81 Ultra, Apa Saja?

MediaTek Helio G81 Ultra
MediaTek Helio G81 Ultra (mi.co.id)
Intinya sih...
  • Helio G85 memiliki konfigurasi 2 core Cortex-A75 dan 6 core Cortex-A55, dengan skor AnTuTu 262.684 poin dan performa grafis hingga 96 Gigaflops.
  • Helio G92 Max menawarkan konfigurasi yang sama dengan Helio G85, namun dengan skor AnTuTu 268.440 poin dan performa grafis hingga 96 Gigaflops.
  • Unisoc Tiger T618 memiliki konfigurasi inti yang serupa, dengan skor AnTuTu 281.958 poin dan performa grafis hingga 81,6 Gigaflops.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Helio G81 Ultra kembali dipercaya menjadi otak utama Redmi 15C yang dijadwalkan hadir di pasar Indonesia mulai 25 Agustus 2025. Chipset ini sebelumnya juga diandalkan untuk POCO C75 dan pendahulu Redmi 15C, yakni Redmi 14C. Kesuksesan Helio G81 Ultra pada kedua perangkat tersebut membuat banyak konsumen penasaran. Kira-kira, apakah ada chipset lain yang mampu menandingi performanya?

Selain melihat skor AnTuTu v10, calon pembeli juga bisa menilai kemampuan chipset dari jumlah dan konfigurasi inti yang dimilikinya. Berdasarkan database NanoReview, Helio G81 Ultra mengusung arsitektur octa-core dengan susunan 2 inti “besar” dan 6 inti “kecil”, serta kecepatan mencapai 2 GHz (2.000 MHz). Dari skor benchmark dan konfigurasi inti, Helio G81 Ultra terbukti menawarkan performa seimbang untuk penggunaan harian maupun gaming ringan hingga menengah.

Selain Helio G81 Ultra, beberapa chipset lain menawarkan konfigurasi inti dan kecepatan serupa. Pertanyaannya, adakah yang benar-benar setara dan bisa menandingi performa Helio G81 Ultra? Simak daftar chipset pesaing seimbang yang bisa menjadi alternatif sekelas Helio G81 Ultra berikut!

1. Helio G85

Helio G85
Helio G85 (mi.co.id)

MediaTek Helio G85 adalah chipset delapan inti yang diumumkan pada 30 April 2020 dan diproduksi menggunakan teknologi proses 12 nanometer oleh TSMC. Pada sektor CPU, Helio G85 menggabungkan dua inti Cortex-A75 berkecepatan 2 GHz (2000 MHz) dan enam inti Cortex-A55 berkecepatan 1,8 GHz. Arsitektur ini mendukung set instruksi ARMv8.2-A, konsumsi daya maksimum (TDP) sekitar 5 W sehingga mampu memberikan performa stabil untuk penggunaan harian maupun gaming ringan.

Menilik skor benchmark AnTuTu 10, Helio G85 meraup 262.684 poin. Sementara, performa GeekBench 6 ditunjukkan melalui single-core sebesar 413 poin dan multi-core sebesar 1.332 poin. Di sisi grafis, Helio G85 membawa GPU Mali-G52 MP2 berbasis arsitektur Bifrost generasi kedua, frekuensi hingga 1.000 MHz. GPU memiliki dua pipelines, 24 unit shading, dan total 48 shaders sehingga menghasilkan kemampuan komputasi grafis hingga 96 Gigaflops. Dukungan Vulkan 1.3 dan OpenCL 2.0 memastikan chipset mampu menangani game serta aplikasi grafis modern secara memadai.

Helio G85 juga dibekali unit pemrosesan AI (NPU) untuk mendukung fitur kecerdasan buatan serta memori LPDDR4X frekuensi 1.800 MHz, bus 2x16 bit, dan bandwidth maksimum 13,41 Gbit/s. Kapasitas memori hingga 8 GB membuatnya cocok untuk smartphone entry-level hingga midrange. Untuk multimedia, chipset ini mendukung penyimpanan eMMC 5.1 dan UFS 2.1, resolusi layar hingga 2520 x 1080, serta kemampuan kamera hingga 48 MP untuk satu kamera atau kombinasi dua kamera 16 MP.

Di sektor konektivitas, Helio G85 mendukung jaringan 4G LTE Cat.7 berkecepatan unduh hingga 300 Mbps dan unggah hingga 100 Mbps, tetapi belum mendukung 5G. Dukungan Wi-Fi 5, Bluetooth 5.0, serta sistem navigasi GPS, GLONASS, Beidou, dan Galileo membuat chipset cukup lengkap untuk komunikasi dan lokasi. Beberapa smartphone yang memakai Helio G85 antara lain realme C65, Redmi Note 9, Redmi 13C, TECNO CAMON 20, POCO C65, dan Motorola Moto G Stylus (2023). Sebagai informasi, Redmi 12C dan 13C juga menggunakan chipset ini sebelum kemudian para penerusnya beralih ke Helio G81 Ultra.

2. Helio G92 Max

Helio G92 Max
Helio G92 Max (realme.com)

MediaTek Helio G92 Max merupakan chipset 8-core yang diperkenalkan pada 26 November 2024 dan dibangun melalui proses fabrikasi 12 nanometer oleh TSMC. CPU-nya mengusung konfigurasi 2 core Cortex-A75 pada kecepatan 2 GHz dan 6 core Cortex-A55 pada 1,8 GHz serta menjalankan instruction set ARMv8.2-A. TDP atau batas daya berkelanjutan sebesar 5 watt memastikan performa seimbang antara efisiensi daya dan kemampuan komputasi. Skor benchmark menunjukkan kemampuan chipset ini di AnTuTu v10 mencapai 268.440 poin, sementara GeekBench 6 mencatat skor single-core 441 dan multi-core 1.407 poin. realme C75 menjadi satu-satunya smartphone yang memanfaatkan Helio G92 Max sebagai dapur pacunya.

Di sektor grafis, Helio G92 Max dibekali GPU Mali-G52 MP2, arsitektur Bifrost generasi kedua, frekuensi 1.000 MHz, 2 pipelines, 24 shading units, dan total 48 shader yang menghasilkan performa grafis hingga 96 Gigaflops. GPU ini mendukung Vulkan versi 1.3 dan OpenCL 2.0, memungkinkan rendering grafis dan gaming lebih mulus. Untuk kemampuan AI, chipset ini menanamkan MediaTek APU sebagai neural processor sehingga mendukung berbagai aplikasi berbasis kecerdasan buatan di smartphone, termasuk pengolahan gambar, optimisasi kamera, dan fitur-fitur AI lainnya.

Helio G92 Max mendukung memori LPDDR4X kecepatan 1.800 MHz melalui konfigurasi bus 2x16 bit yang mampu menampung kapasitas hingga 8 GB dengan bandwidth maksimum 13,41 Gbit/s. Untuk multimedia, chipset ini kompatibel dengan storage eMMC 5.1 dan UFS 2.1 sehingga mampu menampilkan layar hingga resolusi 2520 x 1080, serta kemampuan kamera hingga 1x 64 MP atau 2x 16 MP. Untuk video, Helio G92 Max mendukung perekaman dan pemutaran 2K pada 30 FPS, serta codec H.264, H.265, dan VP9 yang mana cukup mumpuni untuk aktivitas multimedia sehari-hari.

Dalam hal konektivitas, Helio G92 Max menawarkan dukungan 4G LTE Cat.7, kecepatan unduh hingga 300 Mbps dan unggah hingga 100 Mbps. Sayangnya, Helio G92 Max tidak mendukung jaringan 5G. Chipset ini juga mendukung Wi-Fi 5 dan Bluetooth 5.4, serta sistem navigasi lengkap seperti GPS, GLONASS, Beidou, dan Galileo.

3. Helio G91

MediaTek Helio G91 Ultra
MediaTek Helio G91 Ultra (mi.co.id)

MediaTek Helio G91 adalah chipset 8-core yang diumumkan pada 3 Juni 2024 dan diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 12 nanometer dari TSMC. Prosesor ini mengusung arsitektur ARMv8.2-A, memiliki dua core Cortex-A75 berkecepatan 2.0 GHz dan enam core Cortex-A55 1.8 GHz sehingga mampu menangani tugas harian hingga gaming ringan secara efisien. TDP (sustained power limit) Helio G91 berada di kisaran 5 W sehingga mendukung performa stabil tanpa panas berlebihan. Beberapa smartphone yang memanfaatkan chipset ini antara lain Redmi 13 4G, TECNO SPARK 30, dan POCO M6.

Di sektor grafis, Helio G91 dilengkapi GPU Mali-G52 MP2 generasi Bifrost dengan frekuensi 1.000 MHz, dua pipelines, 24 shading units, dan total 48 shader yang menghasilkan performa grafis memadai untuk tampilan visual menengah hingga tinggi. GPU ini mendukung Vulkan 1.3 dan OpenCL 2.0, mampu mencapai 96 gigaflops. Chipset ini juga memiliki Neural Processing Unit (NPU) MediaTek APU yang berperan dalam meningkatkan performa AI untuk fitur fotografi, pengenalan wajah, dan optimasi aplikasi berbasis AI.

Helio G91 mendukung RAM tipe LPDDR4X yang memiliki frekuensi 1.800 MHz, bandwidth maksimal 14,4 Gbit/s, dan kapasitas hingga 8 GB. Penyimpanan kompatibel dengan eMMC 5.1 dan UFS 2.1. Di sektor multimedia, chipset ini mampu menampilkan resolusi layar hingga 2520 x 1080 piksel dan mendukung kamera tunggal hingga 108 MP atau dual kamera 16 MP. Perekaman video bisa dilakukan hingga 2K pada 30 FPS, sedangkan pemutaran video mendukung 2K pada 30 FPS dan 1080p pada 60 FPS, codec H.264, H.265, dan VP9.

Untuk konektivitas, Helio G91 mendukung LTE Cat. 7 berkecepatan unduh hingga 300 Mbps dan unggah hingga 100 Mbps, Wi-Fi 5, Bluetooth 5.4, serta sistem navigasi GPS, GLONASS, Beidou, Galileo. Chipset ini tidak mendukung 5G. Dari sisi performa benchmark, AnTuTu v10 mencatat skor 274.560 poin, sementara GeekBench 6 mencatat skor single-core 405 dan multi-core 1.407. Raihan ini menandakan performa multi-core Helio G91 setara Helio G92 Max.

4. Unisoc Tiger T618

Di antara chipset rival lainnya, Unisoc Tiger T618 tergolong cukup lama diperkenalkan, tepatnya pada 28 Agustus 2019. Chipset ini dibangun menggunakan proses fabrikasi 12 nanometer oleh TSMC dan mengusung arsitektur ARMv8.2-A serta total 8 inti. Konfigurasi CPU-nya terdiri dari 2 core Cortex-A75 berkecepatan 2.000 MHz dan 6 core Cortex-A55 pada 1.800 MHz sehingga menghasilkan performa seimbang antara tugas berat dan efisiensi daya. Dalam pengujian sintetis, Tiger T618 meraih skor AnTuTu v10 sebesar 281.958 poin, sementara GeekBench 6 mencatat 469 poin untuk single-core dan 1.456 poin multi-core.

Pada sisi grafis, Tiger T618 memanfaatkan GPU Mali-G52 MP2 arsitektur Bifrost generasi kedua. GPU ini berjalan pada frekuensi 850 MHz, memiliki 2 pipeline, 24 shading unit per pipeline sehingga total mencapai 48 shader. Kemampuan komputasi grafisnya mencapai 81,6 Gigaflops turut mendukung standar Vulkan 1.3, dan OpenCL 2.0, sehingga mampu menangani kebutuhan gaming ringan hingga menengah lancar. Meski tidak dilengkapi AI accelerator (NPU), performa grafisnya tetap kompetitif di kelasnya.

Untuk memori dan multimedia, Tiger T618 mendukung LPDDR4X hingga 8 GB frekuensi 1.866 MHz pada bus 2x16 bit. Penyimpanan menggunakan eMMC 5.1, mendukung resolusi layar maksimum 2400 x 1080 piksel. Kamera yang dapat ditangani chipset ini mencapai 64 MP single camera atau dual camera 16 MP, serta mampu merekam video 1K pada 60 FPS dan memutar video 1080p pada 60 FPS dengan dukungan codec H.264, H.265, VP9. Sistem audio kompatibel format populer seperti AAC, MP3, WAV, dan lainnya.

Di sisi konektivitas, Tiger T618 mendukung jaringan 4G LTE Cat.7 yang mampu menangani kecepatan download hingga 300 Mbps dan upload hingga 150 Mbps, namun belum mendukung 5G. Chipset ini juga dilengkapi Wi-Fi 5, Bluetooth 5.0, serta navigasi satelit melalui GPS, GLONASS, Beidou, dan Galileo

5. Unisoc Tiger T616

Unisoc Tiger T616
Unisoc Tiger T616 (realme.com)

Unisoc Tiger T616 adalah chipset octa-core yang diumumkan pada 1 Januari 2021 dan diproduksi menggunakan teknologi 12 nanometer oleh TSMC. Chipset ini mengusung arsitektur ARMv8.2-A yakni memiliki 2 core Cortex-A75 berkecepatan 2,0 GHz (2000 MHz), dan 6 core Cortex-A55 berkecepatan 1,8 GHz. Dalam pengujian sintetis, Tiger T616 memperoleh skor AnTuTu v10 sebesar 292.658, sementara GeekBench 6 mencatat 452 poin single-core dan 1.503 poin multi-core. Beberapa smartphone yang memanfaatkan chipset ini antara lain realme C35 dan Motorola Moto G14.

Di sektor grafis, Tiger T616 mengandalkan Mali-G57 MP1 berbasis arsitektur Valhall generasi pertama berkecepatan hingga 750 MHz. GPU ini memiliki 32 unit shading, mendukung Vulkan 1.3 dan OpenCL 2.0, serta mampu menghasilkan performa grafis hingga 48 Gigaflops. Meskipun bukan untuk gaming berat, GPU ini cukup mumpuni untuk menjalankan game kasual serta streaming video lancar. Kombinasi CPU dan GPU Tiger T616 membuat pengalaman visual tetap halus, baik untuk penggunaan sehari-hari maupun multimedia ringan.

Tiger T616 mendukung memori LPDDR4X frekuensi 1.866 MHz dan bus 2x16 bit, kapasitas maksimum hingga 12 GB. Untuk multimedia, chipset ini mendukung penyimpanan eMMC 5.1 hingga UFS 2.2, resolusi layar maksimal 2400 x 1080, serta kamera hingga 48 MP untuk single camera atau 16 MP untuk dual camera. Kemampuan video capture mencapai 1080p pada 60 FPS, sementara video playback juga mendukung 1080p 60 FPS dibekali codec H.264 dan H.265. Dukungan format audio cukup lengkap, termasuk MP3, AAC, WAV, AIFF, dan CAF.

Dari sisi konektivitas, Unisoc Tiger T616 hanya mendukung jaringan 4G LTE Cat.7, kecepatan unduh hingga 300 Mbps dan unggah hingga 150 Mbps. Sejauh ini Tiger T616 masih belum mendukung 5G. Untuk koneksi nirkabel, chipset ini kompatibel dengan Wi-Fi 5 dan Bluetooth 5.0, serta mendukung sistem navigasi GPS, GLONASS, Beidou, dan Galileo.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa semua chipset ini umumnya setara dalam hal konfigurasi inti dan clockspeed. Meskipun tidak identik sepenuhnya, skor AnTuTu masing-masing sedikit berbeda. Ini menunjukkan ada beberapa chipset lain yang mampu menawarkan performa sebanding dengan konfigurasi 2+6 inti pada 2.000 MHz.

Kelima chipset yang memiliki konfigurasi dan clockspeed serupa ini tetap bisa menjadi pertimbangan utama. Jadi, kamu memiliki fleksibilitas untuk memilih sesuai kebutuhan dan prioritas. Singkatnya, performa mereka cukup seimbang. Maka dari itu, keputusan akhir bisa lebih didasarkan pada faktor non-performa seperti desain, fitur tambahan, atau harga. Selamat menentukan pilihan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us