5 Fitur Pro yang Tak Hadir di iPhone Reguler

- Port USB 3
- Kamera telephoto absen di iPhone reguler
- ProRes video dan fitur ProRAW hadir di iPhone Pro series
Berdasarkan serinya terdapat dua jenis iPhone yang diproduksi, yaitu reguler dan Pro. Keduanya hadir untuk menggaet target konsumen yang berbeda. Memberikan pilihan bagi konsumen, Apple menawarkan variasi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan preferensi. Seperti namanya, iPhone Pro menawarkan fitur pro atau profesional yang tak bisa ditemukan pada seri reguler.
Fitur Pro yang dimaksud mencakup banyak hal, mulai dari ProRes, ProRAW, hingga GenLock. Semua fitur tersebut bisa meningkatkan kemampuan, kinerja, dan membuat pengguna makin produktif, khususnya saat membuat konten. Bingung memilih antara iPhone Pro atau reguler karena perbedaan fiturnya? Artikel ini akan menuntun kamu untuk memahami semua fitur Pro agar tak salah pilih.
1. USB 3

Apple sudah meninggalkan port lighting dan beralih ke USB C sejak iPhone 15 series. Namun, tak semua seri mendapatkan port USB C yang sama. Informasi dari laman resmi Apple menjelaskan bahwa seri Pro dan reguler memiliki jenis port USB yang berbeda. iPhone Pro menggunakan port USB 3 dengan kecepatan transfer hingga 10Gb/s. Sementara itu, seri reguler hanya menggunakan USB 2 yang kecepatan transfernya sekitar 480Mb/s. Jadi, untuk transfer data lewat kabel, iPhone Pro jauh lebih cepat dan efisien.
2. Kamera telephoto

Salah satu fitur terpenting yang absen di iPhone reguler adalah kamera telephoto atau zoom. Jika melihat lembar spesifikasi, dapat terlihat bahwa seri reguler hanya memiliki kamera utama dan ultrawide. Sementara itu iPhone Pro menghadirkan konfigurasi yang lengkap, yaitu kamera utama, ultrawide, dan telephoto. Andalkan kamera telephoto kegiatan fotografi dan videografi jadi semakin fleksibel.
Dilansir Laptop Mag, kelebihan utama kamera telephoto adalah kemampuan zoom optiknya. Tak hanya memberikan zoom yang jauh, detail yang ditangkap juga lebih tajam. Detail tersebut tak bisa ditangkap oleh zoom digital dari kamera utama iPhone reguler. Untuk menangkap foto portrait/bokeh kamera telephoto juga bisa memberikan background blur yang lebih natural.
3. ProRes video

Buat para content creator atau videografer profesional, ProRes merupakan fitur Pro yang menjadi idaman. Fitur ini pertama kali hadir di iPhone 13 Pro series yang berjalan pada iOS 15.1. Dilansir CNET, ProRes sendiri merupakan codec video khusus yang dibuat oleh Apple. Di iPhone, ProRes hadir sebagai fitur yang memungkinkan kamu merekam video berkualitas tinggi.
ProRes berbeda dari perekaman biasa karena mampu menangkap informasi yang lebih banyak. Detail tinggi dan warna akurat semuanya bisa ditangkap lewat ProRes. Bagi profesional fitur ini juga memiliki kemampuan untuk merekam dalam format RAW. Artinya video yang direkam masih mentah, tidak mengalami pemrosesan, dan nantinya memudahkan kamu untuk mengeditnya di aplikasi pihak ketiga.
4. ProRAW

ProRAW pertama kali hadir di iPhone 12 Pro dan iOS 14.3. Fitur ini menggabungkan format RAW dengan pemrosesan dari kamera iPhone itu sendiri. Jadi kamu bisa mendapat gambar yang sudah terproses oleh iPhone dan foto RAW yang masih mentah. Dengan fitur ProRAW kamu diberi fleksibilitas untuk melakukan editing di aplikasi pihak ketiga seperti Lightroom. Foto ProRAW juga memiliki banyak kelebihan, salah satunya mampu menangkap banyak informasi. Di iPhone Pro kamu juga bisa memilih untuk menangkap foto ProRAW menggunakan resolusi 12MP atau 48MP jika mendukung.
5. GenLock

Dilansir CineD, pada 2025 iPhone mengenalkan fitur GenLock pada seri terbarunya. Fitur tersebut bernama GenLock, hanya ada di iPhone 17 Pro series, serta diiklankan sebagai alat yang sangat powerful dan berguna bagi filmaker. Genlock sendiri dihadirkan dari pembaruan aplikasi Final Cut Camera 2.0. Fitur ini memanfaatkan semua lensa kamera iPhone 17 Pro series dan memungkinkan perekaman video disinkronisasikan dengan perangkat lain seperti MacBook, iPad, atau kamera profesional menggunakan sinyal referensi eksternal.
Apple tak sembarangan saat membuat dan memberikan segmentasi pada tiap seri iPhone. Justru salah satu taktik mereka adalah dengan memberikan fitur pro yang tak hadir di iPhone reguler. Dengan begitu pengguna yang menginginkan fitur pro akan dipaksa membeli seri yang lebih mahal. Di sisi lain, pengguna kasual yang tak peduli dengan semua fitur tersebut diarahkan untuk membeli iPhone seri reguler.

















