Mengapa Pengecasan Cepat di HP makin Jadi Standar Baru?

- Pengecasan cepat jadi standar baru karena kapasitas baterai HP makin besar, sehingga dibutuhkan teknologi yang mampu mengisi daya lebih efisien tanpa menunggu lama.
- Teknologi fast charging kini berkembang pesat hingga 240 watt, didukung inovasi seperti USB Type-C, Power Delivery, dan sistem khusus dari tiap produsen.
- Kebiasaan pengguna yang aktif seharian mendorong kebutuhan pengisian cepat agar smartphone tetap siap digunakan kapan pun tanpa khawatir kehabisan daya.
Teknologi di smartphone atau HP terus mengalami perkembangan. Hal tersebut dipicu oleh keinginan dan kebiasaan pengguna yang selalu berubah mengikuti pergerakan dunia yang semakin maju. Salah satu teknologi yang terus berkembang adalah pengecasan cepat atau fast charging. Pengecasan cepat makin sering ditemukan, entah itu di HP flagship, mid-range, atau entry level.
Ada pengecasan 33, 45, 50, 60, 70, 80, hingga 90 watt. Semakin besar angkanya, maka semakin cepat pengecasannya. Namun, mengapa pengecasan cepat di HP makin marak dan populer? Apa penyebabnya, bagaimana terjadinya, dan mengapa pengecasan cepat sangat penting? Yuk, cari jawabannya di artikel ini!
1. Ukuran baterai membesar

Ukuran baterai semakin membesar tiap tahunnya. Dilansir Tech Advisor, beberapa HP seperti OPPO Find X9 Pro, OPPO A5 Pro 5G, Xiaomi 15 Ultra, dan OnePlus 13R memiliki kapasitas sebesar 5800-7500 mAh. Kapasitas tersebut jauh berbeda dari HP lawas yang baterainya hanya sekitar 3000-5000 mAh. Baterai besar juga harus didukung oleh pengecasan cepat. Sebab, baterai besar membutuhkan waktu yang lebih lama saat dicas. Kehadiran pengecasan cepat mampu memaksimalkan kinerja HP dan mengisi baterai dalam waktu singkat.
2. Pengecasan cepat bikin baterai terisi dalam waktu singkat

Teknologi pengecasan cepat hadir agar baterai HP bisa terisi penuh dalam waktu singkat. Pengetesan dari GSMArena membuktikan bahwa pengecasan cepat 120 watt di OnePlus 15 bisa mengisi baterai 7300 mAh dalam waktu 41 menit. Pengecasan cepat 100 watt di Xiaomi 17 Pro Max lebih cepat karena bisa mengisi baterai 7500 mAh dalam waktu 39 menit. Baterai 5440 mAh di vivo X300 Pro juga bisa terisi penuh hanya dalam waktu 29 menit dengan pengecasan cepat 90 watt. Samsung Galaxy S25 Ultra dengan baterai 5000 mAh juga bisa terisi penuh dalam waktu 59 menit berkat pengecasan cepat 45 watt.
3. Kebiasaan pengguna mulai berubah

Laman Erricson menjelaskan kalau HP atau ponsel awalnya merupakan barang mewah. HP hanya digunakan oleh kalangan pebisnis, orang kaya, atau individu yang memiliki banyak uang. Pada dekade 1980 hingga 2000-an, harga HP juga masih tergolong tinggi. Kala itu, penggunaan HP terbatas untuk berkomunikasi seperti menelepon dan berkirim pesan. Jadi, baterai besar dan pengecasan cepat tidak jadi fitur utama.
Di era smartphone semuanya berubah dengan sangat drastis. Smartphone tak hanya alat komunikasi, tetapi media hiburan sekaligus gawai untuk mendukung pekerjaan. Pengguna mulai menggunakan smartphone seharian penuh. Hal tersebut memicu produsen untuk mengembangkan pengecasan cepat. Teknologi tersebut membuat smartphone bisa terus aktif tanpa takut baterai habis di saat genting.
4. Teknologi pengecasan terus berkembang

Dilansir PCMAG, teknologi pengecasan cepat di HP terus berkembang seiring berjalannya waktu. Perkembangan tersebut didukung oleh kehadiran beberapa teknologi lain, seperti USB Type-C, Power Delivery (PD), Programmable Power Supply (PPS), hingga wireless charging. Di awal kemunculannya pengecasan cepat terbatas pada 18 atau 20 watt. Namun, sekarang sudah ada pengecasan cepat hingga 240 watt.
Tiap produsen juga mengembangkan teknologi pengecasan cepatnya sendiri. Qualcomm mengembangkan teknologi bernama Quick Charger. Adapun, VOOC merupakan teknologi pengecasan cepat milik OPPO. MediaTek juga tak mau kalah dengan mengeluarkan teknologi bernama Pump Express. Pada 2017, HUAWEI juga mengenalkan teknologi pengecasan cepat bernama SuperCharge.
5. Pengecasan cepat lebih future proof

Dilansir Android Authority, pengecasan cepat bisa memberikan efek samping pada baterai HP. Salah satunya adalah penurunan daya tahan dan peningkatan suhu. Hal tersebut sering terjadi pada pengecasan cepat dengan output tinggi seperti 90 atau 100 watt. Namun, perkembangan teknologi mulai menghilangkan efek samping tersebut. Peningkatan suhu bisa diminimalisir dan baterai tetap aman walau sering dicas. Pengecasan cepat juga lebih future proof. Artinya, teknologi tersebut akan terus relevan di masa depan serta bisa memudahkan kehidupan.
Kehadiran pengecasan cepat sejalan dengan perkembangan teknologi HP. Keduanya saling melengkapi dan menyokong satu sama lain. Pengguna HP menjadi pihak yang diuntungkan karena pengecasan cepat bisa memaksimalkan kinerja HP dan mendukung kegiatan sehari-hari. Kamu juga tak perlu takut dengan pengecasan cepat. Semua mitos terkait hal itu yang bertebaran di internet sudah tidak relevan di masa modern.


















