Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Gadget Populer yang Paling Sulit Diperbaiki Menurut iFixit
Nothing Phone 3 (dok. Nothing)
  • iFixit menilai desain perangkat modern sering menyulitkan perbaikan karena baterai tertanam, komponen disolder, dan perekat kuat, dengan skor kemudahan perbaikan 0–10.

  • AirPods 4 dan Kobo Sage mendapat skor 0/10; baterai, port, serta komponen lain disolder atau tersegel, sementara panduan dan suku cadang resmi tidak tersedia.

  • MacBook Pro 14 M5, iPad Air Gen-6, dan Nothing Phone 3 mendapat skor 3–4/10 karena pembongkaran rumit, perekat, konektor rapuh, serta komponen yang sulit diganti atau ditingkatkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perangkat teknologi modern semakin tipis, ringan dan memiliki desain yang lebih elegan. Namun, di balik kemajuan itu, banyak produsen justru membuat gadget mereka lebih sulit diperbaiki dengan menanam baterai di dalam bodi, menyolder komponen penting langsung ke motherboard atau menggunakan perekat yang kuat sehingga menyulitkan proses pembongkaran. iFixit secara rutin melakukan teardown dan memberikan skor perbaikan berdasarkan kemudahan perangkat untuk dibuka, diperiksa, diperbaiki dan dirakit kembali. Dalam skala 0 sampai 10, beberapa gadget di bawah memiliki skor yang sangat rendah. Berikut daftarnya.

1. Apple AirPods 4

ilustrasi Apple AirPods 4 (dok. Apple)

Apple AirPods 4 menjadi salah satu perangkat dengan skor perbaikan terburuk menurut iFixit, dengan skor 0/10. Masalahnya sudah terlihat sejak proses pembongkaran. Untuk membuka TWS ini, pengguna atau teknisi berisiko merusak bagian luar maupun komponen internal. Bahkan jika berhasil dibuka, tidak ada komponen yang benar-benar dirancang agar mudah diganti. Baterainya disolder langsung sehingga proses penggantian menjadi lebih rumit. Casing-nya juga disegel menggunakan epoksi yang membuat akses ke bagian dalam semakin sulit. Artinya, dua komponen yang kemungkinan besar mengalami kerusakan seperti baterai dan port USB-C, hanya bisa diganti melalui proses yang berpotensi merusak perangkat. Selain itu, Apple juga tidak menyediakan panduan perbaikan mandiri maupun suku cadang resmi untuk AirPods 4.

2. Kobo Sage

Kobo Sage merupakan salah satu e-reader yang sering dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan Kindle. Namun dari sisi perbaikan, perangkat ini mendapatkan skor 0/10 dari iFixit. Pertama, Kobo tidak menyediakan panduan resmi bagi pengguna yang ingin melakukan perbaikan sendiri, sekaligus tidak menjual suku cadang yang bisa digunakan untuk mengganti komponen yang rusak. Kedua, membuka Sage juga berisiko merusak perangkat karena konstruksinya tidak dibuat untuk dibongkar dengan mudah. Setelah bagian dalam berhasil diakses, baterai ternyata disolder ke motherboard dan diperkuat menggunakan perekat yang kuat. Ketiga, tombol untuk membalik halaman serta port USB-C juga disolder, sehingga penggantian kedua komponen tersebut jauh dari kata mudah.

3. MacBook Pro 14 Inci M5

ilustrasi Apple MacBook Pro 14 inci M5 (dok. Apple)

MacBook Pro 14 inci dengan chipset M5 yang dirilis pada 2025 memang menawarkan performa kelas atas, namun desainnya tidak terlalu ramah terhadap perbaikan, di mana iFixit memberinya skor 4/10. Beberapa hal positif tetap ada, seperti baterai yang secara teknis bisa diganti, port Thunderbolt yang bersifat modular serta dukungan perbaikan manual dan suku cadang resmi dari Apple. Namun, proses penggantian baterai membutuhkan sekitar 35 langkah. Pengguna juga harus melepas delapan sekrup jenis P5 pentalobe yang memerlukan obeng khusus. Setelah itu, berbagai konektor kecil, termasuk konektor trackpad dan kabel yang terhubung ke baterai harus dilepas secara hati-hati. Keyboard juga dipasang menggunakan rivet, sementara penyimpanannya disolder ke motherboard. Akibatnya, pengguna tidak bisa meningkatkan kapasitas penyimpanan laptop ini dengan mudah.

4. iPad Air Gen-6

iPad Air generasi keenam memperoleh skor perbaikan 3/10 dari iFixit. Masalah utama tablet ini terletak pada cara mengakses komponen internalnya, di mana pengguna harus melepas layar terlebih dahulu sebelum bisa menjangkau baterai, kamera atau bagian lainnya. Layarnya direkatkan menggunakan lem, sehingga proses pelepasan membutuhkan tenaga, alat khusus dan tingkat kehati-hatian yang tinggi. Risiko kerusakan layar cukup besar karena panelnya sendiri tipis dan rapuh. iFixit juga mencatat bahwa Apple tidak menyediakan panduan perbaikan mandiri maupun suku cadang resmi yang bisa dibeli pengguna. Selain itu, penggantian baterai juga lebih rumit karena motherboard direkatkan ke bodi, sementara terdapat konektor rapuh yang harus dilewati selama proses pembongkaran. Masalah serupa juga pernah ditemukan pada iPad Pro 11 inci keluaran 2018.

5. Nothing Phone (3)

ilustrasi Nothing Phone (3) (dok. Nothing)

Nothing Phone (3) memiliki desain bodi transparan yang menjadi salah satu ciri khas utamanya. Namun, desain menarik itu malah memberikan kesan keliru bahwa HP ini mudah dibongkar karena sekrupnya terlihat dari luar. Faktanya, Nothing Phone (3) mendapat skor 3/10 dari iFixit dan termasuk sulit diperbaiki. Untuk mencapai sekrup internal, pengguna atau teknisi harus terlebih dahulu melepas panel belakang transparan yang direkatkan dengan lem. Nah, jika tidak dilakukan dengan sangat hati-hati, proses ini bisa merusak panel belakangnya. Selain itu, beberapa sekrup juga disembunyikan di balik stiker dekoratif tipis yang sulit dipasang kembali dengan sempurna. Bahkan, iFixit mengakui bahwa Nothing Phone (3) merupakan salah satu HP dengan proses penggantian layar paling sulit yang pernah mereka tangani.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa perangkat populer yang paling sulit diperbaiki versi iFixit. Selain perangkat-perangkat di atas, perangkat apa lagi yang menurutmu paling susah dibongkar dan diperbaiki?

Curated For You

Editorial Team

Related Article