Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga RAM DDR5 Melonjak, AMD dan Intel Kembali Lirik DDR4

5 min read
Harga RAM DDR5 Melonjak, AMD dan Intel Kembali Lirik DDR4
ilustrasi RAM (unsplash.com/Liam Briese)
  • Kenaikan harga DDR5 akibat pasokan memori terbatas membuat AMD dan Intel kembali mempertimbangkan platform yang mendukung DDR4.

  • Intel menyiapkan dukungan LGA 1700, sedangkan AMD kembali memberi perhatian pada ekosistem AM4 untuk pengguna RAM DDR4.

  • Perbedaan harga DDR5 dan DDR4 membuat memori generasi sebelumnya kembali relevan sebagai pilihan yang lebih ekonomis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kenaikan harga RAM DDR5 akibat krisis pasokan memori global membuat AMD dan Intel kembali melirik teknologi DDR4. Kedua produsen prosesor tersebut dilaporkan tengah menghidupkan kembali platform lama yang masih mendukung RAM DDR4 sebagai alternatif bagi pengguna PC. Langkah ini cukup menarik karena industri komputer sebelumnya mulai beralih ke DDR5 yang menawarkan performa dan efisiensi lebih baik.

Lonjakan harga memori menjadi salah satu alasan utama di balik perubahan strategi tersebut. Permintaan chip memori untuk pusat data kecerdasan buatan (AI) terus meningkat, sementara pasokan yang terbatas membuat harga RAM untuk konsumen ikut terdampak. Akibatnya, pengguna yang ingin merakit atau meningkatkan kemampuan PC harus mengeluarkan biaya lebih besar, terutama ketika memilih platform yang menggunakan DDR5.

Intel dikabarkan tengah mempersiapkan prosesor baru berbasis soket LGA 1700, sementara AMD kembali mengandalkan ekosistem AM4 yang sudah lama menggunakan DDR4. Kedua platform tersebut menawarkan alternatif bagi pengguna yang ingin mempertahankan RAM generasi sebelumnya tanpa harus langsung beralih ke DDR5. Strategi ini menjadi semakin relevan ketika harga RAM DDR5 berkapasitas 32GB dilaporkan telah mencapai sekitar Rp9,7 juta.

  1. 1. Intel kembali menyiapkan prosesor dengan dukungan DDR4

    ilustrasi RAM
    ilustrasi RAM (unsplash.com/Akshar Dave🌻)

    Intel menjadi salah satu perusahaan yang dilaporkan kembali mempertimbangkan penggunaan platform lama. Produsen motherboard Gigabyte telah mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mempersiapkan jajaran motherboard baru untuk mendukung calon prosesor Intel berbasis soket LGA 1700. Platform tersebut sebelumnya diperkenalkan pada 2021 bersamaan dengan kehadiran prosesor Intel Core generasi ke-12 atau Alder Lake.

    Salah satu keunggulan LGA 1700 adalah fleksibilitasnya dalam mendukung dua generasi memori, yakni DDR4 dan DDR5. Kemampuan ini memungkinkan produsen motherboard menghadirkan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, terutama bagi mereka yang masih memiliki modul DDR4. Pengguna pun tidak harus langsung membeli RAM generasi terbaru ketika ingin meningkatkan kemampuan prosesor.

    Intel sebelumnya mulai meninggalkan platform tersebut ketika beralih ke penggunaan DDR5 pada 2024. Namun, kenaikan harga memori membuat soket LGA 1700 kembali dipertimbangkan sebagai alternatif yang lebih terjangkau. Prosesor baru berbasis platform ini diperkirakan hadir pada awal 2027, meski detail model dan spesifikasi akhirnya belum diumumkan.

  2. 2. AMD mengandalkan kembali platform AM4

    AMD juga mengambil pendekatan serupa dengan kembali memberikan perhatian pada platform AM4. Soket tersebut dikenal sebagai salah satu platform prosesor AMD yang menggunakan memori DDR4 dan telah digunakan selama beberapa generasi produk Ryzen. Keberadaannya memungkinkan pengguna mempertahankan sejumlah komponen lama ketika melakukan peningkatan perangkat.

    Pada Agustus 2026, Gigabyte dilaporkan telah memperkenalkan jajaran motherboard baru untuk platform AMD AM4. Langkah tersebut berlangsung bersamaan dengan peluncuran ulang prosesor Ryzen 7 5800X3D, yang kembali menjadi salah satu pilihan bagi pengguna yang ingin memanfaatkan ekosistem DDR4.

    Keputusan mempertahankan AM4 memberikan alternatif bagi konsumen yang belum ingin berpindah ke platform berbasis DDR5. Pengguna dapat mempertimbangkan prosesor dan motherboard yang kompatibel dengan RAM lama, sehingga biaya peningkatan perangkat tidak harus mencakup pembelian seluruh komponen baru. Strategi ini juga memperlihatkan bahwa platform generasi sebelumnya masih memiliki relevansi ketika harga komponen terbaru mengalami kenaikan.

  3. 3. Harga RAM DDR5 32GB mencapai Rp9,7 juta

    ilustrasi RAM
    ilustrasi RAM (unsplash.com/Syed Ali)

    Salah satu faktor yang mendorong kembalinya DDR4 adalah perbedaan harga memori yang semakin besar. Berdasarkan laporan yang dikutip The Verge pada 12 Oktober 2026, kit RAM Corsair Vengeance DDR5 berkapasitas 32GB kini dibanderol sekitar 620 dolar AS atau setara Rp9,7 juta. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga RAM DDR4 dengan kapasitas yang sama.

    Sebagai perbandingan, kit Corsair Vengeance DDR4 32GB dilaporkan dijual sekitar 260 dolar AS atau setara Rp4,06 juta. Artinya, selisih harga kedua jenis RAM tersebut mencapai sekitar Rp5,64 juta untuk kapasitas yang sama. Perbedaan tersebut cukup signifikan bagi pengguna yang sedang merencanakan perakitan PC baru atau peningkatan perangkat.

    DDR5 memang menawarkan keunggulan dari sisi kecepatan clock dan efisiensi daya dibandingkan DDR4. Namun, kenaikan harga yang membuat DDR5 lebih dari dua kali lipat lebih mahal menjadikan manfaat tersebut perlu dipertimbangkan kembali, terutama bagi pengguna kasual dan gamer. Dalam kondisi seperti ini, DDR4 kembali menjadi pilihan yang menarik dari sisi biaya.

  4. 4. Permintaan pusat data AI ikut mendorong kelangkaan RAM

    Kenaikan harga RAM tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan memori untuk pusat data AI. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan mendorong permintaan komponen komputasi dalam jumlah besar, termasuk chip memori yang dibutuhkan untuk menjalankan berbagai sistem AI. Kondisi tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap pasokan memori global.

    Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan yang mengembangkan infrastruktur AI, tetapi juga konsumen yang membeli komponen PC. Ketika pasokan semakin terbatas dan permintaan meningkat, harga memori yang tersedia di pasar ikut terdorong naik. Situasi tersebut membuat biaya merakit komputer berbasis DDR5 menjadi semakin tinggi.

    Sejumlah analis memperkirakan persoalan harga dan kelangkaan memori akibat tingginya permintaan AI belum akan mereda dalam beberapa tahun mendatang. Perkiraan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa penggunaan DDR4 kembali mendapat perhatian. Meski merupakan teknologi generasi sebelumnya, DDR4 masih menawarkan alternatif ketika biaya menjadi pertimbangan utama dalam memilih komponen komputer.

  5. 5. DDR4 kembali menjadi alternatif untuk merakit PC

    ilustrasi PC desktop, komputer
    ilustrasi PC desktop, komputer (pexels.com/Sharad Kachhi)

    Kembalinya perhatian AMD dan Intel terhadap DDR4 memperlihatkan bagaimana kondisi pasar dapat memengaruhi strategi pengembangan perangkat keras. Industri komputer memang terus bergerak menuju teknologi yang lebih cepat dan efisien, tetapi kenaikan harga komponen membuat tidak semua pengguna dapat mengikuti perpindahan tersebut dalam waktu bersamaan.

    Bagi pengguna yang masih memiliki RAM DDR4, dukungan terhadap platform lama dapat memberikan lebih banyak pilihan ketika ingin meningkatkan kemampuan PC. Mereka tidak harus langsung mengganti seluruh komponen hanya untuk menggunakan prosesor yang lebih baru. Namun, manfaat penghematan tetap bergantung pada kompatibilitas motherboard, prosesor, dan memori yang digunakan.

    Meski begitu, langkah ini tidak berarti DDR5 akan ditinggalkan oleh AMD maupun Intel. DDR5 tetap menawarkan kemampuan yang lebih tinggi dari sisi kecepatan dan efisiensi, sementara DDR4 kembali mendapat perhatian sebagai alternatif yang lebih ekonomis. Jika harga memori generasi terbaru tetap tinggi, platform DDR4 berpotensi mempertahankan relevansinya lebih lama di pasar PC.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More