Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bukan Prosesor, Ini Penyebab Baterai Laptop Cepat Habis Menurut Studi
ilustrasi baterai laptop (Unsplash/Mika Baumeister)
  • Layar, bukan prosesor, menjadi penyedot daya terbesar pada laptop karena menyala terus dan konsumsi listriknya meningkat seiring tingkat kecerahan.

  • Studi Jacksonville University mencatat 5% baterai habis rata-rata dalam 13 menit pada kecerahan 100%, dibanding sekitar 20 menit pada 70% saat memutar video YouTube.

  • Hindari baterai berulang kali sampai 0% dan ventilasi tertutup; tutup proses boros lewat Task Manager, sementara laptop tua mungkin memerlukan penggantian baterai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak orang mengira prosesor yang menjadi otak pemrosesan utama merupakan biang keladi dari baterai laptop yang cepat habis. Anggapan itu sebenarnya wajar mengingat prosesor membutuhkan daya yang tidak sedikit, namun ternyata kurang tepat. Alih-alih prosesor, komponen yang paling banyak menyedot daya justru adalah yang setiap hari pengguna tatap yaitu layar. Untuk lebih lengkapnya, langsung saja simak ulasan di bawah ini.

1. Prosesor bukan penarik daya terbesar

ilustrasi prosessor laptop (Unsplash/Raphael GB)

Prosesor memang menarik daya lebih besar ketika menjalankan aktivitas berat dan itu ikut membebani baterai. Namun, komponen ini bukan yang paling boros di dalam laptop. Prosesor yang menua memang bisa mulai tersendat ketika bekerja, atau bahkan kadang menunjukkan tanda-tanda akan rusak. Meski begitu, urusan baterai memiliki penyebab yang lebih besar. Laptop yang usianya belum terlalu tua pun sering kewalahan soal daya tahan baterai. Jadi, jika baterai laptop cepat turun, jangan buru-buru menyalahkan prosesor karena ada komponen lain yang kontribusinya jauh lebih besar dan sering luput dari perhatian.

2. Layar adalah penyedot daya terbesar

Tersangka utama dari baterai laptop yang cepat habis adalah layar. Menyalakan layar berukuran 13 inci atau lebih membutuhkan banyak daya, apalagi jika tingkat kecerahannya tinggi. Studi independen dari Jacksonville University membuktikan klaim itu dengan angka yang jelas. Penelitian tersebut mengukur seberapa lama waktu yang dibutuhkan pada berbagai tingkat kecerahan untuk menguras 5% baterai. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin terang layar, semakin cepat daya terkuras. Karena layar menyala terus selama laptop digunakan, konsumsi dayanya terakumulasi dan jauh melampaui komponen lain, termasuk prosesor.

3. Angka dari studi

ilustrasi layar laptop (Unsplash/James Jeremy Beckers)

Dalam penelitian tersebut, pengujian dilakukan dengan memutar video YouTube, di mana pada tingkat kecerahan 100%, baterai kehilangan 5% kapasitas dalam waktu rata-rata 815 detik atau sekitar 13 menit. Ketika kecerahan diturunkan menjadi 70%, waktunya bertambah menjadi sekitar 20 menit. Selisih tujuh menit untuk setiap 5% baterai tentu terasa jika dihitung dalam pemakaian sehari penuh. Itulah kenapa sangat disarankan untuk tidak menaikkan tingkat kecerahan hingga 50% karena kebiasaan sederhana ini bisa memberi tambahan waktu penggunaan yang cukup berarti, tanpa harus mengutak-atik banyak pengaturan.

4. Kebiasaan yang bisa merusak baterai

Selain tingkat kecerahan layar, ada kebiasaan yang ternyata diam-diam mempercepat penurunan kondisi baterai. Salah satunya adalah membiarkan baterai terkuras hingga 0% berulang kali. Hal lain yang sering diabaikan adalah menutup airflow laptop. Meletakkan laptop di pangkuan memang nyaman, namun itu menghalangi lubang ventilasi sehingga laptop bisa menjadi sangat panas. Suhu tinggi tentu tidak baik bagi baterai maupun komponen lain di dalam laptop. Untuk itu, pastikan sirkulasi udara cukup dengan menggunakan laptop di meja atau alas yang rata. Merubah kebiasaan kecil seperti ini akan membantu laptop bekerja lebih stabil dan baterai lebih tahan lama.

5. Tutup aplikasi yang boros baterai dan ganti baterai bila perlu

ilustrasi baterai laptop (Unsplash/Ritupon Baishya)

Meski layar merupakan penyebab terbesar baterai cepat habis, membersihkan proses latar belakang yang tidak perlu juga bisa membantu. Caranya, tekan tombol Ctrl + Alt + Delete, buka Task Manager, lalu masuk ke tab Processes dan lihat kolom Power Usage untuk mengetahui aplikasi atau proses mana yang paling boros daya. Jika sudah ketemu, klik kanan aplikasi atau proses yang tidak dibutuhkan, lalu pilih End Task. Untuk laptop yang sudah tua, cara ini kemungkinan tidak efektif karena baterainya sudah tidak bisa diperas lagi. Dalam kasus semacam itu, mengganti baterai menjadi solusi terbaik dan paling murah yang bisa menambah umur laptop hingga beberapa tahun ke depan.

Itulah tadi ulasan mengenai penyebab utama baterai laptop cepat habis menurut studi. Semoga ulasan di atas bermanfaat ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article