Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Alasan iPhone Awet walau Kapasitas Baterainya Kecil
ilustrasi iPhone (pexels.com/Аlex Ugolkov)
  • iPhone tetap awet meski baterainya kecil karena integrasi hardware dan software buatan Apple yang sangat efisien dalam mengatur konsumsi daya.
  • Sistem iOS memiliki kontrol ketat terhadap aplikasi latar belakang serta chipset berarsitektur efisien yang menekan penggunaan energi tanpa mengorbankan performa.
  • Teknologi pengecasan cerdas dan layar OLED LTPO membuat iPhone mampu menjaga kesehatan baterai serta menghemat daya secara signifikan dalam penggunaan harian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jika dibandingkan dengan HP Android, kapasitas baterai iPhone jauh lebih kecil. Berbagai HP Android sudah bisa memberikan baterai 7000 hingga 8000 mAh. Sedangkan iPhone masih nyaman dengan baterai berkapasitas 3000 hingga 5000-an mAh. Menariknya, kapasitas baterai yang kecil tak jadi masalah bagi iPhone.

Di balik kapasitasnya yang kecil, iPhone memiliki efisiensi daya tinggi, optimalisasi software yang baik, dan akhirnya bikin daya tahan baterai tetap optimal. Apa faktor yang membuat iPhone awet walau kapasitas baterainya kecil? Bagaimana cara iPhone memaksimalkan kapasitas baterai kecil tersebut? Temukan jawaban lengkapnya di bawah ini!

1. iPhone punya software dan hardware yang optimal

ilustrasi iPhone (pexels.com/Shivam Gurjar)

iPhone merupakan perangkat yang semua komponennya dikendalikan oleh satu perusahaan (Apple). Hal tersebut berbeda dengan Android, di mana tiap komponennya bisa dibuat oleh perusahaan yang berbeda. Salah satunya terlihat dari hardware dan software, di mana semuanya merupakan buatan Apple. Keunikan tersebut membuat Apple bisa mengoptimalkan hardware dan software dengan sangat baik.

Pengoptimalan tersebut membuat sistem di iPhone makin efisien. Software di iPhone sudah dibuat sedemikian rupa untuk memaksimalkan kapasitas baterai yang kecil sehingga memberikan daya tahan yang sangat baik. Selain itu, chipset di iPhone juga punya efisiensi daya yang baik sehingga tak akan memakan banyak energi dan akhirnya bikin baterai makin awet.

2. Sistem iPhone dan Android punya cara kerja yang berbeda

ilustrasi iPhone (unsplash.com/Ameen ALmayuf)

iPhone dan smartphone Android menggunakan sistem operasi (OS) yang berbeda. Karena itu, cara kerja sistemnya juga berbeda. Dilansir Ecoflow, sistem di iPhone (iOS) lebih mengutamakan performa terbaik, efisiensi, dan kontrol penuh dari Apple. Sistem Android berbeda karena mengutamakan kebebasan, sehingga tiap produsen bisa mengubah sistemnya sesuka hati.

Tiap produsen smartphone bisa menambahkan fitur, meningkatkan performa, dan memaksa sistem mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Hal tersebut bikin daya tahan baterai berkurang. Apple lebih ketat karena mereka selalu membekukan aplikasi di latar belakang dan mengontrol sistem dengan ketat. Kontrol dan pembekuan tersebut bisa meningkatkan daya tahan, bahkan dengan baterai kecil sekalipun.

3. iPhone punya chipset yang efisien

ilustrasi iPhone Pro (unsplash.com/Amjith S)

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, iPhone menggunakan chipset yang sangat efisien. Laman WION menjelaskan bahwa chipset terbaru seperti A19 Pro punya berbagai fitur yang bisa bikin baterai tetap awet. Salah satunya adalah penggunaan efficiency cores yang bertugas menghemat daya. N1 Connectivity Chip dan modem C1X juga diklaim lebih efisien daya hingga 30 persen.

GPU-nya juga dilengkapi dengan fitur Dynamic Caching 2.0 yang bisa mengalokasikan sumber daya memori dengan lebih cerdas. Kemampuan tersebut membuat GPU bisa mengurangi konsumsi daya yang tidak perlu. Arsitekturnya secara khusus juga dirancang untuk menyeimbangkan performa, kecepatan, dan efisiensi daya tingkat tinggi di segala aspek.

4. iPhone punya sistem pengecasan yang optimal

ilustrasi iPhone (unsplash.com/Thom Bradley)

Selain baterai dan sistemnya, pengecasan juga menyumbang kepada ketahanan iPhone. Dilansir laman resmi Apple, iPhone punya sistem pengecasan yang bisa membatasi persentase, baik itu di 80, 85, 90, 95, atau 100 persen (baterai full). iPhone juga tak pernah menggunakan fast charging seperti 60, 70, 80, 90, atau 100 persen. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kapasitas baterai tetap awet saat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Sebab, pengecasan super cepat bisa meningkatkan suhu, merusak baterai, dan akhirnya kekuatan baterai akan berkurang seiring berjalannya waktu.

5. iPhone pakai layar OLED yang hemat daya

ilustrasi iPhone (unsplash.com/David Grandmougin)

Sebenarnya, layar OLED juga dipakai di HP Android sehingga kelebihan ini bisa berlaku pada kedua perangkat tersebut. Dilansir Riverdi, layar OLED jauh lebih hemat dari IPS karena ia bisa mengontrol tiap piksel secara individual. Cahaya di tiap piksel bisa mati secara otomatis ketika menampilkan gambar berwarna hitam atau gelap. Hal tersebut bikin baterai lebih hemat walau kapasitasnya kecil.

Layar OLED di iPhone juga dilengkapi dengan teknologi LTPO yang bisa mengatur refresh rate secara otomatis. Ketika tidak digunakan, refresh rate layar bisa turun hingga 1 Hz sehingga tak memakan daya dan energi. Teknologi tersebut bisa memberikan peningkatan efisiensi daya hingga 16 persen. Tak hanya hemat daya, kualitas layar OLED juga jauh lebih baik daripada IPS.

Kondisi iPhone awet walau kapasitas baterainya kecil menjadi bukti bahwa ukuran daya bukanlah penghalang untuk memberikan performa terbaik. Meski baterainya hanya 3000 atau 4000-an mAh, iPhone bisa digunakan seharian penuh tanpa masalah berarti. Jika baterainya lebih besar hingga 5000-an mAh, maka daya tahannya jadi lebih tinggi. Kemungkinan, baterai 5000 mAh di iPhone bisa bertahan hingga dua hari dengan penggunaan ringan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article