IDN Times menjajal langsung HUAWEI Pura 90s Pro Max yang resmi diperkenalkan Huawei di Astana Bamboo Hills, Malaysia, Selasa (14/7/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
IDN Times menjajal langsung HUAWEI Pura 90s Pro Max yang resmi diperkenalkan Huawei di Astana Bamboo Hills, Malaysia, Selasa (14/7/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Hal pertama yang langsung mencuri perhatian adalah cara kerja AI Composition 3.0. Saat kamera diarahkan ke sebuah objek, layar secara otomatis menampilkan titik panduan sebagai rekomendasi posisi terbaik untuk mengambil gambar.
Pengguna cukup menggeser ponsel mengikuti titik tersebut hingga kamera berada pada komposisi yang dianggap ideal. Tak berhenti di situ, AI juga memberi saran tingkat zoom yang paling sesuai dengan objek yang sedang dibidik.
Seluruh proses berlangsung hanya dalam hitungan detik. Setelah komposisi dinilai pas, pengguna tinggal menekan tombol shutter dan foto langsung tersimpan di galeri.
Pengalaman sederhana ini terasa memberi perbedaan besar. Foto bangunan menjadi lebih simetris, pemandangan terlihat lebih luas, sementara potret seseorang tampak lebih proporsional. Tanpa harus memahami aturan rule of thirds, garis perspektif, maupun teknik framing, AI sudah lebih dulu mengerjakannya.
Kemampuan tersebut didukung peningkatan data pelatihan AI hingga 200 persen sehingga lebih memahami berbagai skenario pemotretan, mulai dari portrait, landscape, makanan, bangunan, hingga landmark.
Tak hanya AI Composition 3.0, Huawei juga menghadirkan AI Remove untuk menghapus objek yang mengganggu, AI De-Glare yang mengurangi pantulan cahaya, AI Best Expression untuk memilih ekspresi terbaik saat foto bersama, hingga AI Move yang membantu menangkap objek bergerak lebih tajam.
Head of Product HUAWEI Technology, Andrea Zimmer, mengatakan filosofi Huawei adalah menghadirkan kamera yang selalu siap menemani setiap momen kehidupan penggunanya.
"Setiap foto menceritakan kisah, Huawei berpikir bahwa kamera terbaik adalah yang selalu ada bersama Anda saat hidup berjalan," ujar Andrea.
Menurut dia, fotografi tidak hanya soal menghasilkan gambar yang tajam, tetapi juga menangkap emosi dalam sebuah momen.
"Fotografi bukan sesimpel merekam tapi bagaimana menangkap rasanya. Dengan True-to-Colour camera, semua warna dihasilkan sesuai sehingga atmosfernya sama," lanjutnya.