Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fitur Wajib Coba Samsung Galaxy Watch yang Nonaktif Secara Default

5 Fitur Wajib Coba Samsung Galaxy Watch yang Nonaktif Secara Default
ilustrasi Samsung Galaxy Watch (Unsplash/Daniel Romero)
Intinya Sih
  • Beberapa fitur unggulan Galaxy Watch seperti Universal Gestures, Workout Detection, dan Hard Fall Detection tidak aktif secara default dan perlu diaktifkan manual melalui pengaturan atau aplikasi pendukung.
  • Fitur kesehatan canggih seperti ECG dan Continous Heart Rate tersedia untuk pemantauan detak jantung serta aktivitas tubuh, namun pengguna harus memenuhi syarat tertentu dan siap dengan konsumsi baterai lebih besar.
  • Ketersediaan fitur dapat berbeda tergantung model serta sistem operasi Wear OS atau Tizen, tetapi Samsung rutin menghadirkan pembaruan agar fitur baru juga hadir di seri Galaxy Watch lama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Samsung Galaxy Watch merupakan pilihan paling aman sebagai alternatif Apple Watch di platform Android. Smartwatch buatan Samsung ini konsisten masuk jajaran smartwatch terbaik berkat baterai yang cukup awet dan fitur yang lengkap. Sayangnya, beberapa fitur penting dan terbaiknya tidak langsung aktif dan harus dihidupkan secara manual lewat pengaturan. Namun perlu diingat, ketersediaan sejumlah fitur bisa berbeda tergantung model dan sistem operasi yang digunakan (Wear OS atau Tizen), meski Samsung sendiri sebenarnya cukup rajin membawa fitur baru ke Galaxy Watch generasi lama. Berikut beberapa di antaranya.

1. Universal Gestures

Samsung-Galaxy-Watch-Hadir-dengan-Universal-Gesture-untuk-Mempermudah-Mengakses-Fitur-di-Perangkat-Watch-1024x768.jpg
ilustrasi fitur Universal Gestures (dok. Samsung)

Fitur Universal Gestures di Galaxy Watch memungkinkanmu mengoperasikan jam tanpa harus menyentuh layar, sehingga cocok ketika tangan kotor atau basah. Mirip seperti fitur gesture di Apple Watch, Samsung menghadirkan kontrol lewat gerakan sederhana seperti pinch (mencubit jari) dan mengepalkan tangan, atau variasi diantara keduanya. Secara umum, kepalan tangan berfungsi untuk memilih, sementara pinch digunakan untuk navigasi. Berbeda dengan fitur “Gestures” biasa yang lebih kontekstual (seperti merespons panggilan dengan gerakan tertentu), Universal Gestures sendiri bekerja secara lebih luas di berbagai situasi. Fitur ini tersedia mulai dari One UI Watch 5 dan bisa diaktifkan lewat menu Accessibility.

2. Workout Detection

Di Galaxy Watch, ada fitur Workout Detection otomatis yang bisa sangat membantu di skenario latihan di gym tapi lupa menjalankan tracking di smartwatch. Namun, fitur ini nonaktif secara default dari harus diaktifkan dulu lewat Samsung Health > Settings. Melalui fitur ini, kamu juga bisa memilih jenis aktivitas apa saja yang mau dideteksi otomatis, namun umumnya terbatas pada aktivitas dengan banyak gerakan seperti jalan, lari atau renang. Namun perlu dicatat juga bahwa fitur ini tetap memiliki kemungkinan salah deteksi, misalnya ketika berkendara. Akan tetapi, Workout Detection sangat berguna untuk menjaga data kebugaran tetap lengkap tanpa perlu repot mulai manual setiap kali latihan.

3. Hard Fall Detection

00DepYJYJKXOJ9pZ5KwJ8Dh-2..v1677589697.jpg
ilustrasi fitur Hard Fall Detection (dok. Samsung)

Banyak orang tidak sadar bahwa kecelakaan jatuh sebenarnya termasuk penyebab cedera fatal yang sangat besar. Bahkan menurut WHO, terjatuh merupakan penyebab kematian akibat kecelakaan nomor dua di dunia. Di Galaxy Watch, ada fitur Hard Fall Detection, tapi tidak aktif secara default, sehingga harus dihidupkan lewat aplikasi Galaxy Wearable di menu Safety and Emergency. Setelah aktif, Galaxy Watch bisa otomatis menghubungi kontak darurat atau layanan darurat jika mendeteksi kamu jatuh dan tidak bergerak dalam beberapa waktu. Fitur ini bisa disetel aktif sepanjang waktu atau hanya ketika aktivitas tertentu, dan kecil kemungkinan terpicu secara tidak sengaja karena sistemnya menunggu kondisi benar-benar tidak responsif.

4. Continous Heart Rate

Smartwatch seperti Apple Watch atau Galaxy Watch umumnya tidak mengukur detak jantung secara nonstop, melainkan berkala di sepanjang hari agar baterai tetap awet sembari tetap bisa memberi gambaran kondisi tubuh. Namun, bagi yang butuh pemantauan terus-menerus, Samsung menyediakan opsi Continous Heart Rate di pengaturan Samsung Health, meski konsekuensinya baterai akan lebih cepat habis. Selain itu, Galaxy Watch juga mendukung fitur pengukuran tekanan darah, meski proses awalnya cukup ribet karena kamu harus menghindari aktivitas tertentu seperti merokok atau mengonsumsi kafein, lalu melakukan kalibrasi menggunakan alat tensi sebanyak tiga kali dalam kondisi tenang. Setelah itu, barulah Galaxy Watch bisa digunakan untuk mengukur tekanan darah secara mandiri tanpa alat tambahan.

5. ECG

samsung-watch-irregular-heart-feature.jpg
ilustrasi fitur ECG (dok. Samsung)

Smartwatch saat ini sudah bisa melakukan ECG (elektrokardiogram), sesuatu yang dulu hanya bisa dilakukan di klinik dengan banyak elektroda di tubuh. Tidak hanya di Apple Watch, Galaxy Watch juga dibekali fitur ECG meski ada syarat penggunaan seperti usia minimal 22 tahun dan tidak menggunakan alat medis implan seperti pacemaker. Dengan aplikasi Samsung Health Monitor, kamu bisa melakukan tes kapan saja dengan tetap diam selama proses berlangsung, dan hasil tesnya bisa disimpan atau dibagikan dalam bentuk PDF. Fitur ini tersedia di Galaxy Watch berbasis Wear OS dan Tizen versi tertentu, namun tetap tidak bisa menggantikan pemeriksaan medis profesional. Hasilnya hanya sebagai peringatan awal, bukan diagnosis pasti.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa fitur wajib coba di Samsung Galaxy Watch yang tidak aktif secara default. Tertarik menggunakan fitur-fitur di atas?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More