Siklus pengisian daya baterai yang baik untuk menjaga kesehatan baterai (apple.com)
Kasus Batterygate mencuat ketika sejumlah pengguna mulai menyadari bahwa iPhone lama mereka mengalami penurunan performa setelah pembaruan sistem. Belakangan, Apple Inc. mengonfirmasi bahwa mereka memang menerapkan mekanisme pembatasan performa pada perangkat dengan kondisi baterai yang sudah menurun. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas sistem, terutama agar iPhone tidak mati mendadak saat baterai tak lagi mampu menyuplai daya puncak secara konsisten.
Namun, akar persoalan ini sebenarnya sudah muncul sejak akhir 2016, tepatnya setelah peluncuran iOS 10.1.1. Mengutip laporan The Next Web dan ExtremeTech, pengguna iPhone 6 dan iPhone 6S mulai mengeluhkan baterai yang tidak stabil. Beberapa perangkat bahkan mati secara tiba-tiba meski indikator masih menunjukkan sekitar 30 persen. Dalam sejumlah kasus, persentase baterai juga dilaporkan anjlok drastis hingga 1 persen sebelum perangkat mati, lalu kembali normal setelah diisi ulang. Kondisi ini memicu kebingungan sekaligus menimbulkan kecurigaan terhadap kinerja perangkat.
Apple kemudian mengakui bahwa sebagian unit iPhone 6S mengalami cacat produksi baterai. Selain itu, perusahaan juga menegaskan bahwa proses penuaan kimia pada baterai lithium-ion turut memperburuk kondisi tersebut. Melalui pembaruan seperti iOS 10.2.1, Apple mulai menyempurnakan algoritma manajemen daya. Hasilnya, angka shutdown mendadak berhasil ditekan secara signifikan yakni lebih dari 80 persen pada iPhone 6S dan lebih dari 70 persen pada iPhone 6, sebagaimana dilaporkan ZDNet dan TechCrunch. Meski begitu, isu performa belum sepenuhnya mereda.
Pada Desember 2017, laporan dari pengembang benchmark Geekbench menemukan adanya pola penurunan performa pada iPhone 6 yang menjalankan iOS di atas versi 10.2.1 dan iPhone 7 versi iOS 11.2 ke atas. Temuan ini memperkuat dugaan lama bahwa Apple secara sengaja menurunkan performa perangkat lama melalui pembaruan sistem, yang oleh sebagian pihak dikaitkan dengan praktik planned obsolescence untuk mendorong penjualan model terbaru.
Kontroversi pun tak terhindarkan, terutama karena Apple tidak mengomunikasikan kebijakan tersebut secara transparan sejak awal. Banyak pengguna merasa keputusan itu diambil tanpa persetujuan mereka, sehingga memicu gelombang kritik secara global. Sebagai respons, Apple akhirnya menyampaikan permintaan maaf, menghadirkan program diskon penggantian baterai, dan menambahkan fitur kesehatan baterai di iOS agar pengguna dapat memantau kondisi perangkat mereka secara lebih terbuka.