Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kekurangan Googlebook yang Harus Diperhatikan, Wajib Tahu!
Acer Googlebook 14 (acer.com)
  • Google membuka pemesanan Googlebook pada 21 September 2026, laptop ber-UI mirip Android yang mengandalkan AI dan Gemini, dengan harga sekitar 899–1.299 dolar AS.
  • Googlebook tidak memiliki dedicated GPU, sehingga kemampuan gaming kompetitif dan AAA kalah dibanding laptop seharga serupa yang memakai GPU diskret.
  • RAM LPDDR5X hingga 64 GB pada Googlebook disolder dan tidak dapat ditingkatkan; pilihan model, variasi port, serta kompatibilitas aplikasi juga masih terbatas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pada 21 September 2026 Google membuka pemesanan Googlebook secara resmi. Googlebook sendiri adalah laptop terbaru buatan Google yang berfokus pada kemampuan AI dan memilki user interface (UI) yang serupa dengan sistem operasi (OS) Android. Spesifikasi Googlebook juga diklaim setara dengan laptop kelas atas dan bodinya dibuat dengan material premium.

Namun, Googlebook jauh dari kata laptop yang sempurna. Ada beberapa kekurangan Googlebook yang mencakup berbagai aspek seperti performa, kemampuan untuk melakukan upgrade komponen, hingga kehadiran port pada perangkat.

1. Tak punya dedicated GPU sehingga tidak ideal buat gaming

Lenovo Googlebook 15 (lenovo.com)

Google sebenarnya memiliki standar yang cukup tinggi untuk prosesor di Googlebook, yaitu harus menggunakan Intel Core Ultra Series 3 atau Snapdragon X Elite. Penggunaan kedua jenis prosesor tersebut membuat Googlebook cukup tangkas untuk menjalankan berbagai kegiatan seperti rendering, multitasking, dan editing. Gaming ringan juga masih mumpuni, khususnya game yang tidak memakan banyak power.

Namun, laman 9to5Google menerangkan bahwa Googlebook sebenarnya tidak memiliki power yang terlalu besar. Laptop tersebut tidak dilengkapi dengan dedicated GPU seperti NVIDIA RTX series. Alhasil, performa gaming-nya tak sebanding dengan laptop di harga serupa yang punya dedicated GPU seperti laptop gaming. Jika ingin bermain game kompetitif atau game AAA sebaiknya kamu tak berharap banyak pada Googlebook.

2. Masih pakai RAM LPDDR5X yang tidak bisa di-upgrade

XPS Googlebook (store.google.com)

Laman Notebookcheck menerangkan bahwa Googlebook mengusung konfigurasi RAM LPDDR5X dengan kapasitas mencapai 64 GB. LPDDR5X adalah RAM yang mengedepankan efisiensi daya sehingga perangkat bisa bertahan lebih lama tanpa harus dicas. Sayangnya, RAM LPDDR (termasuk LPDDR5X) tidak bisa di-upgrade karena sudah disolder secara langsung ke motherboard. Hal tersebut sangat berbeda dari RAM DDR yang biasanya bisa dibongkar pasang dan di-upgrade. Karena itu, kamu harus memilih varian RAM terbaik agar laptop bisa digunakan dalam waktu yang lama dan tidak terjadi penurunan performa ketika dipakai untuk aktivitas berat.

3. Pilihan laptop Googlebook masih cukup terbatas

Acer Googlebook 14 (acer.com)

Untuk saat ini Google baru merilis lima model Googlebook. Dilansir Gadgeteer, kelimanya adalah ASUS Googlebook 14, Acer Googlebook 14, XPS Googlebook, Lenovo Googlebook 15, dan HP Googlebook 14. Kelima seri laptop tersebut dijual dengan harga yang beragam, yaitu sekitar 899 hingga 1,299 dolar Amerika Serikat (setara dengan Rp16 juta--23,2 jutaan). Saat ini, SKU dan pilihan varian Googlebook masih cukup terbatas karena hanya hadir di beberapa merek tertentu. Namun, hal tersebut cukup masuk akal karena Google baru merilis Googlebook untuk pertama kalinya. Setelah Googlebook sukses bisa saja Google akan menghadirkan lebih banyak varian dengan harga dan spesifikasi yang makin beragam.

4. Googlebook punya port yang cukup terbatas

Lenovo Googlebook 15 (store.google.com)

Googlebook sejatinya adalah laptop thin and light yang tipis, ringan, tapi tetap kokoh. Googlebook memang nyaman dibawa, tipis, tidak berat, dan memiliki feels premium, tapi bodinya yang tipis serta ringan memiliki kekurangan tersendiri, yaitu tidak memiliki port lengkap. Secara umum Googlebook hanya dibekali port USB type C, audio jack, Thunderbolt, dan terkadang HDMI. Tidak ada port berukuran besar seperti SD Card reader, USB Type A, Kensington Lock, atau port LAN. Semua port tersebut umumnya tersedia di perangkat yang lebih tebal seperti laptop gaming atau laptop bisnis. Jika dikomparasi, port di Googlebook lebih mirip dengan MacBook.

5. Sistem Googlebook lebih berfokus pada AI dan Gemini

Lenovo Googlebook 15 (lenovo.com)

Di laman resminya dijelaskan bahwa Googlebook adalah perangkat yang berfokus pada kemampuan AI dan secara khusus didesain untuk penggunaan Gemini Intelligence. Bagi pengguna awam hal tersebut sebenarnya bukan masalah, bahkan bisa memudahkan kegiatan harian. Namun, karena terlalu berfokus pada AI Googlebook seakan-akan menganaktirikan aspek lain seperti upgradeability, performa gaming, hingga kompatibilitas dengan banyak aplikasi. Fitur yang biasanya ada di OS lain seperti Windows juga kemungkinan tak akan kamu temukan di Googlebook.

Dalam penggunaannya, Googlebook kemungkinan besar tak akan cocok untuk semua tipe pengguna. Laptop ini hanya cocok buat kamu yang mencari kemudahan, efisiensi, atau mengincar kompatibilitas dengan perangkat Google yang lain. Hingga saat ini Googlebook juga belum dirilis secara resmi di Indonesia sehingga kamu harus bersabar jika ingin membeli laptop tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article