Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perbedaan Charger Magnetik Microsoft Surface Ultra dan MacBook
charger Microsoft Surface Ultra (microsoft.com)
  • Microsoft Surface Ultra, yang dapat dipesan mulai 7 Oktober 2026, memperkenalkan Magnetic Connect berbasis USB-C dengan dukungan pengisian daya, transfer data 40 Gbps, DisplayPort 2.1, dan monitor 4K 60 Hz.
  • MagSafe MacBook memakai port khusus untuk pengisian daya saja, sedangkan Magnetic Connect mendukung hingga 140 watt dan charger disertakan; daya MagSafe bervariasi menurut model MacBook.
  • Keduanya memakai koneksi magnetik built-in, tetapi pengisian magnetik dapat mudah terlepas, kurang ideal untuk pengisian semalaman atau daya terbesar, serta umumnya lebih mahal dibanding charger konvensional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Microsoft Surface Ultra secara resmi sudah bisa dipesan pada 7 Oktober 2026. Laptop premium keluaran Microsoft tersebut memberikan spesifikasi kelas atas seperti layar mini-LED 15 inci, prosesor NVIDIA RTX Spark, ketahanan baterai hingga 15 jam, dan kemampuan AI tingkat tinggi. Selain itu, ada satu hal unik di Microsoft Surface Ultra yang tak ada di laptop lain, yaitu fitur charger magnetik.

Fitur tersebut disebut Magnetic Connect dan menjadi yang pertama diimplementasikan oleh Microsoft. Menariknya, Microsoft bukan satu-satunya merek yang pernah menghadirkan fitur charger magnetik. Sebelumnya, fitur serupa juga pernah diterapkan pada MacBook. Lantas, apa saja perbedaan charger magnetik Microsoft Surface Ultra dan MacBook? Kupas tuntas di artikel ini, yuk!

1. Perbedaan fungsi dan kegunaan

ilustras MacBook (unsplash.com/dlxmedia.hu)

Laman Gadget Now menjelaskan bahwa Magnetic Connect di Microsoft Surface Ultra menggunakan port USB-C. Hal tersebut membuatnya jadi lebih fleksibel sehingga tak cuma bisa dipakai untuk mengecas. Magnetic Connect mendukung fungsi lain seperti mentransfer data (hingga 40 Gbps), mendukung DisplayPort 2.1, bahkan bisa digunakan untuk menghubungkan laptop ke monitor 4K 60 Hz.

Laman Engadget menjelaskan bahwa pengecasan magnetik pada MacBook menggunakan sistem MagSafe. Di sistem tersebut, Apple menggunakan proprietary port atau port khusus sehingga hanya bisa digunakan untuk mengecas. MagSafe di MacBook tak bisa menghubungkan laptop ke monitor, bahkan tidak bisa digunakan untuk melakukan transfer data.

2. Perbedaan daya pengecasan

Microsoft Surface Ultra (microsoft.com)

Dilansir Tom's Guide, Magnetic Connect mendukung pengisian daya hingga 140 watt. Microsoft juga berbaik hati memberikan charger di paket penjualan. MagSafe di MacBook memiliki daya pengisian yang berbeda tergantung pada modelnya. MacBook Air (2022 atau lebih baru) mendukung daya 67, 70, 96, dan 140 watt. MacBook Pro 14 inci (2021 atau yang lebih baru) mendukung daya 96 dan 140 watt. MacBook Pro 16 inci (2021 atau lebih baru) hanya mendukung pengisian daya dengan daya 140 watt. Dari perbandingan tersebut dapat terlihat bahwa dukungan pengecasan Magnetic Connect dan MagSafe tak beda jauh.

3. Perbedaan teknologi di Microsoft Surface dan MacBook

ilustras MacBook dicas (unsplash.com/dlxmedia.hu)

Implementasi Magnetic Connect dan MagSafe sebenarnya sama, yaitu sama-sama menggunakan sistem magnetik pada port untuk pengecasan. Namun, laman Mashable menjelaskan bahwa Magnetic Connect milik Microsoft adalah pengecasan magnetik pertama yang menggunakan port USB-C dan secara langsung tertanam di perangkat (built-in).

Sistem MagSafe di MacBook juga built-in, tapi tidak menggunakan USB-C yang universal. Hal tersebut sangat "Apple" karena perusahaan asal Amerika Serikat tersebut sering menggunakan teknologi buatan mereka sendiri untuk menjaga eksklusivitas. Sebenarnya juga ada charger magnetik lain dari pihak ketiga. Namun, charger pihak ketiga tidak built-in sehingga kamu harus membeli adaptor tambahan dan memasangnya di laptop.

4. Apakah charger magnetik di laptop efektif?

ilustras MacBook dicas (unsplash.com/Masaaki Komori)

Charger magnetik di laptop sebenarnya bukan suatu hal yang baru dan sudah cukup umum digunakan. Meski begitu, charger magnetik di laptop tak selamanya menguntungkan dan efisien. Dilansir laman Chargeasap, charging magnetik tidak ideal buat kamu yang sering mengecas laptop semalaman atau menginginkan daya terbesar. Jika kamu sering upgrade laptop dari berbagai merek yang berbeda, charger magnetik juga tak efisien. Karena koneksinya yang berbasis magnet, charger magnetik mudah lepas jika tak sengaja tersenggol atau terkena barang. Charger yang mendukung pengisian daya magnetik biasanya juga memiliki harga lebih mahal daripada charger konvensional.

Berbagai perbedaan charger magnetik Microsoft Surface Ultra dan MacBook tersebut membuktikan bahwa Apple dan Microsoft mengambil pendekatan yang berbeda. Microsoft mengedepankan kepraktisan, kenyamanan, dan fungsi universal. Apple lebih berfokus pada kesan eksklusif, kemewahan, dan ekosistem. Jika membahas mana yang paling baik, jawabannya sangat bergantung pada kebutuhan dan preferensi pribadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article