Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Googlebook vs. Macbook Neo, Mana Paling Pas buat Kerja?

4 min read
Googlebook vs. Macbook Neo, Mana Paling Pas buat Kerja?
MacBook Neo (apple.com)
  • Googlebook hadir mulai sekitar Rp16 juta lewat lima produsen, menawarkan RAM minimal 16GB, pilihan Intel Core Ultra Series 3 atau Snapdragon X Elite, serta perangkat yang beragam.
  • MacBook Neo seharga sekitar Rp12,5 juta tersedia dalam satu model 13 inci dengan chip A18 Pro, RAM 8GB, SSD 256GB atau 512GB, dan desain tanpa kipas.
  • Googlebook mengandalkan integrasi Android, Gemini, pembaruan hingga 10 tahun, dan bonus AI Pro; MacBook Neo menargetkan pengguna iPhone melalui ekosistem macOS untuk produktivitas sehari-hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Googlebook hadir sebagai kategori laptop baru dari Google yang menggabungkan teknologi Android dengan integrasi kecerdasan buatan. Laptop ini meluncur pada September 2026. Di sisi lain, Apple menawarkan MacBook Neo sebagai laptop entry level dengan chip A18 Pro dan sistem operasi macOS.

Keduanya sama-sama menyasar kebutuhan kerja sehari-hari dengan membawa pendekatan berbeda. Googlebook mengutamakan integrasi Android dan fitur Gemini, sedangkan MacBook Neo menawarkan ekosistem macOS dalam perangkat dengan harga lebih terjangkau. Nah, laptop mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan kerja? Simak perbandingan Googlebook dan MacBook Neo berikut ini.

  1. 1. Googlebook punya pilihan hardware lebih beragam

    Lenovo Googlebook
    Lenovo Googlebook (googlebook.google)

    Googlebook hadir melalui lima produsen, yaitu Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo. Setiap produsen menawarkan karakter perangkat yang berbeda, mulai dari model convertible hingga laptop ringan untuk mobilitas. Harga Googlebook dimulai dari 899 dolar AS atau sekitar Rp16 jutaan. Seluruh model Googlebook memiliki RAM minimal 16GB. MacBook Neo memiliki konfigurasi yang lebih sederhana karena Apple hanya menawarkan satu model berukuran 13 inci. Laptop ini menggunakan chip A18 Pro, RAM 8GB, dan pilihan SSD 256GB atau 512GB. Harga Macbook Neo adalah sekitar 699 dolar AS atau sekitar Rp12,5 jutaan. 

  2. 2. MacBook Neo mengandalkan performa A18 Pro

    MacBook Neo
    MacBook Neo (apple.com)

    MacBook Neo menggunakan A18 Pro dengan CPU enam inti, GPU lima inti, dan Neural Engine 16-core. Apple mengklaim chip ini mampu menangani aktivitas seperti browsing, membuat dokumen, mengedit foto, menjalankan aplikasi produktivitas, dan berbagai tugas AI. Perangkat ini menggunakan desain tanpa kipas sehingga pengoperasiannya tetap senyap. Di sisi lain, Googlebook menawarkan pilihan prosesor Intel Core Ultra Series 3 dan Snapdragon X Elite. Seluruh lini memiliki NPU dengan kemampuan lebih dari 45 TOPS untuk menjalankan berbagai fitur AI langsung di perangkat. Google mencantumkan daya tahan baterai hingga 14 jam untuk pemutaran video dan 16 jam untuk penggunaan web pada lini Googlebook.

  3. 3. Googlebook terintegrasi dengan HP Android

    potret Googlebook dan HP Android
    potret Googlebook dan HP Android (googlebook.google)

    Googlebook dirancang untuk terhubung langsung dengan HP Android yang digunakan penggunanya. Saat melakukan pengaturan awal, sejumlah data seperti pengaturan HP, kata sandi tersimpan, jaringan Wi-Fi, dan pesan dapat ikut berpindah ke laptop dengan perlindungan enkripsi end-to-end. Google menyediakan akses ke aplikasi Android dan sejumlah fitur untuk melanjutkan aktivitas dari smartphone ke laptop. Selain itu, integrasi kecerdasan buatan di laptop ini mendapatkan dukungan penuh dari Google karena menggunakan Gemini versi paling mutakhir. 

    Sementara itu, MacBook Neo memiliki konsep serupa bagi pengguna perangkat Apple melalui ekosistem macOS. Laptop ini bisa menjalankan aplikasi seperti WhatsApp, Canva, Excel, dan berbagai aplikasi lain yang umum digunakan untuk pekerjaan sehari-hari. Jadi, jenis HP yang sudah digunakan bisa menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum memilih kedua laptop tersebut.

  4. 4. Fitur AI Googlebook lebih menjadi bagian dari sistem

    HP Googlebook
    HP Googlebook (googlebook.google)

    Google menempatkan Gemini sebagai bagian penting dari pengalaman menggunakan Googlebook. Fitur seperti Magic Pointer dapat memanggil Gemini berdasarkan konteks yang sedang ditampilkan di layar, sementara Rambler mampu mengubah catatan suara yang masih berantakan menjadi teks terstruktur. Googlebook juga menyediakan fitur lain seperti pembuatan widget dengan perintah bahasa alami dan pemrosesan tugas AI di latar belakang. Sebaliknya, MacBook Neo mengandalkan Neural Engine 16-core untuk menjalankan berbagai fitur Apple Intelligence langsung perangkat. Apple mencontohkan penggunaan AI untuk merangkum catatan dan membantu aktivitas seperti pengeditan foto.

  5. 5. Pilih sesuai ekosistem dan kebutuhan kerja

    MacBook Neo
    MacBook Neo (apple.com)

    Googlebook lebih relevan bagi pekerja yang menggunakan HP Android dan banyak bergantung pada layanan Google. Daya tarik utama laptop ini terletak pada pilihan hardware lebih beragam, RAM minimal 16GB, fitur Gemini, dan integrasi langsung ke perangkat Android. Selain itu, Googlebook menawarkan dukungan pembaruan hingga 10 tahun dan bonus Google AI Pro selama 12 bulan. Sedangkan, MacBook Neo bisa menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan laptop macOS dengan harga awal lebih rendah. Laptop ini sangat cocok bagi pengguna iPhone karena integrasi ekosistem Apple yang begitu eksklusif. 

    Kesimpulannya, Googlebook dan MacBook Neo punya sasaran pengguna yang berbeda, jadi pilihan paling pas bergantung pada aplikasi kerja, HP yang digunakan, dan ekosistem yang sudah dimiliki. Sebagai info tambahan, kedua laptop ini kurang cocok untuk gaming meskipun harga ada di atas Rp10 jutaan, karena sama-sama ditujukan untuk produktivitas. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More