Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Pertimbangan Penting Sebelum Membeli HP OnePlus, Apa Saja?
ilustrasi HP OnePlus (Unsplash/Amar Syazwan Rosman)
  • Desain OnePlus 15 dinilai kehilangan identitas khasnya karena tampil lebih generik dan sulit dibedakan dari merek Android lain.
  • Hilangnya slider alert fisik diganti tombol Plus Key untuk AI, membuat pengalaman pengguna lama terasa kurang praktis.
  • OxygenOS kini menyerupai iOS dan kerja sama dengan Hasselblad berakhir, menyebabkan penurunan kualitas kamera serta hilangnya karakter unik OnePlus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

OnePlus dulu dikenal sebagai brand HP Android yang berbeda dan memiliki identitas kuat, tapi sejak OnePlus 15, arah itu terasa mulai hilang. Secara spesifikasi, HP buatan OnePlus memang tetap mumpuni, namun pengalaman penggunaannya sudah tidak sememuaskan dulu. Ciri khas desain dan fitur unik OnePlus juga makin memudar, digantikan pendekatan yang lebih generik. Bahkan, OxygenOS yang dulu terlihat sangat menarik, saat ini malah tampak terlalu mirip iOS. Alhasil, alasan untuk mempertimbangkan ulang sebelum membeli HP OnePlus jadi semakin banyak dan berikut beberapa di antaranya.

1. Identitas desain OnePlus berganti ke arah lain

ilustrasi HP OnePlus (Unsplash/Vinit Vispute)

OnePlus dulu dikenal memiliki identitas desain yang kuat dan berbeda, misalnya lewat modul kamera bulat dan finishing belakang yang bertekstur seperti kulit, yang membuat kesan premiumnya terasa unik dibanding Samsung atau Google. Namun di HP terbaru mereka yaitu OnePlus 15, arah itu berubah. Desainnya jadi lebih umum dengan kamera kotak dan pilihan warna yang cenderung aman sehingga terlihat seperti banyak HP Android lain di pasaran. Akibatnya, sebagian orang mungkin sulit membedakannya dari HP brand lain jika tidak ada logo OnePlus di bodi belakangnya. Pergantian identitas desain ini memberi kesan bahwa OnePlus mulai meninggalkan ciri khas yang dulu jadi daya tarik utamanya, dan berisiko kehilangan identitas hingga terlihat seperti brand generik di bawah bayang-bayang kompetitor.

2. Slider alert fisik menghilang

OnePlus kini mengganti slider alert fisik (untuk mengatur mode notifikasi) dengan tombol baru bernama Plus Key untuk memanggil asisten AI OxygenOS, Plus Mind. Perubahan ini dinilai kurang tepat karena banyak pengguna justru lebih membutuhkan kontrol cepat terhadap mode notifikasi dibanding fitur AI yang belum tentu sering digunakan. Slider alert sebelumnya banyak disukai karena sederhana dan sangat berguna dalam penggunaan sehari-hari, sementara Plus Key terasa terbatas secara fungsi dan tidak terintegrasi luas dengan aplikasi lain. Akibatnya, alih-alih meningkatkan pengalaman penggunaan, hilangnya slider alert fisik malah menambah masalah bagi pengguna lama yang sudah terbiasa dengan kemudahan fitur tersebut.

3. OxygenOS kini terlihat seperti iOS

ilustrasi OxygenOS (dok. OnePlus)

Dulu, OxygenOS dikenal sebagai salah satu skin Android paling bersih dan cepat, hingga di titik jadi favorit banyak pengguna yang suka Android versi stock dengan sedikit sentuhan fitur tambahan seperti Open Canvas. Namun sekarang, arah pengembangannya berubah cukup drastis karena lebih meniru iOS. Di OxygenOS 16 misalnya, desain UI-nya jadi lebih “glassy” ala Liquid Glass, lengkap dengan app drawer yang otomatis dikelompokkan seperti di iPhone. Tidak hanya itu, aplikasi bawaan seperti kalkulator dan cuaca juga dibuat mirip versi Apple. Perubahan ini seperti meninggalkan identitas lama OnePlus, dan mungkin kurang cocok bagi pengguna yang mencari UI yang simpel dan khas Android.

4. Tidak lagi bekerja sama dengan Hasselblad

Kolaborasi bertahun-tahun antara OnePlus dan Hasselblad sempat mengangkat kualitas kamera OnePlus secara signifikan, terutama sejak OnePlus 9. Kerja sama ini menghadirkan peningkatan seperti color tuning yang lebih akurat, fitur fotografi profesional seperti mode XPan, serta hasil foto dan video yang tak kalah bagus dari HP flagship milik Samsung dan Google. Namun, setelah kemitraan diantara keduanya berakhir, ada kekhawatiran bahwa kualitas dan fleksibilitas kamera di HP OnePlus kedepannya akan menurun. Meski secara logika di tiap HP terbaru seharusnya membawa peningkatan, hal itu tidak selalu pasti, dan OnePlus kemungkinan akan lebih banyak meniru pendekatan kamera Apple di masa depan.

5. Sensor kamera mengalami penurunan

ilustrasi HP OnePlus (Unsplash/Shawn Rain)

Setelah berakhirnya kerja sama dengan Hasselblad, HP flagship terbaru OnePlus yaitu OnePlus 15 malah mengalami penurunan dari sisi hardware kamera. Alih-alih meningkatkan kualitas sensor, OnePlus malah menggunakan sensor yang lebih kecil dan kurang mumpuni di seluruh modul kamera belakang, sehingga hasil fotonya kini lebih bergantung pada pemrosesan software daripada kemampuan sensornya. Meski mereka memperkenalkan mesin pemrosesan baru bernama DetailMax, upaya menjaga ketajaman gambar tetap terbatas karena keterbatasan sensor dan kualitas lensa. OnePlus 15 memang masih menggunakan konfigurasi triple camera 50MP dengan kemampuan optical zoom 3,5x dan mode Action, tapi secara keseluruhan performanya kalah dibanding OnePlus 14, terutama dalam kondisi low-light dan detail telephoto.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa kekurangan dari membeli HP OnePlus. Tetap tertarik meminang HP OnePlus setelah membaca ulasan di atas?

Curated For You

Editorial Team

Related Article