Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rumor OPPO Satukan OnePlus dan realme dengan ColorOS

Rumor OPPO Satukan OnePlus dan realme dengan ColorOS
OxygenOS 16 (kiri) | ColorOS 16 (kanan) (oneplus.com) | (oppo.com)
Intinya Sih
  • OPPO dikabarkan akan menyatukan sistem antarmuka OnePlus dan realme ke dalam ColorOS untuk efisiensi pengembangan serta percepatan pembaruan fitur di seluruh perangkat ekosistemnya.
  • Langkah ini disebut melanjutkan integrasi sejak 2021 ketika basis kode OxygenOS dan ColorOS digabung, memperkuat arah menuju satu platform global bagi OPPO, OnePlus, dan realme.
  • Laporan juga menyebut perubahan fokus pasar: OnePlus menitikberatkan India dan China, sementara realme mengalihkan perhatian ke pasar internasional; namun belum ada konfirmasi resmi dari pihak perusahaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Rumor besar kembali berembus dari industri smartphone Android. OPPO dikabarkan tengah menyiapkan langkah konsolidasi besar yang menyasar perangkat lunak. Jika informasi ini benar, OxygenOS milik OnePlus dan realme UI bakal dihentikan, kemudian seluruh perangkat dari ketiga merek akan menggunakan ColorOS sebagai sistem antarmuka utama.

Informasi tersebut pertama kali diungkap oleh seorang pembocor (insider) yang dikenal memiliki rekam jejak yang cukup akurat. Hingga artikel ini ditulis, OPPO, OnePlus, maupun realme belum memberikan konfirmasi resmi mengenai rumor tersebut. Karena itu, seluruh informasi berikut masih sebatas laporan dari orang dalam dan belum menjadi kebijakan resmi perusahaan.

1. OPPO ingin menyatukan seluruh perangkat lunaknya menggunakan ColorOS

ColorOS 16
ColorOS 16 (oppo.com)

Mengutip laporan Smartprix (5/7/2026), OPPO ingin menyatukan seluruh pengembangan perangkat lunaknya agar hanya menggunakan satu Android skin, yakni ColorOS. Langkah ini disebut menjadi bagian dari restrukturisasi besar yang menyatukan OnePlus dan realme lebih dekat ke dalam ekosistem OPPO. Artinya, ketiga merek tidak lagi mengembangkan antarmuka secara terpisah.

Keputusan tersebut diyakini akan memangkas biaya riset dan pengembangan (Research & Development). Selama ini OPPO harus mengelola tiga antarmuka berbeda, yaitu ColorOS, OxygenOS, dan realme UI, yang masing-masing membutuhkan tim pengembang, pengujian, hingga pembaruan sistem sendiri. Melalui satu platform, perusahaan teknologi dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien sekaligus mempercepat distribusi fitur baru.

2. Dasar pengembangan sudah menguat sejak 2021

Upgrade kontrol playback video di ColorOS OPPO versi terbaru
Upgrade kontrol playback video di ColorOS OPPO versi terbaru (community.oppo.com)

Sebenarnya, rumor ini bukan muncul tanpa dasar. Pada 2021, pendiri OnePlus sekaligus Chief Product Officer OPPO, Pete Lau, pernah mengumumkan bahwa basis kode OxygenOS dan ColorOS akan digabung. Saat itu, tujuan utamanya adalah mengombinasikan performa ringan khas OxygenOS dengan kelengkapan fitur yang dimiliki ColorOS.

Dalam beberapa tahun terakhir, perbedaan antara OxygenOS dan ColorOS memang tidak begitu kentara. OnePlus juga sebelumnya telah menghentikan HydrogenOS, antarmuka yang digunakan khusus di pasar China, dan menggantinya dengan ColorOS. Jika rumor terbaru ini benar, strategi yang sebelumnya diterapkan di China akan diperluas menjadi standar global untuk seluruh perangkat OPPO, OnePlus, dan realme.

3. OnePlus dan realme juga dikabarkan ubah fokus pasar

OnePlus Watch 4
OnePlus Watch 4 (oneplus.com)

Laporan tersebut tidak hanya membahas perangkat lunak, tetapi juga strategi bisnis masing-masing merek. OnePlus disebut akan lebih memusatkan perhatian pada dua pasar utamanya, yaitu India dan China. Sementara itu, realme dikabarkan mulai mengurangi operasinya di China agar dapat lebih fokus mengembangkan bisnis di pasar internasional.

Beberapa indikasi konsolidasi disebut sudah mulai terlihat. Di India, layanan purnajual OnePlus dilaporkan telah diintegrasikan dengan jaringan layanan milik OPPO. Laporan GSMArena juga menyoroti bahwa OnePlus Jerman mulai mengarahkan konsumennya ke perangkat OPPO, sementara hampir seluruh produk di situs resmi OnePlus Inggris telah habis stok. Meski demikian, belum ada penjelasan resmi apakah perubahan tersebut memang berkaitan langsung dengan strategi konsolidasi global.

4. Pengguna OnePlus berpotensi kehilangan identitas OxygenOS

OxygenOS 16
OxygenOS 16 (oneplus.com)

Bagi pengguna realme, transisi ke ColorOS kemungkinan tidak akan terasa terlalu drastis. Pasalnya, realme UI sejak awal dikembangkan berbasis antarmuka milik OPPO tersebut, sehingga pengalaman penggunaan keduanya sudah memiliki banyak kemiripan. Kondisinya berbeda bagi pengguna OnePlus yang selama ini memiliki keterikatan kuat terhadap OxygenOS.

Sejak diperkenalkan bersama OnePlus One pada 2014, OxygenOS telah menjadi salah satu ciri khas OnePlus. Antarmuka ini dikenal ringan, minim aplikasi bawaan (bloatware), dan menghadirkan pengalaman yang mendekati Android murni. Meski beberapa tahun terakhir pengembangannya semakin terintegrasi ke ColorOS, nama OxygenOS tetap dipertahankan sebagai pembeda OnePlus dari OPPO.

Apabila laporan ini terbukti benar, penghentian OxygenOS diperkirakan menjadi perubahan besar bagi komunitas OnePlus. Selama bertahun-tahun, banyak pengguna memilih perangkat OnePlus bukan hanya karena spesifikasi yang kompetitif, tetapi juga pengalaman perangkat lunak yang ditawarkan. Karena itu, hilangnya OxygenOS dinilai dapat mengurangi karakter khas yang selama ini melekat pada OnePlus sekaligus menjadi salah satu alasan utama loyalitas para penggunanya.

5. Informasi masih sebatas rumor dan belum ada konfirmasi resmi

OPPO ColorOS 16
OPPO ColorOS 16 (oppo.com)

Hingga saat ini, seluruh informasi mengenai penghentian OxygenOS dan realme UI masih berasal dari laporan dua media teknologi, yakni Smartprix dan GSMArena. Keduanya juga sama-sama mengutip sumber internal industri. Belum ada pengumuman resmi dari OPPO mengenai penyatuan antarmuka maupun perubahan strategi bisnis global tersebut.

Karena itu, pengguna OnePlus, realme, maupun OPPO sebaiknya menunggu pernyataan resmi dari perusahaan. Apabila rumor ini terbukti benar, langkah tersebut akan menjadi salah satu perubahan terbesar dalam ekosistem BBK selama beberapa tahun terakhir. Kabar ini sekaligus juga berpotensi mengubah pengalaman penggunaan jutaan pengguna smartphone di berbagai negara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More