Surface Laptop Ultra (microsoft.com)
Nama RTX mungkin membuat RTX Spark terlihat menggoda bagi gamer. NVIDIA mengklaim platform ini mampu memainkan game AAA pada 1440p di atas 100 fps dalam kondisi tertentu. Namun, pengujian independen menunjukkan bahwa hasilnya sangat bergantung pada game, pengaturan grafis, dan penggunaan teknologi seperti DLSS.
Dilansir dari The Verge, rata-rata 66 fps pada Cyberpunk 2077 menggunakan pengaturan medium dan DLSS Performance. Pengujian yang sama menyimpulkan performa grafis N1X berada di sekitar GPU laptop RTX 5060 hingga RTX 5070, tetapi beberapa game yang bergantung pada CPU menunjukkan keterbatasan. Bahkan, laptop dengan GPU NVIDIA diskrit dinilai dapat menawarkan performa gaming lebih tinggi dengan harga lebih rendah.
Daya tahan baterai juga perlu diperhitungkan. Beberapa pengujian yang dilakukan The Verge menyebut Asus ProArt P16 dengan baterai 99,9 Wh hanya bertahan sekitar 5 jam 40 menit. Sementara menjalankan AI lokal dapat menguras baterai lebih cepat.
Dikarenakan RTX Spark kencang untuk AI lokal, platform ini lebih masuk akal untuk developer AI, programmer, dan content creator dengan workload berat yang benar-benar membutuhkan CUDA hingga unified memory besar. Jika kebutuhanmu sebatas browsing, pekerjaan kantor, multimedia, atau gaming, laptop Windows x86 dengan GPU RTX diskrit masih dapat menawarkan nilai yang lebih rasional. RTX Spark memang memperlihatkan masa depan yang menarik bagi laptop AI NVIDIA. Kendati demikian, saat ini performanya yang gahar merupakan nilai lebih dari RTX Spark. Terutama kalau kamu punya pekerjaan yang mampu memanfaatkannya.