Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

NVIDIA Hentikan RTX 5090, Apa Dampaknya Buat Gamer?

4 min read
NVIDIA Hentikan RTX 5090, Apa Dampaknya Buat Gamer?
NVIDIA GeForce RTX 5090 (nvidia.com)
  • Laporan menyebut NVIDIA menghentikan alokasi chip GB202 baru untuk RTX 5090, termasuk varian 5090 D China, tetapi perusahaan belum mengonfirmasi penghentian produksi atau status EOL resmi.
  • Chip GB202 dilaporkan diprioritaskan ke GPU RTX PRO bernilai lebih tinggi untuk kebutuhan profesional dan AI, di tengah tekanan pasokan DRAM serta GDDR7.
  • Jika laporan benar, stok RTX 5090 berpotensi makin terbatas setelah persediaan habis dan harga sulit mendekati MSRP, sementara rumor RTX 5080 24GB belum dikonfirmasi NVIDIA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

GeForce RTX 5090 merupakan kartu grafis gaming terkencang NVIDIA saat ini, tetapi masa produksinya mulai menjadi tanda tanya. Sejumlah laporan menyebut NVIDIA telah menghentikan alokasi chip GB202 baru untuk RTX 5090 dan memilih mengarahkannya ke kartu grafis profesional. Jika benar, keputusan tersebut berpotensi mempengaruhi ketersediaan hingga harga GPU flagship ini di pasaran.

Kabar NVIDIA hentikan RTX 5090 tersebut memang terdengar mengejutkan, terlebih GPU ini baru diluncurkan pada Januari 2025. Namun, NVIDIA belum mengumumkan RTX 5090 sebagai produk end of life (EOL) secara resmi. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi dan apa dampaknya bagi gamer yang ingin membeli GPU kelas atas?

  1. 1. RTX 5090 dilaporkan tak lagi mendapat pasokan chip GB202 baru

    NVIDIA RTX Pro 6000
    NVIDIA RTX Pro 6000 (nvidia.com)

    Dilansir hwbusters.com, pembocor MEGAsizeGPU mengklaim NVIDIA telah menghentikan alokasi silikon GB202 baru untuk GeForce RTX 5090. Pasokan chip tersebut ke depannya disebut akan diprioritaskan untuk lini kartu grafis profesional RTX PRO. Laporan lain yang dihimpun tomshardware.com turut menyebut penghentian tersebut mencakup varian RTX 5090 D untuk pasar China.

    Namun, berhentinya alokasi chip baru tidak serta-merta membuat RTX 5090 dihentikan dan langsung menghilang dari toko. Produsen kartu grafis dan distributor masih dapat menjual produk yang sudah dibuat menggunakan persediaan chip sebelumnya. NVIDIA sendiri belum memberikan konfirmasi mengenai penghentian produksi maupun tanggal EOL resmi RTX 5090.

    RTX 5090 merupakan flagship Blackwell yang menggunakan chip GB202 dengan 21.760 CUDA Core, VRAM GDDR7 32GB, dan boost clock hingga 2,41GHz. NVIDIA meluncurkannya dengan harga berkisar 1.999 dolar AS atau sekitar Rp35,7 jutaan. Kombinasi performa dan kapasitas memori tersebut membuat RTX 5090 tidak hanya menarik bagi gamer, tetapi juga pengguna yang menjalankan pekerjaan AI dan komputasi berat.

  2. 2. NVIDIA disebut lebih memilih chip GB202 untuk GPU profesional

    NVIDIA RTX Pro 5500
    NVIDIA RTX Pro 5500 (nvidia.com)

    Alasan ekonomi menjadi salah satu penjelasan di balik rumor perubahan alokasi tersebut. Dilansir tomshardware.com, chip GB202 juga digunakan pada produk profesional NVIDIA yang dapat dijual dengan harga jauh lebih tinggi daripada GeForce RTX 5090. Misalnya, RTX PRO 5500 yang memiliki 21.760 CUDA Core seperti RTX 5090, tetapi dibekali memori GDDR7 84GB untuk kebutuhan profesional dan AI.

    Di atasnya ada RTX PRO 6000 Blackwell dengan 24.064 CUDA Core dan GDDR7 96GB. Laman tomshardware.com menyebut kartu tersebut dapat dijual sekitar 15.000 dolar AS atau setara Rp268.4 jutaan. Artinya, chip GB202 yang digunakan untuk membuat GPU profesional berpotensi menghasilkan pendapatan lebih besar bagi NVIDIA dibandingkan jika chip tersebut dipasang pada RTX 5090 untuk pasar gaming.

    Selain itu, laman hwbusters.com juga menyoroti tekanan pada pasokan DRAM dan GDDR7 akibat tingginya permintaan AI. Dalam kondisi komponen yang terbatas, NVIDIA tentu harus menentukan produk mana yang mendapatkan jatah chip lebih banyak. Jika satu chip GB202 dapat dijual dengan nilai jauh lebih tinggi melalui kartu RTX PRO, secara bisnis NVIDIA lebih diuntungkan dengan mengarahkannya ke pasar profesional dan AI daripada menjadikannya RTX 5090. Meski demikian, NVIDIA belum memberikan pernyataan resmi bahwa pertimbangan tersebut menjadi alasan di balik dugaan penghentian pasokan GB202 RTX 5090.

  3. 3. Apa dampaknya bagi gamer? Stok dan harga RTX 5090 jadi sorotan

    Arsitektur NVIDIA Blackwell
    Arsitektur NVIDIA Blackwell (nvidia.com)

    Jika laporan penghentian pasokan GB202 terbukti benar, dampak pertama yang bisa dirasakan gamer adalah semakin terbatasnya stok RTX 5090. Kartu yang sudah diproduksi memang masih bisa beredar di pasar. Akan tetapi, stok baru berpotensi semakin sulit masuk ketika persediaan tersebut habis.

    Kondisi itu juga membuat harga RTX 5090 semakin sulit kembali mendekati harga rekomendasinya. Dilansir id.Mashable.com, RTX 5090 bahkan sudah ditemukan dengan harga jauh melampaui MSRP melalui penjual pihak ketiga. Berkurangnya pasokan ketika permintaan masih tinggi berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap harga, meski tidak berarti kenaikan pasti terjadi di semua pasar.

    Rumor lain turut menyebut NVIDIA sedang menyiapkan RTX 5080 dengan GDDR7 24GB yang diperkirakan menjadi produk GeForce kelas atas berikutnya. Laman thepcnthusiast.com menyebut kartu yang diduga sebagai RTX 5080 SUPER tersebut berpotensi hadir pada awal 2027. Namun, keberadaan, spesifikasi final, harga, dan jadwal peluncurannya juga belum dikonfirmasi NVIDIA.

    Bagi gamer, kabar ini akhirnya bukan hanya mengenai nasib RTX 5090. Jika chip Blackwell teratas benar-benar lebih diprioritaskan untuk produk profesional dan AI, perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana tingginya nilai pasar komputasi AI dapat ikut mempengaruhi ketersediaan GPU gaming. Untuk sekarang, langkah paling aman adalah tidak terburu-buru membeli karena rumor kelangkaan dan tetap menunggu kejelasan resmi dari NVIDIA.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More