Pertarungan chipset HP flagship pada 2026 semakin panas berkat kehadiran Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 pada 22 September 2026. Pada kasta chipset flagship Android, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 jadi salah satu yang terbaik. Namun, Qualcomm masih memiliki satu saingan yang cukup ganas, yaitu MediaTek Dimensity 9600 Pro.
Snapdragon dan MediaTek Bikin Chipset 2 nm, Apa Bedanya?

- Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan MediaTek Dimensity 9600 Pro merupakan chipset 2 nm flagship 2026, sama-sama mendukung Wi-Fi 7, Bluetooth 6.2, RAM LPDDR5X/LPDDR6, serta storage UFS 4.1/UFS 5.0.
- Snapdragon memakai core Oryon hingga 5 GHz, layar 240 Hz, dan GPU Adreno 850; Dimensity berkecepatan hingga 4,5 GHz, layar 180 Hz, GPU Mali, serta mengklaim efisiensi multicore meningkat 61 persen.
- Keduanya mendukung video 4K 240 FPS dan 8K, tetapi Snapdragon mendukung kamera hingga 320 MP serta mencatat AnTuTu 5,1 juta, melampaui Dimensity yang mencapai 4,8 juta.
Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Dimensity 9600 Pro merupakan chipset 2 nm terbaru serta terkuat dari masing-masing kubu yang bisa merekam video di resolusi 4K 240 FPS serta memiliki kemampuan AI tingkat tinggi. Walau Snapdragon dan MediaTek bikin chipset 2 nm, mana yang lebih baik? Apakah Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 atau MediaTek Dimensity 9600 Pro? Simak komparasi berikut untuk mengetahui jawabannya.
1. Perbandingan spesifikasi Snapdragon dan MediaTek

Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 (qualcomm.com) Meski sama-sama chipset flagship, spesifikasi Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan MediaTek Dimensity 9600 Pro memiliki beberapa perbedaan. Dilansir NanoReview, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 pakai GPU Adreno 850, menggunakan modem Qualcomm X105, mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.2, serta pakai Hexagon NPU. Dukungan RAM-nya adalah LPDDR5X dan LPDDR6, sementara dukungan storage-nya adalah UFS 4.1 serta UFS 5.0.
MediaTek Dimensity 9600 Pro pakai GPU Mali-G2 Ultra NX MP12, NPU-nya MediaTek NPU 1090, mendukung Wi-Fi 7, dan Bluetooth 6.2. Dukungan RAM dan storage-nya serupa, yaitu LPDDR5X, LPDDR6, UFS 4.1, dan UFS 5.0. Dimensity 9600 Pro punya AI processing unit bernama Super Efficient NPU 2.0 untuk meningkatkan efisiensi. Snapdragon mendukung layar dengan refresh rate hingga 240 Hz, sementara MediaTek hanya mendukung layar hingga 180 Hz.
2. Perbandingan performa Snapdragon dan MediaTek

MediaTek Dimensity 9600 Pro (mediatek.com) Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan MediaTek Dimensity 9600 Pro sama-sama pakai konfigurasi delapan core, tapi jenis core yang digunakan berbeda. Snapdragon mengusung konfigurasi Oryon core yang sudah di-custom dengan clock speed mencapai 5 GHz. Di sisi lain, Dimensity 9600 Pro punya konfigurasi berupa dua core C2-Ultra, tiga core C2-Pro, dan tiga core C2-Pro yang clock speed-nya mencapai 4,5 GHz.
Qualcomm mengklaim bahwa Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 punya peningkatan performa 13 persen, peningkatan performa GPU 44 persen, dan peningkatan efisiensi 40 persen. Dimensity 9600 Pro punya peningkatan performa puncak hingga 27 persen, lebih efisien 24 persen, kemampuan ray tracing meningkat 18 persen, mendukung 185 FPS di game secara native, dan punya peningkatan performa efisiensi multi-core CPU hingga 61 persen.
3. Perbandingan kamera Snapdragon dan MediaTek

Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 (qualcomm.com) Dilansir GSMArena dan GSMdone, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 serta MediaTek Dimensity 9600 Pro sama-sama mendukung perekaman video slow motion beresolusi 4K 240 fps. Di generasi sebelumnya, keduanya hanya bisa merekam video slow motion 4K 120 FPS. Perekaman video 4K 60 FPS dan 8K 30/60 FPS juga tersedia, bikin kamu lebih fleksibel ketika hendak merekam video. Snapdragon sendiri mendukung kamera yang resolusinya mencapai 320 MP, sementara dukungan kamera MediaTek hanya mencapai 200 MP. Soal ISP, MediaTek pakai ISP Imagiq 1290, sementara ISP Snapdragon bernama Qualcomm Spectra ISP.
4. Perbandingan kemampuan AI Snapdragon dan MediaTek

MediaTek Dimensity 9600 Pro (mediatek.com) Laman resmi MediaTek menerangkan bahwa Dimensity 9600 Pro mengusung arsitektur dual NPU yang mengombinasikan NPU MediaTek 1090 untuk menjalankan berbagai processing AI dan Super Efficient NPU 2.0 yang bertugas untuk meningkatkan efisiensi. Chipset tersebut juga menghadirkan Dimensity Agentic AI Engine. Token generation per watt meningkat 55 persen dan ada juga peningkatan LLM Prefill hingga 51 persen.
Di sisi lain, kecepatan Hexagon NPU di Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 diklaim meningkat hingga 35 persen dan performa per watt-nya meningkat 33 persen. Qualcomm Sensing Hub juga sudah ditingkatkan, sehingga kemampuan AI learning on device melonjak hingga 85 persen. Agentic AI juga hadir sehingga mampu memaksimalkan performa AI di banyak aspek mulai dari NPU, CPU, hingga GPU.
5. Perbandingan skor benchmark Snapdragon dan MediaTek

Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 (qualcomm.com) Laman FSL Specs menerangkan bahwa MediaTek Dimensity 9600 Pro mampu menorehkan skor AnTuTu v11 hingga 4,8 jutaan. Sementara itu, skor Geekbench 6 Single Core-nya sekitar 4.100-an dan Multi Core tembus 13.100-an. Skor 3DMark Wild Life Extreme juga tak bisa diremehkan karena mencapai 9.200-an. Skor AnTuTu v11 Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mencapai angka 5,1 jutaan, jadi yang paling tinggi untuk chipset HP pada 2026. Skor Geekbench 6 Single Core-nya sekitar 4.300-an dan skor Multi Core mencapai 13.000-an. Di 3DMark Wild Life Extreme Snapdragon mampu menorehkan skor benchmark hingga 9900-an.
Snapdragon dan MediaTek bikin chipset 2 nm yang sama-sama sudah lebih dari cukup untuk kegiatan harian karena spesifikasi serta kemampuannya yang di atas rata-rata. Untuk gaming, keduanya juga sangat mumpuni, bahkan mampu menjalankan game pada ratusan FPS dan setelan rata kanan. Jika ada aplikasi yang tak lancar di kedua chipset tersebut, berarti developer yang belum melakukan optimalisasi dan bukan salah chipset-nya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















