5 Spesifikasi Laptop Bakal Usang 2026, Tak Layak Pakai?

- Storage HDD akan usang di tahun 2026 karena kehadiran SSD yang lebih cepat dan mudah digunakan.
- Layar TN sudah tak worth it untuk digunakan, panel IPS atau OLED menjadi pilihan yang lebih baik.
- Prosesor Intel Celeron tak akan berjalan optimal di tahun mendatang, sebaiknya gunakan prosesor Intel Core atau AMD Ryzen.
Spesifikasi laptop kian meningkat. Bagi konsumen hal tersebut merupakan kabar baik karena mereka bisa menikmati teknologi canggih yang sebelumnya hanya angan-angan belaka. Meningkatnya spesifikasi juga membuka jalan baru bagi laptop murah untuk bisa bersaing di industri yang makin ganas. Karena hal tersebut, banyak spesifikasi yang akan usang di tahun mendatang.
Salah satunya adalah penyimpanan HDD dan eMMC yang sudah tak layak pakai di laptop keluaran 2026. Sebagai penyimpanan utama, SSD menjadi pilihan yang lebih baik. Layar TN juga akan punah dan panel IPS serta OLED akan semakin berjaya. Selain itu, prosesor Intel Celeron yang kuno juga menjadi obsolete di tahun ini.
1. Strorage HDD

Dulu HDD (Hard Disk Drive) merupakan primadona dan menjadi jenis storage terbaik pada masanya. Namun, sejak kehadiran SSD (Solid State Drive) dinamika storage secara global mulai mengalami perubahan. Penggunaan SSD menjadi semakin umum dan HDD mulai ditinggalkan. Prediksi dari laman Direct Macro menjelaskan bahwa per tahun 2026 pengguna akan beralih ke SSD karena kecepatan dan kemudahannya.
SSD punya ukuran yang kecil nan ringkas sehingga mudah dipasang dan dibawa ke mana saja. Kecepatannya juga tinggi sehingga mampu membuka aplikasi dan data dengan cepat. Namun, bukan berarti HDD akan hilang selamanya. Sebaliknya, HDD masih memiliki peminatnya tersendiri. Dalam hal ini, HDD akan dipilih sebagai penyimpanan jangka panjang karena ketahanannya yang tinggi.
2. Panel layar TN

Dewasa ini variasi panel layar di laptop mulai berkembang. Tak melulu bergantung pada panel berkualitas rendah seperti VA dan TN, laptop mulai merambah jenis lain macam IPS, mini-LED, hingga OLED. Semua panel tersebut mampu memberikan warna akurat, kecerahan tinggi, dan secara umum meningkatkan pengalaman pengguna serta menawarkan pengalaman visual yang lebih imersif.
Maka dari itu, laman XDA Developers menjelaskan bahwa beberapa jenis panel seperti TN sudah tidak worth it untuk digunakan. Layar TN memang terjangkau dan laptop yang menggunakannya memiliki harga murah. Namun, apakah kamu rela mengorbankan kualitas layar demi harga miring? Lagipula, sudah banyak laptop dengan panel IPS atau OLED yang harganya terjangkau, yaitu di kisaran Rp4 juta-Rp7 jutaan.
3. Prosesor Intel Celeron

Intel Celeron merupakan kasta terendah dari jajaran prosesor buatan Intel. Jadi, kamu tak bisa mengharapkan performa kelas atas atau kemampuan AI tingkat tinggi. Laman GEEKOM menjelaskan bahwa Intel Celeron hanya bisa digunakan untuk pekerjaan super ringan, seperti mengetik, browsing, atau pemrosesan tulisan. Namun, meningkatnya spesifikasi dan kebutuhan membuat Intel Celeron tak akan berjalan optimal.
Jika menginginkan performa laptop yang cukup tangkas, prosesor Intel Core bisa menjadi pilihan yang lebih bijak. Intel Core i3, i5, i9, atau Core Ultra merupakan beberapa di antaranya. Tak seperti Celeron, Intel Core dirancang khusus untuk memberikan performa tinggi tapi tetap menawarkan efisiensi daya yang baik. Selain Intel, kamu juga bisa mencoba prosesor buatan AMD seperti Ryzen 3, 5, atau 7.
4. RAM 4GB

Dilansir Alifbey, secara teknis komputer, laptop, atau PC memang bisa berjalan dengan kapasitas RAM GB. Namun, pada penggunaan di dunia nyata RAM 4GB sudah kurang layak pakai, khususnya untuk 2026 ini. Sebab, kapasitasnya yang kecil membuat kinerja laptop akan terhambat. Aplikasi akan terbuka dalam waktu yang lama, multitasking tidak maksimal, dan gaming bukanlah pilihan.
Sebaliknya, jika kamu hanya menggunakan laptop untuk pekerjaan ringan maka RAM 8GB lebih dianjurkan. Adapun, aktivitas lebih berat seperti gaming membutuhkan RAM dengan kapasitas 16-32GB. Untuk kegiatan profesional tingkat tinggi seperti rendering 3D atau video 4K, RAM 64GB lebih dianjurkan. Sebisa mungkin kamu juga harus membeli laptop yang mendukung upgrade RAM.
5. Storage eMMC

Senada dengan HDD, eMMC (embedded Multimedia Card) sudah tak cocok untuk laptop 2026 karena performanya rendah. eMMC hanya memiliki kecepatan baca sekitar 300-400MB/s. Sementara itu, storage SDD yang jauh lebih populer dan reliable mampu memberikan kecepatan baca hingga 600MB/s. Perbedaan kecepatan tersebut cukup signifikan sehingga mampu memengaruhi kinerja laptop secara keseluruhan. Jangankan untuk bermain game, menjalankan hal ringan sekali pun sudah menjadi tugas yang cukup berat bagi eMMC.
Tiap tahunnya standar dan spesifikasi laptop selalu mengalami peningkatan. Tak heran jika ada spesifikasi yang usang, kuno, dan perlahan mulai ditinggalkan. Sebagai konsumen sebisa mungkin kamu harus mengikuti perkembangan tersebut dan memilih rekomendasi laptop terbaik yang paling pas dengan kebutuhan.


















