Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Alasan Laptop dan HP Bekas makin Relevan saat Harga RAM Naik di 2026

3 Alasan Laptop dan HP Bekas makin Relevan saat Harga RAM Naik di 2026
ilustrasi HP dan laptop (unsplash.com/Yash Menghani)
Intinya Sih
  • Perangkat bekas makin masuk akal

  • Harga baru kian berisiko

  • Laptop lama lebih fleksibel

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Memasuki 2026, pasar teknologi global menghadapi tantangan serius akibat krisis RAM. Kondisi ini memicu harga RAM naik dan berdampak langsung pada banderol laptop serta HP baru di berbagai segmen. Situasi tersebut juga secara tidak langsung mengubah perilaku konsumen. Misalnya, laptop dan HP bekas yang justru kembali dilirik. 

Kalau situasi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin pasar perangkat bekas akan menjadi solusi yang semakin strategis. Lantas, apa alasan utama beli perangkat bekas kini terasa semakin relevan, baik untuk pelajar, pekerja, maupun pengguna umum. Mari simak ulasan singkatnya pada artikel berikut!

1. Spesifikasi lebih tinggi dengan harga tetap bersahabat

ilustrasi laptop
ilustrasi laptop (unsplash.com/Shoper)

Kenaikan harga komponen memaksa produsen laptop dan HP baru 2026 melakukan banyak kompromi. Salah satu yang paling terasa adalah penurunan kapasitas RAM di kelas entry hingga menengah. Bahkan, hal ini memungkinkan perangkat baru kembali menggunakan RAM 4GB untuk spek dasar demi menjaga harga jual. Padahal, kebutuhan aplikasi modern semakin menuntut memori besar agar tetap lancar.

Di sisi lain, membeli laptop atau HP bekas keluaran 2024--2025 justru memberi keuntungan signifikan. Meski rilisan tahun lalu, kamu masih bisa menemukan perangkat dengan RAM 8GB hingga 16GB, penyimpanan SSD, dan prosesor yang relevan untuk kebutuhan saat ini. Menariknya, harga yang ditawarkan sering kali lebih murah dibandingkan perangkat baru berspesifikasi rendah di 2026. Kondisi ini membuat laptop dan HP murah dari pasar second menjadi opsi yang jauh lebih rasional, terutama untuk aktivitas belajar, kerja kantoran, hingga editing konten ringan.

2. Nilai jual kembali yang lebih stabil

ilustrasi smartphone
ilustrasi smartphone (unsplash.com/Andrey Matveev)

Harga perangkat baru 2026 diperkirakan akan terus berfluktuasi karena pasokan komponen yang belum sepenuhnya stabil. Membeli perangkat baru di puncak harga justru berisiko tinggi, terutama jika kamu berencana mengganti perangkat dalam waktu 1 hingga 2 tahun ke depan. Depresiasi harga pada perangkat baru biasanya terjadi sangat tajam di awal masa pakai.

Sebaliknya, laptop dan HP bekas sudah melewati fase penurunan harga terbesar. Saat kamu membeli perangkat second, nilai pasarnya cenderung lebih stabil karena harganya sudah berada di titik realistis. Bagi kamu yang ingin menjaga nilai aset perangkat tetap aman, situasi ini tentu menjadi keuntungan penting. Berkat memilih perangkat bekas, kamu juga terhindar dari kerugian besar ketika harga pasar mulai normal kembali. Inilah salah satu alasan beli perangkat bekas yang sering diabaikan. Padahal, sangat relevan di tengah kondisi ekonomi yang masih terasa tidak menentu di 2026.

3. Kemudahan upgrade di perangkat generasi lama, khususnya laptop

ilustrasi HP dan laptop
ilustrasi HP dan laptop (unsplash.com/Walls.io)

Kalau melihat perkembangan laptop baru hingga akhir 2025, ada hal penting yang perlu kamu ketahui, yakni kecenderungan penggunaan RAM soldered atau tertanam langsung di motherboard. Langkah ini memang bisa menekan biaya produksi, tetapi mengorbankan fleksibilitas pengguna. Ketika kebutuhan meningkat, kamu tidak bisa melakukan upgrade RAM tanpa mengganti perangkat secara keseluruhan.

Ini berbeda dengan laptop dari generasi sebelumnya yang masih berbaik hati dalam menyediakan slot SODIMM tambahan. Fleksibilitas ini sangat penting, terutama bagi pelajar atau pekerja yang memiliki anggaran terbatas. Sebab, kamu bisa membeli laptop dengan RAM standar terlebih dahulu. Lalu, meningkatkan kapasitasnya saat dana sudah tersedia. Kemudahan upgrade inilah yang membuat laptop bekas terasa lebih future proof dibandingkan laptop baru berspesifikasi terkunci. Dalam jangka panjang, strategi ini jauh lebih efisien dan relevan dengan kondisi harga RAM naik yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan.

Tren membeli perangkat bekas di 2026 bukan sekadar soal hemat biaya, tetapi juga keputusan yang strategis. Kalau spesifikasi masih kompetitif, nilai jual kembali stabil, serta fleksibilitas upgrade, laptop dan HP bekas menawarkan rasionalitas yang sulit ditandingi perangkat baru saat ini. Untuk mencari referensi harga dan ketersediaan perangkat bekas yang masih layak pakai berdasarkan kebutuhan, kamu bisa memantau berbagai platform, seperti OLX, Facebook, Tokopedia, Shopee, dan lain sebagainya, ya! 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More