Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Tanda Tablet Bekas yang Sebaiknya Tidak Dibeli
ilustrasi menggunakan tablet (unsplash.com/dose)
  • Membeli tablet bekas bisa jadi pilihan hemat, tapi perlu waspada terhadap kerusakan fisik, baterai menurun, dan performa lambat yang bisa menandakan masalah serius.
  • Penting memeriksa tombol, port, serta memastikan perangkat masih mendapat pembaruan sistem agar tidak tertinggal dan tetap aman digunakan.
  • Hindari penjual tanpa garansi atau dengan aksesori mencurigakan, serta pastikan tablet sudah di-reset ke pengaturan pabrik untuk mencegah risiko keamanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Membeli tablet bekas sering dianggap sebagai cara alternatif untuk menghemat uang. Dengan harga yang lebih terjangkau, kamu bisa mendapatkan perangkat berkualitas seperti iPad atau tablet dari merek ternama tanpa harus membayar harga penuh. Namun, tidak semua tablet bekas layak dibeli. Jika tidak teliti, kamu justru bisa mendapatkan perangkat bermasalah yang membutuhkan biaya perbaikan mahal.

Karena itu, penting untuk mengenali beberapa tanda peringatan sebelum membeli tablet bekas. Beberapa masalah mungkin terlihat sepele pada awalnya, tetapi bisa menimbulkan gangguan serius dalam penggunaan sehari-hari. Berikut beberapa tanda tablet bekas yang sebaiknya dihindari.

1. Kerusakan fisik yang terlihat jelas

Retakan pada layar, goresan dalam, atau penyok pada bodi tablet adalah tanda yang tidak boleh diabaikan. Kerusakan fisik seperti ini biasanya terjadi karena tablet pernah terjatuh atau terbentur cukup keras.

Meskipun perangkat masih bisa menyala, benturan tersebut bisa saja merusak komponen internal, seperti panel layar atau rangka perangkat. Dalam jangka panjang, kerusakan ini bisa memicu masalah lain seperti layar yang berkedip, warna yang tidak normal, atau touchscreen yang tidak responsif. Oleh karena itu, sebaiknya hindari tablet dengan kerusakan fisik yang cukup parah, kecuali harganya benar-benar sebanding dengan biaya perbaikannya.

2. Kondisi baterai sudah menurun

Baterai merupakan salah satu komponen paling penting pada tablet. Pada perangkat bekas, kondisi baterai sering kali sudah menurun karena baterai lithium-ion memiliki masa pakai terbatas.

Jika baterai cepat habis, menunjukkan kesehatan di bawah 80 persen, atau bahkan terlihat menggembung, sebaiknya pertimbangkan kembali untuk membelinya. Baterai yang menggembung bahkan bisa berbahaya karena berpotensi menyebabkan panas berlebih atau kebakaran.

Untuk memastikannya, coba gunakan tablet selama beberapa waktu, misalnya dengan menonton video sekitar 30 menit. Jika perangkat cepat panas atau tiba-tiba mati, kemungkinan besar baterainya sudah tidak sehat.

3. Tombol atau port tidak berfungsi dengan baik

ilustrasi tablet (unsplash.com/Henry Ascroft)

Periksa semua tombol pada tablet, seperti tombol power dan volume. Jika terasa macet, tidak responsif, atau harus ditekan sangat keras untuk bekerja, ini bisa menjadi tanda bahwa perangkat sudah digunakan terlalu lama atau pernah mengalami kerusakan.

Selain itu, periksa juga port pengisian daya. Pastikan tidak ada pin yang bengkok, kotoran menumpuk, atau tanda korosi pada port USB-C atau Lightning. Kerusakan pada bagian ini bisa membuat tablet sulit diisi daya atau tidak dapat menggunakan aksesori dengan baik.

4. Tidak mendapatkan dukungan pembaruan sistem

Tablet yang sudah terlalu lama biasanya tidak lagi mendapatkan pembaruan sistem operasi. Hal ini bisa menjadi masalah karena perangkat menjadi lebih rentan terhadap celah keamanan dan tidak kompatibel dengan aplikasi terbaru.

Sebelum membeli tablet bekas, cek apakah model tersebut masih menerima pembaruan sistem. Tablet yang tidak lagi mendapat update biasanya juga memiliki performa yang mulai tertinggal dibanding perangkat yang lebih baru.

5. Penjual tidak memberikan garansi

Tablet bekas yang dijual tanpa garansi sama sekali juga patut dicurigai. Penjual yang terpercaya biasanya memberikan garansi terbatas, setidaknya beberapa minggu hingga beberapa bulan, terutama untuk perangkat refurbished.

Jika penjual terlihat menghindari pertanyaan tentang riwayat perangkat, tidak mau menunjukkan nomor seri, atau memberikan informasi yang tidak jelas, sebaiknya berhati-hati. Bisa jadi perangkat tersebut pernah bermasalah atau bahkan berasal dari sumber yang tidak jelas.

6. Performa lambat atau cepat panas

ilustrasi penggunaan iPad (unsplash.com/@designmesk)

Tablet bekas yang baik seharusnya masih bisa menjalankan tugas dasar dengan lancar, seperti membuka aplikasi, menonton video, atau browsing internet. Jika perangkat terasa sangat lambat, sering crash, atau menjadi panas hanya saat digunakan untuk aktivitas ringan, kemungkinan ada masalah pada komponen internal. Masalah ini bisa berkaitan dengan RAM yang sudah bermasalah, prosesor yang mengalami penurunan performa, atau memori penyimpanan yang rusak.

7. Aksesori mencurigakan atau sistem tidak bersih

Perhatikan juga aksesori yang disertakan. Charger yang bukan bawaan asli atau kabel generik berkualitas rendah bisa merusak baterai dalam jangka panjang.

Selain itu, pastikan tablet sudah di-reset ke pengaturan pabrik. Jika masih terdapat akun lama, aplikasi mencurigakan, atau data milik pemilik sebelumnya, hal ini bisa menimbulkan risiko keamanan.

Membeli tablet bekas memang bisa menjadi pilihan hemat, tetapi tetap membutuhkan kehati-hatian. Kerusakan fisik, baterai yang sudah menurun, hingga riwayat perangkat yang tidak jelas adalah beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan. Dengan memeriksa kondisi perangkat secara menyeluruh sebelum membeli, kamu bisa menghindari risiko mendapatkan tablet bermasalah.

Editorial Team