5 Teknologi Layar HP yang Dipopulerkan oleh Samsung, Mendunia!

- Samsung mendominasi pasar AMOLED sejak awal 2010-an dan memperluas pemakaiannya ke ponsel flagship hingga kelas bawah, meski bukan pelopor pertama teknologi tersebut.
- Galaxy Fold pada 2019 mengukuhkan Samsung di pasar ponsel lipat, sementara Galaxy Round 2013 mempopulerkan layar curved yang kemudian diadopsi banyak merek.
- Samsung memperkenalkan Privacy Display pada Galaxy S26 Ultra dan memelopori LTPO melalui Galaxy Note 20 Ultra, yang kini menjadi standar efisiensi layar ponsel flagship.
Selain terkenal akan HP-nya yang berkualitas, Samsung juga menjadi salah satu produsen layar atau panel terkemuka. Layar buatan Samsung dipakai oleh banyak merek, mulai dari OPPO, vivo, Xiaomi, ASUS, bahkan Apple yang merupakan saingannya di industri HP. Sebagai pemasok layar Samsung juga terus berinovasi, bahkan perusahaan asal Korea Selatan tersebut juga sempat memopulerkan banyak teknologi, lho!
1. Layar AMOLED dikuasai oleh Samsung

ilustrasi HP Samsung (samsung.com) Berbagai sumber menerangkan bahwa Samsung merupakan penguasa di pasar layar AMOLED. Tak hanya memosisikan diri sebagai produsen, Samsung juga memosisikan diri sebagai penjual dan pengguna layar AMOLED itu sendiri. Menurut data Forbes pada 2013 Samsung merajai 99 persen pasar AMOLED di seluruh dunia. Di sisi lain, Samsung juga menguasai 40 persen pasar layar OLED di tahun yang sama.
Menariknya, Samsung bukan yang pertama menggunakan layar AMOLED di HP. Gelar tersebut disematkan pada BenQ-Siemens S88 yang dirilis pada 2006. Perusahaan teknologi asal Korea Selatan tersebut baru menggunakan layar AMOLED di HP pada Samsung i7110 yang dirilis dua tahun setelahnya, yaitu pada 2008. Setelah itu, Samsung terus memperluas penggunaan layar AMOLED, baik itu di HP flagship, mid-range, hingga low-end.
2. Layar lipat dikuasi oleh Samsung sejak 2019

ilustrasi HP Samsung (news.samsung.com) Laman Torro menerangkan bahwa Royole FlexPai yang dirilis pada 2018 merupakan HP dengan layar lipat pertama di dunia. Namun, HP tersebut kurang laris dan dianggap sebagai produk gagal. Barulah pada 2019 Samsung merilis Samsung Galaxy Fold dan sejak saat itu Samsung menjadi raja di pasar HP lipat. Setelah perilisan Galaxy Fold merek lain seperti Motorola, Xiaomi, vivo, hingga Apple mulai memproduksi HP dengan layar lipat.
Layar lipat yang dipakai oleh banyak merek sebenarnya juga buatan Samsung. Laporan dari Yahoo Finance menjelaskan bahwa Apple membeli layar lipat Samsung seharga 250 dolar Amerika Serikat (sekitar Rp4,4 jutaan) per unit untuk dipakai di iPhone Duo. Pada 2025 Samsung juga merajai pasar HP lipat dengan market share sekitar 40 persen. Tanpa adanya Samsung maka HP lipat tak akan berjaya hingga sekarang.
3. Layar curved pertama kali muncul pada 2013

ilustrasi layar curved di HP Samsung (commons.wikimedia.org/Kārlis Dambrāns) Dilansir Kieslect, Samsung Galaxy Round yang dirilis pada 2013 merupakan HP pertama yang menggunakan layar curved atau layar lengkung. Seperti namanya, teknologi tersebut memungkinkan layar HP ditekuk melengkung. Penggunaan layar curved juga beragam, yaitu membuat layar HP terlihat lebih simetris bahkan bisa diaplikasikan pada perangkat lain seperti wearables.
Layar curved juga memberikan kesan mewah dan premium, membuat berbagai merek mencoba mengimplementasikan teknologi tersebut. Setelah kehadiran Galaxy Round ada banyak HP yang menggunakan layar curved, mulai dari Motorola Edge Plus, Samsung Galaxy S7 Edge, Samsung Galaxy Note Edge, Samsung Galaxy S20 Ultra, vivo V27, REDMI Note 15, hingga Google Pixel 6 Pro.
4. Privacy Display merupakan teknologi baru dari Samsung

Privacy Display di HP Samsung (news.samsung.com) Privacy Display adalah teknologi layar yang baru diperkenalkan pada awal 2026 lewat Samsung Galaxy S26 Ultra. Dilansir Samsung Newsroom Indonesia, Privacy Display bekerja dengan cara mematikan piksel lebar (wide pixel) sehingga layar bisa terlihat gelap ketika dilihat dari sudut tertentu. Karena layar menjadi gelap orang lain tak bisa melihat konten di HP dan akhirnya privasi pengguna semakin aman.
Meski baru, teknologi Privacy Display dikabarkan akan "disontek" oleh merek lain. Salah satu yang sudah melakukannya adalah Xiaomi. Merek HP asal China tersebut menghadirkan Smart Privacy Display di Xiaomi 18 Pro series yang cara kerja dan prinsipinya sama persis dengan Privacy Display di Samsung. Di masa depan merek lain seperti Apple, vivo, dan OPPO kemungkinan juga akan mengimplementasikan Privacy Display di layar HP mereka.
5. Layar LTPO menjadi standar baru di HP flagship

ilustrasi HP Samsung (unsplash.com/Emiliano Cicero) Low-Temperature Polycrystalline Oxide (LTPO) adalah teknologi di layar OLED yang memungkinkan layar untuk menyesuaikan refresh rate secara otomatis tergantung penggunaan. Hal tersebut membuat energi makin efisien dan bikin baterai HP jadi makin awet. Awalnya LTPO hanya bisa mengatur refresh rate dari 10-120 Hz, tapi seiring berkembangnya teknologi sekarang LTPO sudah bisa menyesuaikan dari 1-185 Hz.
Laman GSMArena menerangkan bahwa Samsung menjadi pelopor LTPO karena teknologi tersebut pertama kali hadir di Samsung Galaxy Note 20 Ultra. Setelah melihat kesuksesan Samsung akhirnya Apple mengikutinya dengan menghadirkan layar LTPO pada iPhone 13 Pro series. Selama bertahun-tahun teknologi LTPO terus dikembangkan dan akhirnya menjadi standar baru bagi HP flagship. Sebab, hampir semua HP flagship modern menggunakannya.
Jasa Samsung di industri HP modern tak bisa dipandang sebelah mata. Samsung berhasil merevolusionerkan industri HP dengan cara menghadirkan berbagai teknologi layar yang membuat HP makin efisien, kualitas visual meningkat, hingga memunculkan jenis HP baru seperti HP lipat. Merek HP lain juga bergantung pada Samsung karena mereka kerap membeli layar dari perusahaan tersebut.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















