Printer merupakan perangkat yang penting baik di rumah maupun kantor, tapi umur pakainya bisa berbeda-beda tergantung jenis dan cara penggunaannya. Secara umum, printer rumahan seperti inkjet biasanya nisa bertahan sekitar 3 hingga 7 tahun, sementara tipe lain seperti ink-tank atau laser bisa lebih awet. Apa pun jenisnya, kunci agar printer lebih tahan lama ada pada perawatan rutin. Kabar baiknya, merawat printer tidak seribet itu, di mana pengguna cukup dengan membersihkan bagian penting, menghindari dan menangani paper jam dengan benar, serta rutin menggunakannya agar komponen di dalamnya tidak cepat rusak. Berikut ulasan lengkapnya.
5 Tips Maintenance untuk Menjaga Printer Agar Tetap Awet

1. Rutin digunakan
Printer di kantor yang sibuk umumnya digunakan terus-menerus, sementara printer di rumah cenderung jarang digunakan. Printer rumahan terutama inkjet bisa bermasalah jika terlalu jarang dipakai, karena tinta di print head bisa mengering. Karenanya, disarankan untuk menyalakan dan menggunakan printer setidaknya seminggu sekali, misalnya dengan mencetak halaman uji agar kondisi tinta tetap terjaga. Selain itu, cartridge juga perlu disimpan dengan benar, jauh dari suhu ekstrem dan kelembapan, serta tidak dibuka sebelum digunakan. Intinya, penggunaan rutin dalam porsi yang wajar adalah kunci untuk menjaga printer agar tetap awet.
2. Memastikan komponen di dalam printer tetap bersih
Printer jenis inkjet biasanya memiliki fitur pembersihan otomatis untuk mengatasi sumbatan tinta tanpa perlu repot membersihkannya secara manual. Sistem ini bekerja dengan menyemprotkan tinta secara terkontrol untuk membersihkan kotoran atau tinta yang mengering di dalam print head. Pada beberapa model, proses pembersihan bisa berjalan otomatis berdasarkan kondisi penggunaan dan lingkungan, bahkan ada mode pembersihan khusus yang lebih kuat meski lebih boros tinta. Akan tetapi, perawatan manual tetap diperlukan jika sumbatan tidak bisa diatasi lewat cara otomatis.
3. Tidak menyepelekan paper jam
Printer yang sering digunakan pasti sesekali mengalami paper jam (kondisi ketika kertas tersangkut atau macet), apalagi jika kertas dimasukkan sembarangan atau terlalu banyak. Biasanya masalah ini bisa cepat diatasi dengan membuka printer dan membersihkannya, tapi jika terlalu sering terjadi, bisa jadi ada masalah yang lebih serius, terutama pada printer berjenis laser. Printer laser sendiri bekerja berbeda dari inkjet karena menggunakan drum, laser dan toner yang dipanaskan, sehingga bagian dalamnya lebih panas dan berisiko rusak jika ada kertas tersangkut di area yang tidak semestinya.
4. Lakukan pembersihan manual dengan hati-hati
Kalau fitur pembersihan otomatis di printer tidak lagi membantu dan hasil cetak mulai belang atau menurun padahal bukan karena tinta habis, kamu bisa mencoba membersihkannya secara manual dengan hati-hati. Pada beberapa printer inkjet, print head bisa diakses langsung dan periksa apakah ada kotoran atau residu. Jika ada, bersihkan perlahan menggunakan kain microfiber agar tidak merusak komponen yang sensitif. Bagian kontak di belakang print head juga harus diperlakukan dengan ekstra hati-hati. Tergantung jenis printer dan tingkat kotorannya, kamu mungkin perlu cairan pembersih khusus.
5. Mengenali tanda-tanda masalah sejak awal
Mendeteksi masalah sejak awal bisa menjadi penentu apakah printer masih bisa diperbaiki sendiri atau harus dibawa ke teknisi atau bahkan harus ganti unit baru. Meski tiap printer berbeda, ada beberapa tanda umum yang perlu diperhatikan, terutama soal perubahan performa. Pada printer biasa seperti inkjet, suara yang lebih berisik, sering macet atau hasil cetakan menurun bisa menjadi tanda adanya masalah. Agar lebih aman, disarankan untuk melakukan servis berkala ke teknisi karena itu jadi investasi yang lebih hemat dibanding harus membeli printer baru yang tentunya tidak murah.
Itulah tadi ulasan mengenai beberapa tips maintenance untuk menjaga printer agar tetap awet. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan bisa membantumu memperpanjang usia pakai printer-mu.