Samsung Innovation Campus Batch 8 Dibuka, Bantu Belajar AI untuk Siswa

- Samsung Electronics Indonesia membuka pendaftaran Samsung Innovation Campus Batch 8 untuk siswa dan mahasiswa seluruh Indonesia guna mempelajari Coding, AI, dan IoT secara gratis melalui pelatihan berbasis proyek.
- Program ini mendukung agenda pemerintah memperkuat talenta digital nasional dengan kurikulum bertahap yang mencakup pembelajaran teknis, kolaborasi, serta pengembangan solusi nyata berbasis teknologi.
- Keberhasilan alumni Batch 7 seperti Tim Outliers dengan proyek rehabilitasi pasca stroke berbasis AI dan IoT menunjukkan dampak nyata program dalam mencetak inovator muda berorientasi solusi.
Samsung Electronics Indonesia resmi membuka pendaftaran Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8. Program tanggung jawab sosial perusahaan ini kembali mengajak siswa SMA, SMK, MA, serta mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk mempelajari Coding, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT) melalui pelatihan berbasis proyek yang dapat diikuti tanpa biaya.
Kebutuhan talenta digital di Indonesia terus meningkat seiring pesatnya transformasi teknologi di berbagai sektor. Samsung menilai penguasaan AI, coding, dan IoT menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus menciptakan solusi berbasis teknologi untuk berbagai persoalan di masyarakat.
Pendaftaran Samsung Innovation Campus Batch 8 dibuka hingga 18 Agustus 2026. Program ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran teknis, tetapi juga mendorong peserta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan inovasi melalui pendekatan project based learning yang telah menjadi ciri khas Samsung Innovation Campus.
Menyiapkan talenta digital untuk kebutuhan industri

Samsung menjelaskan bahwa Samsung Innovation Campus merupakan program Corporate Social Responsibility yang dirancang untuk mencetak talenta digital Indonesia. Peserta akan mempelajari Coding, AI, dan IoT secara bertahap, kemudian mengaplikasikan kemampuan tersebut dalam proyek yang berangkat dari tantangan nyata di masyarakat.
Program ini juga mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan mempercepat transformasi digital nasional. Mengacu pada data Kementerian Komunikasi dan Digital RI, kebutuhan talenta digital Indonesia diproyeksikan mencapai 12 juta orang pada 2030, sementara ketersediaannya saat ini baru sekitar 9,3 juta orang sehingga masih terdapat kesenjangan yang perlu dijembatani.
Antusiasme terhadap Samsung Innovation Campus terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada penyelenggaraan Batch 7, program ini berhasil menarik 7.736 pendaftar dari seluruh Indonesia. Sebanyak 5.500 peserta melaju ke tahap pertama dan akhirnya tersaring menjadi 20 tim terbaik yang mempresentasikan proyek AI dan IoT pada Culmination Event di hadapan mentor serta praktisi industri.
"Melalui Samsung Innovation Campus, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan keterampilan digital yang semakin dibutuhkan di masa depan. Program ini tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis di bidang Coding, AI, dan IoT, tetapi juga mendorong mereka menjadi problem solver yang mampu menciptakan inovasi berdampak bagi masyarakat," ujar Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.
Alumni berhasil mengembangkan solusi rehabilitasi berbasis AI
Samsung juga menyoroti keberhasilan alumni Samsung Innovation Campus Batch 7 melalui Tim Outliers yang meraih predikat Best Team kategori universitas. Tim tersebut mengembangkan PhysioTrack, solusi rehabilitasi pasca stroke berbasis AI dan IoT yang memanfaatkan AI Pose Estimation, sensor wearable berbasis IoT, serta dashboard berbasis web.
Melalui solusi tersebut, pasien dapat menjalani latihan rehabilitasi dari rumah secara lebih terukur, sementara fisioterapis tetap dapat memantau perkembangan pasien melalui data yang tersedia. Samsung menilai proyek ini menjadi contoh bagaimana pembelajaran selama program mampu diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.
Perwakilan Tim Outliers, Bagus Satrio, mengaku pengalaman mengikuti Samsung Innovation Campus mengubah cara pandangnya terhadap pemanfaatan AI. Menurutnya, AI tidak lagi dipandang sekadar alat bantu, melainkan teknologi yang dapat dipadukan dengan IoT dan embedded system untuk menghasilkan solusi yang benar benar bermanfaat.
"Sebelum mengikuti Samsung Innovation Campus, kami menggunakan AI sebagai tools dalam beberapa proyek, tetapi belum benar benar memahami bagaimana membangun solusi AI secara end to end untuk menyelesaikan permasalahan nyata. Di Samsung Innovation Campus kami belajar bahwa AI bukan hanya soal model dengan akurasi tinggi, melainkan bagaimana AI dipadukan dengan IoT, embedded system, dan kebutuhan pengguna sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Satrio.
Pembelajaran berlangsung dalam lima tahapan
Samsung Innovation Campus Batch 8 menerapkan kurikulum yang disusun secara bertahap agar peserta memahami teknologi mulai dari dasar hingga mampu membangun solusi inovatif. Rangkaian pembelajaran dimulai dari Coding & Programming Course untuk memperkuat logika pemrograman, dilanjutkan IoT Fundamentals yang mengenalkan perangkat keras, sensor, serta penerapannya dalam kehidupan sehari hari.
Setelah itu, peserta akan mengikuti AI & IoT Bootcamp yang berfokus pada integrasi AI dan IoT melalui studi kasus berbasis data. Tahapan berikutnya adalah Ready to Rise, di mana peserta mengembangkan proyek secara mandiri sekaligus mempelajari kemampuan presentasi dan membangun solusi yang berdampak bagi masyarakat maupun industri. Program ditutup dengan Culmination Event sebagai ajang presentasi proyek akhir di hadapan mentor dan praktisi industri.
Selain mendapatkan pelatihan gratis, peserta juga memperoleh mentoring dari praktisi profesional, IoT Course Kit untuk pengembangan prototipe, akses ke komunitas Samsung Innovation Campus, kesempatan mengikuti kompetisi, serta sertifikat resmi yang dapat menjadi nilai tambah bagi portofolio akademik maupun profesional.
Pendaftaran dibuka hingga 18 Agustus 2026

Samsung Innovation Campus Batch 8 terbuka bagi seluruh siswa aktif SMA, SMK, MA, serta mahasiswa di Indonesia yang memiliki minat mempelajari teknologi digital. Seluruh rangkaian pembelajaran diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya, termasuk bimbingan dan penyediaan IoT Course Kit.
Pendaftaran telah dibuka sejak 16 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga 18 Agustus 2026. Calon peserta dapat melakukan registrasi secara daring melalui situs resmi Samsung Innovation Campus dengan melengkapi formulir dan persyaratan yang telah ditentukan.



















