Industri teknologi pada 2026 sedang mengalami krisis yang disebut sebagai RAMageddon. Krisis tersebut bermula dari perkembangan industri AI yang akhirnya menaikkan harga RAM, penyimpanan, dan komponen lain. Hal tersebut perlahan juga ikut menaikkan harga perangkat elektronik, tak terkecuali laptop.
5 Cara Mengatasi Kenaikan Harga Laptop pada 2026

- Krisis RAMageddon pada 2026 akibat lonjakan industri AI membuat harga komponen komputer naik drastis, termasuk laptop yang bisa melonjak hingga jutaan rupiah.
- Untuk menghemat, disarankan membeli laptop baru hanya jika perangkat lama rusak, mempertimbangkan laptop bekas atau keluaran 2025 yang harganya belum terdampak signifikan.
- Konsumen perlu cermat memilih spesifikasi seperti RAM minimal 8GB dan penyimpanan 256GB agar tetap mendapat performa optimal di tengah kenaikan harga pasar.
Harga laptop pada 2026 bisa meningkat hingga jutaan rupiah. Laptop yang awalnya dijual Rp8 jutaan bisa naik menjadi Rp10 jutaan. Tentunya, kenaikan tersebut sangat merugikan dan merepotkan bagi konsumen. Karena itu, kamu harus bisa mengatasi kenaikan harga laptop pada 2026 dengan baik. Bagaimana cara mengatasi kenaikan harga laptop pada 2026? Cari tahu di bawah ini, yuk!
1. Belilah laptop baru jika laptop lamamu sudah rusak

Dilansir Tom's Guide, kamu hanya disarankan untuk membeli laptop baru pada 2026 jika laptop lamamu sudah rusak atau usianya terlalu tua. Jika laptop lamamu sudah berusia lima tahun, daya tahan baterainya menurun drastis, atau mulai terjadi kerusakan pada keyboard, maka kamu disarankan untuk membeli laptop baru. Jika laptop lamamu masih berusia satu atau dua tahun, fungsinya normal, dan komponennya tak bermasalah, maka sebaiknya jangan beli laptop baru. Pasalnya, kemungkinan kamu akan sulit menemukan laptop baru dengan harga terjangkau dan spesifikasi yang lebih bagus dari laptop lamamu.
2. Beli laptop bekas bisa menjadi alternatif

Di tengah kenaikan harga laptop baru, membeli laptop bekas bisa menjadi alternatif yang sangat menarik. Laman Jillanov menjelaskan bahwa laptop bekas punya beberapa kelebihan, seperti harga terjangkau, value for money yang tinggi, dan kemampuannya yang terjamin. Selain laptop bekas, laptop refurbished juga bisa menjadi pilihan, khususnya jika membeli laptop refurbished resmi.
Namun, kamu harus cermat ketika membeli laptop bekas karena kita tak pernah tahu bagaimana pengguna sebelumnya menggunakan laptop tersebut. Pastikan kamu membelinya dari penjual terpercaya dan laptop yang dibeli masih dalam kondisi bagus. Ketika melakukan transaksi, jangan lupa cek semua fungsional untuk memastikan tidak ada kecatatan dan malfungsi.
3. Cari laptop keluaran 2025 yang harganya belum naik

Kamu tak perlu membeli laptop terbaru keluaran 2026 jika menginginkan spesifikasi tinggi atau fitur berlimpah. Laman WIRED menjelaskan bahwa membeli laptop keluaran tahun lalu (2025) bisa menjadi alternatif yang sangat menarik jika kamu ingin berhemat. Spesifikasi laptop keluaran 2025 (bahkan 2024) juga masih bersaing, entah itu dari CPU, GPU, hingga layar yang digunakan.
Salah satu rekomendasinya adalah MacBook Pro M5 14-inch bagi kamu yang mencari MacBook. Ada juga Acer Aspire 16 AI buat kamu yang menginginkan laptop AI dengan bodi tipis dan punya layar touchscreen. ASUS Vivobook 14 yang pakai prosesor Intel Core i3 dan Core i7 generasi ke-13 juga masih sangat worth it, khususnya buat mahasiswa dan pekerja kantoran.
4. Hindari membeli laptop yang harganya terlampau tinggi

Laman Innova Retail dan JournalArta menjelaskan bahwa harga laptop pada 2026 mengalami kenaikan sekitar 15 hingga 50 persen. Salah satu contohnya terlihat pada laptop Microsoft Surface yang awalnya dijual sekitar 1.200 dolar Amerika (Rp21 jutaan) dan naik menjadi 1.500 dolar Amerika (Rp27 jutaan). Laptop murah seperti MacBook Neo juga mengalami kenaikan harga 100 dolar Amerika (Rp1,8 jutaan).
Karena itu, jika kamu menemukan laptop baru dengan harga yang terlalu tinggi, sebaiknya kamu menghindarinya. Apalagi jika ada laptop yang kenaikan harganya sangat drastis, maka value dari laptop tersebut sudah hilang. Sebisa mungkin carilah laptop dengan harga yang masih masuk akal. Jika memungkinkan, carilah laptop yang tak mengalami kenaikan harga.
5. Cermati spesifikasi laptop dengan detail agar tak menyesal

Jika sudah memantapkan diri untuk membeli laptop pada 2026, kamu juga harus cermat terkait spesifikasi. Sebab, laptop keluaran 2026 belum tentu memiliki spesifikasi yang lebih baik daripada laptop keluaran 2024, 2025, atau laptop bekas. Hal tersebut khususnya kerap terjadi pada laptop entry-level atau mid-range yang harganya under Rp15 jutaan.
Spesifikasi pertama yang harus dicermati adalah RAM. Pastikan kamu membeli laptop dengan RAM minimal 8 GB. Penyimpanan juga harus diperhatikan, yaitu dengan mencari laptop dengan kapasitas penyimpanan minimal 256 atau 512 GB. Pastikan juga laptop yang dibeli mendukung upgrade RAM dan penyimpanan. Prosesor seperti Intel Core i3 atau Core i5 generasi ke-13 juga jadi standar minimal. Soal layar, kamu wajib beli laptop dengan layar IPS atau OLED.
Kamu harus mempersiapkan diri dengan baik di tengah krisis yang tak kunjung reda. Kamu tak bisa berharap krisis akan tiba-tiba hilang. Sebaliknya, kamu harus beradaptasi dengan keadaan pasar yang baru. Untuk itu, cara mengatasi kenaikan harga laptop pada 2026 bisa kamu jadikan panduan sebelum membeli produk incaranmu. Tak hanya memperhatikan spesifikasi, kamu juga harus mencermati harga dan selalu membandingkan banyak laptop agar bisa mendapatkan barang terbaik.





















