Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Apple Matikan Mac Pro? Ini Strategi Baru Apple ke Depan

Kenapa Apple Matikan Mac Pro? Ini Strategi Baru Apple ke Depan
Mac Studio (apple.com)
Intinya Sih
  • Apple resmi menghentikan lini Mac Pro setelah dua dekade karena stagnasi inovasi dan harga tinggi yang tak lagi sebanding dengan keunggulan teknologinya di era Apple Silicon.
  • Mac Studio kini menjadi pengganti utama Mac Pro, menawarkan performa lebih tinggi lewat chip M3 Ultra dan M4 Max dalam desain ringkas serta efisien untuk kebutuhan profesional modern.
  • Transisi ke Apple Silicon menandai perubahan strategi besar Apple, berfokus pada sistem terintegrasi dan efisien yang menggantikan konsep workstation modular tradisional seperti Mac Pro.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Keputusan Apple untuk menghentikan lini Mac Pro menandai akhir dari sebuah era panjang di dunia workstation profesional. Selama lebih dari dua dekade, Mac Pro dikenal sebagai perangkat paling fleksibel dengan kemampuan ekspansi tinggi. Namun, di tengah perubahan teknologi sekarang yang semakin cepat, posisi Mac Pro mulai terlihat kehilangan relevansinya.

Buat kamu yang mengikuti perkembangan ekosistem Apple, langkah ini sebenarnya sudah bisa diprediksi sejak transisi ke Apple Silicon. Alih-alih mempertahankan produk lama dengan pendekatan modular klasik, Apple kini makin fokus membangun lini produk yang lebih efisien, terintegrasi, dan powerful dalam bentuk ringkas. Lantas, apakah strategi Apple saat ini bisa mempertajam posisi perangkat terbarunya?

1. Mac Pro dihentikan Apple, apa alasannya?

Mac Studio
Mac Studio (apple.com)

Dilansir 9to5mac.com, alasan utama kenapa Mac Pro dihentikan tidak lepas dari stagnasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Sejak diperbarui dengan chip M2 Ultra pada 2023, Mac Pro tidak mengalami peningkatan signifikan. Di sisi lain, Apple justru meluncurkan perangkat lain yang jauh lebih progresif.

Masalahnya bukan sekadar performa, tetapi positioning produk. Dengan harga Mac Pro yang mahal mulai dari 6.999 dolar AS atau setara Rp119 jutaan, ia tidak lagi menawarkan keunggulan yang benar-benar eksklusif untuk era sekarang. Bahkan, beberapa fitur unggulannya seperti ekspansi PCIe mulai tergeser oleh teknologi modern berbasis Thunderbolt. Selain itu, Apple juga sudah mengonfirmasi bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk melanjutkan perangkat keras Mac Pro di masa depan. Artinya, keputusan ini bukan sekadar jeda, melainkan benar-benar penghentian lini produk.

2. Mac Studio jadi pengganti nyata

Mac Studio
Mac Studio (apple.com)

Di saat Mac Pro stagnan, Mac Studio justru berkembang pesat dan mengambil alih peran sebagai workstation utama Apple. Ini menjadi kunci dalam memahami strategi Apple 2026. Mac Studio kini hadir dengan opsi chip M3 Ultra dan M4 Max yang menawarkan performa jauh lebih tinggi dibanding M2 Ultra di Mac Pro. Bahkan, konfigurasi tertingginya mampu menghadirkan CPU 32-core dan GPU hingga 80-core dengan RAM mencapai 256GB dan penyimpanan hingga 16TB. Menariknya, semua itu dikemas dalam bodi yang jauh lebih kecil dan efisien dibandingkan Mac Pro. Hal ini menunjukkan perubahan filosofi Apple dari workstation besar dan modular menjadi sistem kompak dengan performa maksimal.

3. Apple Silicon mengubah segalanya

Mac Studio
Mac Studio (apple.com)

Transisi ke Apple Silicon menjadi titik balik besar dalam strategi Apple. Dengan arsitektur berbasis ARM yang terintegrasi, Apple mampu menggabungkan CPU, GPU, dan RAM dalam satu paket. Dampaknya pun sangat signifikan. Kamu tidak lagi membutuhkan sistem modular dengan GPU tambahan atau upgrade manual seperti di Mac Pro. Selain itu, Mac Pro versi Apple Silicon tidak lagi mendukung GPU eksternal yang justru menghilangkan salah satu keunggulan utamanya. Di sinilah terlihat bahwa konsep lama Mac Pro tidak lagi selaras dengan arah teknologi Apple.

4. Perubahan strategi apple di segmen profesional

Mac Studio
Mac Studio (apple.com)

Jika dulu Apple mengandalkan Mac Pro sebagai puncak lini desktop profesional, kini pendekatannya sudah berubah total. Apple lebih memilih menyederhanakan lineup desktop produknya menjadi iMac, Mac mini, dan Mac Studio. Secara umum, strategi ini membuat ekosistem Apple lebih jelas, efisien, dan mudah dipahami. Apple juga menghadirkan solusi baru untuk kebutuhan komputasi ekstrem seperti menghubungkan beberapa Mac melalui Thunderbolt 5 dengan latensi rendah. Hal ini tentu membuka pendekatan baru, yakni bukan satu mesin besar, tapi kombinasi beberapa perangkat untuk performa maksimal.

5. Masa depan Mac Pro Apple, benar-benar tamat?

Mac Studio
Mac Studio (apple.com)

Dengan semua perubahan ini, masa depan Mac Pro Apple bisa dikatakan sudah benar-benar berakhir. Tidak ada indikasi bahwa Apple akan menghidupkan kembali lini ini dalam waktu dekat. Namun, bukan berarti Apple meninggalkan pengguna profesional. Justru sebaliknya, mereka mengarahkan pasar ke solusi yang lebih modern, scalable, dan efisien. Buat kamu yang selama ini bergantung pada Mac Pro, kondisi ini mungkin terasa seperti kehilangan besar. Tapi jika dilihat dari sudut pandang teknologi, langkah ini masih masuk akal.

Keputusan Apple matikan Mac Pro bukan tanpa alasan. Ini adalah bagian dari strategi besar untuk menyederhanakan lini produk sekaligus memaksimalkan potensi Apple Silicon. Dengan fokus pada perangkat seperti Mac Studio, Apple menunjukkan bahwa masa depan workstation tidak lagi soal ukuran dan modularitas, tetapi efisiensi, integrasi, dan performa dalam satu sistem. 

Pada akhirnya, Apple tidak sekadar menghentikan produk lama. Mereka sedang mendefinisikan ulang apa itu desktop profesional di era modern. Jika melihat arahnya sekarang, strategi ini bisa jadi langkah paling tepat untuk menjaga dominasi mereka di industri teknologi yang semakin kompetitif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More