7 Alasan untuk Tidak Memilih Xbox Series X/S Sebagai Konsol Utama

Industri konsol telah memasuki generasi baru dengan PlayStation 5 dari Sony dan Xbox Series X/S dari Microsoft. Keduanya sama-sama konsol yang kuat secara performa dan mampu menjalankan game terkini tanpa ada masalah.
Meskipun begitu, untuk kasus Xbox Series X/S, ada beberapa alasan untuk tidak memilih penerus Xbox One itu. Mulai dari tidaknya ada game eksklusif khusus konsol, penyimpanan tambahan tersendiri hingga kontroler yang kurang inovasi, berikut 7 alasan untuk tidak memilih Xbox Series X/S sebagai konsol utama.
1.Tidak ada game eksklusif khusus konsol

Dengan fakta bahwa Xbox dimiliki oleh Microsoft maka game-game yang dirilis di Xbox Series X/S juga dirilis di PC. Artinya, Xbox Series X/S tidak memiliki game eksklusif khusus yang hanya bisa dimainkan di konsol. Semua game Xbox Series X/S tersedia di PC dan juga bisa diakses di Xbox Games Pass. Beda halnya dengan PS5 yang tidak dimiliki oleh produsen sistem operasi PC apapun, sehingga game-game eksklusif yang tersedia hanya bisa dimainkan di PS5 itu sendiri.
2.Penyimpanan tambahan yang eksklusif

Xbox Series X/S tidak memiliki game eksklusif khusus konsol, namun punya penyimpanan tambahan yang eksklusif. Maksud eksklusif di sini adalah penyimpanan tersebut dibuat khusus untuk Xbox Series X/S dan tidak bisa digunakan di PC ataupun konsol lain. Parahnya lagi, penyimpanan tersebut punya banderol harga yang tinggi. PS5 di sisi lain, menyertakan slot SSD M.2 untuk penyimpanan tambahan dan kompatibel untuk semua SSD M.2.
3.Tidak mendukung VR

Meski virtual reality atau VR masih belum jadi cara mainstream bermain game, popularitasnya terus tumbuh dari waktu ke waktu. Sayangnya, Xbox Series X/S termasuk kedalam perangkat yang tidak mendukung VR, tidak seperti PS5 yang punya PlayStation VR2. Bos Xbox – Phil Spencer, menyebut bahwa perusahaan yang ia pimpin lebih berfokus pada software karena skalanya lebih baik dalam jangka panjang.
4.Punya kontroler yang minim inovasi

Kontroler Xbox Series X/S menerima beberapa peningkatan dari pendahulunya, di mana kini lebih enak digenggam, punya trigger yang bertekstur dan mengemas d-pad hybrid. Sayangnya, kontroler Xbox Series X/S sangat minim inovasi. Jika dibandingkan dengan DualSense milik PS5 yang punya Adaptive Trigger, Haptic Feedback, touchpad dan mikrofon bawaan, kontroler Xbox Series X/S terasa ketinggalan jaman.
5.Xbox Series S punya performa yang tanggung

Konsol generasi terbaru dari Microsoft hadir dalam dua pilihan yaitu Xbox Series X dan Xbox Series S. Namun, Xbox Series S punya performa yang terbilang tanggung dibandingkan Xbox Series X yang lebih maksimal. Xbox Series S punya RAM dan penyimpanan internal yang lebih sedikit, hanya mendukung resolusi 1440p alih-alih 4K, dibekali dengan prosesor yang lebih lambat dan hanya bisa memainkan game digital.
6.Ada baiknya untuk menunggu iterasi selanjutnya

Xbox One dirilis pada 2013 dan tiga tahun setelahnya, Xbox One S dengan desain lebih ramping dan performa lebih baik, diluncurkan. Bukan tidak mungkin jika Microsoft nantinya akan melakukan langkah serupa terhadap Xbox Series X/S. Meski keduanya tidak memiliki banyak masalah teknis yang berarti, tidak menutup kemungkinan untuk suatu saat nanti, versi lebih baik dari keduanya akan dirilis.
7.PS5 jauh lebih baik

Selain Xbox Series X/S, PS5 juga jadi konsol generasi terbaru yang dirilis pada 2021 kemarin. Konsol garapan Sony itu membawa banyak peningkatan baik dari segi spesifikasi, game eksklusif dan juga kontroler. Jika dibandingkan, mudah untuk melihat bahwa PS5 jauh lebih baik dari Xbox Series X/S karena punya spesifikasi yang tidak kalah tangguh, game-game eksklusif yang lebih lengkap dan kontroler DualSense yang lebih canggih.
Demikian tadi ulasan mengenai alasan untuk tidak memiliki Xbox Series X/S sebagai konsol utama. Selain beberapa faktor tadi, di Indonesia sendiri, Xbox Series X/S juga tidak dirilis secara resmi. Artinya, akan sangat sulit untuk melakukan perbaikan secara resmi jika suatu saat keduanya tiba-tiba rusak.



















