Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Always-on Display POCO X8 Pro Tidak Benar-Benar 'Always'?

Mengapa Always-on Display POCO X8 Pro Tidak Benar-Benar 'Always'?
POCO X8 Pro (mi.co.id)
Intinya Sih
  • POCO X8 Pro resmi hadir di Indonesia dengan chipset Dimensity 8500 Ultra, baterai 6500 mAh, dan layar AMOLED ber-refresh rate tinggi yang menargetkan performa mendekati flagship.
  • Fitur Always-on Display hanya aktif sekitar 10 detik setelah layar terkunci, dibatasi demi efisiensi daya meski membuat fungsi AOD terasa kurang maksimal bagi sebagian pengguna.
  • Pembatasan AOD dipengaruhi strategi HyperOS untuk hemat energi tanpa opsi pengaturan fleksibel, menjadikannya lebih sebagai fitur tambahan dibanding elemen utama pada POCO X8 Pro.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

POCO Indonesia resmi menghadirkan POCO X8 Series ke pasar Tanah Air pada 2 April 2026, setelah sebelumnya meluncur secara global pada pertengahan Maret 2026. Salah satu model yang paling mencuri perhatian adalah POCO X8 Pro, yang dibekali chipset Dimensity 8500 Ultra, baterai besar 6500 mAh, dan layar AMOLED dengan refresh rate tinggi. Kombinasi spesifikasi tersebut membuatnya diposisikan sebagai smartphone dengan performa mendekati flagship, tetapi tetap affordable dari segi harga. Tidak mengherankan jika ekspektasi pengguna terhadap perangkat ini cukup tinggi.

Meski membawa banyak keunggulan, ada satu fitur yang justru menimbulkan pertanyaan, yakni Always-on Display (AOD). Fitur ini umumnya menjadi nilai tambah pada layar AMOLED karena memungkinkan pengguna melihat informasi penting tanpa harus membuka kunci layar. Namun, implementasi AOD pada POCO X8 Pro tidak sepenuhnya sesuai harapan. Alih-alih aktif secara terus-menerus, fitur ini memiliki keterbatasan yang membuatnya terasa kurang optimal. Lantas, apa yang menjadi penyebabnya? Berikut penjelasannya.

1. Fitur Always-on Display yang hanya bertahan 10 detik

POCO X8 Pro
POCO X8 Pro (mi.co.id)

Secara konsep, Always-on Display (AOD) dirancang untuk menampilkan informasi seperti jam, tanggal, dan notifikasi secara terus-menerus di layar. Fitur ini memanfaatkan panel AMOLED yang mampu menyalakan sebagian piksel saja sehingga konsumsi daya tetap efisien dibandingkan layar LCD. Karena itu, banyak pengguna mengandalkannya untuk memantau notifikasi tanpa perlu menyalakan layar sepenuhnya. Dalam kondisi ideal, AOD akan tetap aktif selama fitur tersebut diaktifkan.

Berdasarkan sejumlah laporan pengguna di Reddit, tampilan AOD pada POCO X8 Pro hanya muncul sekitar 10 detik setelah layar dikunci, lalu akan mati kembali. Tidak tersedia opsi untuk membuatnya tetap menyala secara terus-menerus seperti pada beberapa perangkat lain. Kondisi ini membuat fungsi AOD terasa terbatas, terutama bagi pengguna yang terbiasa mengandalkan fitur tersebut sepanjang waktu.

2. Alasan di balik pembatasan fitur Always-on Display (AOD)

POCO X8 Pro dibekali baterai berkapasitas 6.500 mAh
POCO X8 Pro dibekali baterai berkapasitas 6.500 mAh (mi.co.id)

Pembatasan durasi AOD pada POCO X8 Pro kemungkinan besar berkaitan dengan efisiensi daya. Meskipun AMOLED dikenal lebih hemat energi, penggunaan AOD secara terus-menerus tetap memberi dampak pada konsumsi baterai. Pembatasan waktu tampil membantu sistem menjaga daya tahan baterai tetap optimal, terutama bagi pengguna aktif sepanjang hari. Strategi ini menjadi bentuk kompromi antara fitur dan efisiensi.

Selain itu, POCO tampaknya ingin mempertahankan identitas seri X sebagai perangkat berperforma tinggi sekaligus memiliki daya tahan baterai yang kuat. Kapasitas baterai 6500 mAh diharapkan mampu menunjang penggunaan lebih lama tanpa sering mengisi daya. Karena itu, pembatasan AOD bisa menjadi keputusan yang disengaja agar pengalaman penggunaan tetap konsisten. Meski begitu, pendekatan ini tetap menimbulkan pro dan kontra di kalangan pengguna.

Fenomena serupa juga terlihat pada generasi sebelumnya, yaitu POCO X7 Pro. Pada perangkat tersebut, fitur AOD juga terasa lebih sebagai pelengkap dibanding fungsi utama. Opsi AOD memang tersedia di pengaturan, tetapi implementasinya tidak benar-benar “always” seperti yang diharapkan. Tidak adanya pengaturan untuk membuatnya tetap aktif membuat pengalaman penggunaan terasa kurang fleksibel.

3. Pengaruh sistem operasi dan dukungan software

ilustrasi Xiaomi HyperOS
ilustrasi Xiaomi HyperOS (unsplash.com/Andrey Matveev)

Faktor lain yang turut memengaruhi implementasi AOD adalah sistem operasi yang digunakan. POCO X8 Pro berjalan di HyperOS versi terbaru yang membawa berbagai peningkatan dari sisi tampilan dan performa. Sistem ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih ringan, responsif, sekaligus hemat daya. Dalam konteks tersebut, pembatasan AOD kemungkinan merupakan bagian dari strategi optimalisasi agar konsumsi baterai tetap terkendali.

Sayangnya, pendekatan ini tidak diimbangi dengan fleksibilitas bagi pengguna. Sistem tidak menyediakan opsi untuk mengatur perilaku AOD, seperti memilih mode selalu aktif atau hanya muncul pada waktu tertentu. Padahal, fitur semacam ini sudah umum ditemukan pada perangkat lain. Ketiadaan pengaturan tersebut membuat pengguna tidak memiliki kendali penuh terhadap AOD, sehingga fungsinya terasa kurang maksimal.

4. Apakah fitur Always-on Display (AOD) di POCO X8 Pro tetap layak atau hanya gimmick saja?

penerapan fitur Always On Display (AOD) di HP POCO
penerapan fitur Always On Display (AOD) di HP POCO (c.po.co)

Bagi sebagian pengguna, keterbatasan AOD mungkin bukan masalah besar, terutama jika lebih mengandalkan notifikasi suara atau getaran. Selain itu, POCO X8 Pro juga menawarkan alternatif seperti Dynamic RGB Light yang dapat memberi indikasi visual saat ada notifikasi masuk. Fitur ini tetap membantu pengguna mengetahui adanya aktivitas tanpa harus melihat layar secara langsung.

Bagi pengguna yang terbiasa memakai AOD penuh, kondisi ini bisa terasa sebagai penurunan pengalaman. AOD seharusnya memberikan kemudahan untuk melihat informasi sekilas tanpa interaksi tambahan. Ketika fitur ini hanya aktif beberapa detik, pengguna tetap perlu menyalakan layar untuk mendapatkan informasi terbaru. Hal ini membuat fungsi utamanya menjadi kurang optimal dan terasa seperti fitur pelengkap.

Di sisi lain, POCO X8 Pro tetap hadir sebagai perangkat yang menarik di kelasnya. Smartphone ini tersedia dalam beberapa varian penyimpanan dan pilihan warna seperti Iron Man Edition Gold, Hitam, Putih, dan Hijau. Variasi tersebut memberikan opsi lebih luas bagi pengguna sesuai selera dan kebutuhan. Berikut adalah informasi harganya yang bisa kamu lihat pada tabel berikut.

Harga POCO X8 Pro

Data harga bersumber dari situs resmi Xiaomi Indonesia

Kapasitas penyimpanan

Harga

POCO X8 Pro (8/256 GB)

Rp4.999.000

POCO X8 Pro (8/512 GB)

Rp5.399.000

POCO X8 Pro (12/512 GB)

Rp5.799.000

Jika dilihat secara keseluruhan, AOD pada POCO X8 Pro memang masih bisa digunakan, tetapi belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi. Kehadirannya lebih terasa sebagai fitur tambahan dibanding elemen utama yang benar-benar fungsional. Dalam hal ini, istilah “always-on” menjadi kurang tepat karena tidak sepenuhnya mencerminkan cara kerjanya, sehingga tak sedikit pengguna yang menganggapnya sebagai gimmick.

Meski demikian, keunggulan lain yang ditawarkan tetap sulit diabaikan. Performa tinggi, baterai besar, dan desain menarik menjadi nilai jual utama yang cukup kuat. Selama keterbatasan AOD bukan faktor krusial, perangkat ini masih layak dipertimbangkan. Pada akhirnya, keputusan kembali pada kebutuhan masing-masing pengguna dan fitur apa yang paling diprioritaskan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More