Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Instagram Uji Coba Langganan Premium, Bisa Lihat Story Tanpa Ketahuan

Instagram Uji Coba Langganan Premium, Bisa Lihat Story Tanpa Ketahuan
ilustrasi aplikasi Instagram pada layar smartphone (unsplash.com/Brett Jordan)
Intinya Sih
  • Meta menguji layanan berbayar Instagram Plus dengan fitur eksklusif seperti melihat Story secara anonim, Superlike animasi, dan pengaturan audiens yang lebih fleksibel bagi pengguna premium.
  • Uji coba dilakukan di beberapa negara termasuk Meksiko, Jepang, dan Filipina dengan harga langganan berbeda sesuai kebijakan lokal serta kemungkinan diperluas setelah evaluasi hasil pengujian.
  • Langkah ini menjadi strategi Meta menambah pendapatan di luar iklan, namun memunculkan kekhawatiran kejenuhan pengguna terhadap tren layanan berbayar di platform media sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Meta mulai menguji layanan langganan premium Instagram di sejumlah negara, seperti dilaporkan TechCrunch pada Senin (30/3/2026). Layanan bernama Instagram Plus tersebut menawarkan sejumlah fitur eksklusif bagi pengguna berbayar. Langkah ini menjadi strategi baru Meta untuk menambah sumber pendapatan di tengah persaingan ketat platform media sosial.

Uji coba ini dilakukan sekitar dua bulan setelah Meta mengungkap rencana menghadirkan model langganan di berbagai platform-nya, termasuk Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Meski masih dalam tahap terbatas, fitur yang ditawarkan langsung mencuri perhatian. Salah satunya adalah kemampuan melihat Story tanpa diketahui pemiliknya, fitur yang dinilai menarik sekaligus memicu perdebatan soal privasi pengguna.

1. Fitur eksklusif: dari Story anonim hingga Superlike

ilustrasi aplikasi Instagram
ilustrasi aplikasi Instagram (unsplash.com/Souvik Banerjee)

Instagram Plus menghadirkan sejumlah fitur eksklusif bagi pengguna berbayar. Salah satunya adalah kemampuan melihat Instagram Story secara anonim, sehingga unggahan yang hilang dalam 24 jam dapat ditonton tanpa tercatat dalam daftar penonton. Fitur ini dinilai menarik, meski memicu kekhawatiran terkait privasi.

Pelanggan juga dapat mengetahui jumlah penayangan ulang Story untuk melihat tingkat interaksi konten. Selain itu, Instagram menambahkan fleksibilitas dalam pengaturan audiens. Jika sebelumnya hanya tersedia opsi berbagi ke semua pengikut atau “Teman Dekat”, kini pengguna premium dapat membuat beberapa kelompok audiens sesuai kebutuhan.

Fitur lain mencakup perpanjangan masa tayang hingga 24 jam tambahan serta opsi menyorot Story sekali dalam sepekan agar tampil di bagian depan. Instagram Plus juga menghadirkan “Superlike” animasi sebagai bentuk apresiasi terhadap unggahan pengguna lain. Pengguna berbayar dapat mencari nama tertentu dalam daftar penonton dengan lebih cepat tanpa perlu menggulir panjang.

2. Uji coba di sejumlah negara dan skema harga

ilustrasi logo aplikasi Instagram
ilustrasi logo aplikasi Instagram (unsplash.com/Mariia Shalabaieva)

Meta belum mengungkap secara resmi negara yang menjadi lokasi uji coba layanan ini. Namun, laporan di media sosial menyebutkan bahwa fitur tersebut telah diuji di Meksiko, Jepang, dan Filipina. Berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan pengguna, harga langganan bervariasi di tiap negara sesuai kebijakan masing-masing wilayah.

Di Meksiko, layanan dibanderol sekitar MX$39 per bulan, setara dengan Rp 38.200. Di Jepang, harganya mencapai ¥319 per bulan, sekitar Rp 34.000. Sementara di Filipina, biaya berlangganannya sebesar PHP 65 per bulan, atau sekitar Rp 18.400. Perbedaan harga ini mencerminkan strategi Meta dalam menyesuaikan layanan dengan daya beli konsumen di tiap negara.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Meta menyesuaikan layanannya berdasarkan karakteristik setiap pasar. Uji coba layanan ini kemungkinan akan diperluas ke negara lain sebelum diluncurkan secara global. Keputusan perluasan nantinya akan bergantung pada hasil evaluasi dan respons pengguna selama masa pengujian.

3. Potensi pendapatan vs kejenuhan pengguna

ilustrasi berbagai aplikasi sosial media di smartphone
ilustrasi berbagai aplikasi sosial media di smartphone (unsplash.com/dole777)

Peluncuran Instagram Plus menjadi upaya Meta untuk menambah sumber pendapatan di luar iklan. Model langganan ini bukan hal baru, mengingat sejumlah platform seperti Snapchat dan X telah lebih dulu menerapkannya. Namun, langkah tersebut juga berpotensi menimbulkan kejenuhan pengguna di tengah maraknya layanan berbayar.

Sejumlah respons di media sosial menunjukkan adanya keraguan terhadap nilai tambah fitur berbayar. Layanan ini juga berbeda dari Meta Verified yang menyasar kreator dan bisnis. Meta Verified menawarkan lencana verifikasi serta perlindungan dari peniruan identitas, sementara Instagram Plus difokuskan pada peningkatan pengalaman pengguna umum.

Meta menyatakan akan terus mengevaluasi hasil uji coba sebelum memperluas peluncuran layanan ini. Perusahaan juga mempertimbangkan berbagai masukan pengguna selama masa pengujian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More