Comscore Tracker

[REVIEW] Among Trees—Simulasi Bertahan Hidup dengan Tampilan Unik

Berjalan layaknya mimpi

Dalam dunia game PC, tema-tema tentang bertahan hidup barangkali sudah menjadi salah satu topik yang sangat sering diangkat oleh developer. Mulai dari simulasi kalem macam The Sims hingga game berdarah-darah seperti serial Far Cry, semuanya nyaris mendominasi deretan judul keren untuk game PC.

Uniknya, sebetulnya tak banyak developer yang berani menampilkan game simulasi bertahan hidup yang murni. Maksudnya, karakter yang ada akan betul-betul bertahan hidup layaknya di dunia nyata tanpa adanya unsur peperangan. Nah, omong-omong, Among Trees adalah sebuah judul yang bisa digolongkan sebagai game simulasi murni.

Game garapan FJRD Interactive tersebut dirilis untuk Windows (PC) pada 10 November 2021. Di Steam, Among Trees dijual seharga Rp95.999 dan developer yang tergolong indie itu sudah berani meluncurkannya ke dalam versi final, alih-alih memasukkannya di early access. Seberapa lekat game tersebut dengan simulasi bertahan hidup? Yuk, simak review Among Trees di bawah ini.

1. Bertahan hidup di hutan belantara yang penuh kedamaian

[REVIEW] Among Trees—Simulasi Bertahan Hidup dengan Tampilan UnikAmong Trees mengajak kita untuk jadi penyintas di tengah hutan. (dok. FJRD Interactive/Among Trees)

Kalau suka dengan kisah-kisah survivor seorang diri di tengah hutan, mungkin kamu bakal suka dengan game yang satu ini. Pada intinya, gamer akan ditugaskan menjadi penyintas di lebatnya belantara secara mandiri. Namun, alih-alih dilengkapi persenjataan, kita justru hanya akan menjalani sisi-sisi kehidupan yang cukup tenang di tengah hutan.

Kamu gak perlu khawatir ada perampok bersenjatakan shotgun yang akan menjarah kemah atau rumahmu. Tak perlu takut pula dengan kehadiran makhluk astral atau hewan buas yang siap menyergapmu dari belakang. Well, sejatinya, Among Trees justru jauh dari pada itu. Menebang pohon dan menjadikannya rumah kayu justru lebih menantang ketimbang harus memikirkan gelapnya lingkungan di sekitar kita.

Sejauh penulis memainkan game ini, tidak ada tanda-tanda serangan dari manusia-manusia brutal lainnya. Ia murni berpusat pada diri sendiri dan rasa sepi di sini juga bisa dirasakan secara intens oleh pemain. Jelas bahwa developer juga tak akan membekali kita dengan pasokan makanan berlimpah. Sebaliknya, segala sumber daya yang ada sangat terbatas dan dibutuhkan kerja keras untuk mengolah atau mendapatkannya.

Meskipun sepi dan terkesan kurang atraktif, game ini sebetulnya bisa melepas penat dan stres. Ya, hidup seorang diri di hutan rupanya bisa memunculkan perasaan damai, tenang, dan tentu saja santai—terlepas dari susah payah kita dalam mengolah sumber daya yang terbatas. So, jika ingin simulasi yang penuh damai dan keheningan, coba saja mainkan Among Trees.

2. Kumpulkan sumber daya dan kelola sebaik mungkin

[REVIEW] Among Trees—Simulasi Bertahan Hidup dengan Tampilan UnikHutan belantara damai dan tenang dalam Among Trees. (dok. FJRD Interactive/Among Trees)

Mekanisme gameplay dalam Among Trees sangat terfokus pada pengumpulan sumber daya dan mengolahnya sebijaksana mungkin. Selebihnya, game ini berjalan pada sistem yang lambat dan benar-benar santai untuk dimainkan. Mulai dari makanan, perkakas, material, dan bahan mentah wajib kita cari dan kumpulkan. Lalu, olah semua sebaik mungkin untuk kita jadikan modal petualangan kita.

Yup, game ini juga akan mengizinkan kita untuk bertualang dan menjelajahi dunia di belantara yang sangat luas. Oh, ya, jangan lupa cari dan gunakan blueprint untuk membantumu dalam bertahan hidup sekaligus menciptakan alat-alat baru. Mungkin pada awal-awal permainan, kamu dibuat cukup kesulitan karena keterbatasan ruang dalam menyimpan sumber daya.

Namun, lama-kelamaan, hal tersebut bisa diatasi dengan mudah karena kita pun bisa membangun ruangan khusus untuk barang-barang pasokan, seperti makanan dan sumber daya lainnya. Secara umum, game ini memang cukup mudah untuk dimainkan. Ada beberapa bagian yang sulit, tapi pada akhirnya tetap saja bisa dituntaskan dengan cara yang santai.

Hewan buas yang sejauh ini dihadapi penulis adalah beruang. Kendati demikian, kebanyakan dari mereka tidak akan peduli dengan keberadaan kita. Entah game ini yang memang dibuat hening atau kualitas audionya yang kurang nendang, penulis hanya merasakan simulasi bertahan hidup yang penuh kedamaian dan juga sangat sepi.

Baca Juga: [REVIEW] Forza Horizon 5—Salah 1 Game Balap Terbaik di 2021

3. Tampilan visual yang unik

[REVIEW] Among Trees—Simulasi Bertahan Hidup dengan Tampilan UnikInterior rumah kayu dalam Among Trees unik dan bergaya seni. (dok. FJRD Interactive/Among Trees)

Tampilan visual dalam Among Trees dirasa cukup indah dan unik layaknya di dunia mimpi. Namun, keindahan yang ada juga terkesan agak "menyimpang" dari pakem grafis pada umumnya. Tentu jenis visual macam ini tidak bisa disukai oleh semua orang. Namun, di mata penulis, kualitas grafisnya sudah cukup oke dan mampu merepresentasikan bagaimana heningnya kondisi hutan.

Ada beberapa bug dan glitch yang mungkin dirasa cukup mengganggu meskipun bisa dikesampingkan. Jika PC milikmu sudah memiliki kapasitas RAM 8 GB, Intel Core i5, GPU setara GeForce GTX 670, dan ruang simpan 5 GB, Among Trees sudah bisa dimainkan dengan lancar. Seperti sudah disinggung sebelumnya, dengan gaya visual unik macam ini, gamer akan seolah menjalani kehidupan di dunia mimpi.

4. Audio yang cenderung menenangkan

[REVIEW] Among Trees—Simulasi Bertahan Hidup dengan Tampilan UnikBertani dan berkebun di Among Trees akan menjadi sebuah kebiasaan. (dok. FJRD Interactive/Among Trees)

Hampir semua suara atau audio dalam Among Trees bersifat menenangkan layaknya relaksasi. Mulai dari alunan musik yang penuh kedamaian, suara burung, aliran sungai, dan embusan angin, semua akan membuat gamer makin terlena dengan suasana yang ada. Setelah berjam-jam memainkan game ini, penulis bahkan berani menyimpulkan bahwa Among Trees adalah simulasi sekaligus relaksasi.

Namun, terlepas dari semua keheningannya itu, ada beberapa tahap dan bagian yang justru penulis rasakan cukup hambar. Ya, kesan yang terlalu sepi dan gelap lama-lama justru terasa repetitif dan agak membosankan. Jadi, jika ingin memainkannya dengan serius, mungkin pagi atau siang hari pada saat akhir pekan bisa dipilih sebagai waktu yang tepat. Memainkannya di malam hari hanya akan membuatmu tertidur di depan layar komputer.

5. Hadir cukup baik meskipun belum ada perkembangan signifikan

[REVIEW] Among Trees—Simulasi Bertahan Hidup dengan Tampilan UnikPemain bisa memelihara rubah imut dalam Among Trees. (dok. FJRD Interactive/Among Trees)

Game ini unik bukan hanya dari tampilannya saja, melainkan juga dari perkembangan yang ada. Apa maksudnya? Among Trees sendiri sebenarnya sudah dirilis pada 2020 di Epic Game Store dalam status early access. Namun, untuk versi Steam sendiri, pada 2021 developer sudah merilisnya secara final.

Terlepas dari berbagai hal yang dinilai kurang atraktif di mata penulis, game ini sebetulnya mampu membawa nuansa berbeda jika dibanding permainan sejenis. Ia tidak hadir dengan elemen persaingan yang biasanya membuat gamer stres. Sebaliknya, dengan begitu banyak elemen alam yang menenangkan, kita malah akan dibuat rileks dan begitu damai di kala memainkannya.

Kendati demikian, penulis merasakan bahwa developer seolah belum selesai secara tuntas dalam membuat game ini. Ada banyak hal yang seharusnya bisa ditingkatkan, tapi sepertinya update terbaru belum juga dirilis. Skor 3,5/5 penulis berikan untuk Among Trees yang unik dan menenangkan. Sekali lagi, game ini sangat cocok buat kamu yang suka dengan simulasi kehidupan yang damai dan membuat rileks.

https://www.youtube.com/embed/fe9DytkcSlc

Baca Juga: [REVIEW] PUBG: NEW STATE—Dominan pada Perubahan Grafis dan Gameplay

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya