Comscore Tracker

[REVIEW] Football Manager 2022—Masih Jadi Game Simulasi Terbaik

AI dan interaksi dibuat makin realistis

Bagi kamu penggemar game sepak bola pastinya tahu dan mungkin mengenal dengan baik apa itu Football Manager. Ya, waralaba yang sudah ada sejak 2004 ini masih menjadi game simulasi olahraga terbaik hingga saat ini. Sekadar informasi, pada 2004, Sports Interactive selaku developer telah berpisah dengan Eidos Interactive yang memegang lisensi berjudul Championship Manager.

Nah, seiring berjalannya waktu, Football Manager atau FM telah menjelma sebagai game simulasi yang pekat dengan hal-hal realistis dalam dunia sepak bola di dunia nyata. Pada 9 November 2021 lalu, Football Manager 2022 dirilis di bawah bendera SEGA untuk multiplatform, yakni Windows (PC), macOS, Xbox One, Xbox Series X, Android, iOS, dan Nintendo Switch.

Well, bagaimana ulasan dan review Football Manager 2022 menurut penulis? Apakah masih apik layaknya seri-seri sebelumnya? Yuk, disimak artikelnya.

1. Masih menjadi simulasi sepak bola terbaik

[REVIEW] Football Manager 2022—Masih Jadi Game Simulasi TerbaikFootball Manager 2022 masih menjadi simulasi sepak bola terbaik. (dok. Sports Interactive/Football Manager 2022)

Oke, sedikit melihat ke belakang, penulis sudah mengikuti serial game ini sejak masih di bangku kuliah pada 2004. Pada awalnya, Football Manager 2005 sudah menjadi salah satu game simulasi sepak bola dengan kompleksitas tinggi. Berbeda dengan banyak game lainnya, dalam serial Football Manager, ada segudang detail yang wajib dikuasai oleh pemain selaku manajer di sebuah klub.

Nah, di seri Football Manager 2022, detail dan kompleksitas tersebut terlihat makin nyata. Ia hadir sebagai sebuah simulasi yang dijalankan pada fondasi atau kerangka dunia sepak bola di dunia sesungguhnya. Apalagi, game buatan Sports Interactive ini juga tampil makin cantik berkat kualitas grafis yang ditingkatkan. Jelas bahwa sang pengembang tidak hanya berkutat pada mekanisme yang realistis, tetapi juga tampilan visual yang lebih apik.

Kamu tetap akan menjadi seorang manajer yang ditunjuk oleh sebuah tim dan akan menjadi juru taktik di sana. Tugasmu adalah mengatur strategi, membeli pemain, menjual pemain, mengatur gaji, merekrut staf, membangun interaksi dengan direksi, melakukan konferensi pers, mengelola keuangan, mempertahankan gelar, merebut juara, dan masih banyak lagi hal detail yang bisa dilakukan dalam game ini.

Yup, secara keseluruhan, game ini memang tampil identik dengan seri sebelumnya. Namun, dalam Football Manager 2022, segalanya berjalan lebih realistis. Kombinasi antara mekanisme simulasi yang pakem dengan detail kompleks justru akan membuat pencinta sepak bola makin dibuat ketagihan. Di zaman kuliah dulu, penulis selalu memainkan Football Manager hingga puluhan musim, baik dengan tim yang sama maupun tim yang berbeda-beda.

2. Detail yang tampak rumit, tapi sebenarnya tidak

[REVIEW] Football Manager 2022—Masih Jadi Game Simulasi TerbaikProfil pemain dalam Football Manager 2022. (dok. Sports Interactive/Football Manager 2022)

Bagi pemain yang baru saja memainkan Football Manager 2022 mungkin awalnya sedikit kesulitan dalam beradaptasi. Namun, itu tak akan lama. Pasalnya, game ini memiliki mekanisme permainan yang justru mudah dipahami meskipun ia memiliki begitu banyak detail yang kompleks. Melihat profil pemain akan sama mudahnya dengan melihat profil staf atau bahkan informasi dari klub.

Nah, yang akan menjadi tantangan ada di pertandingan, taktik, dan bagaimana cara mempertahankan pemain bintang supaya betah di klub kita. Salah dalam menerapkan taktik dan strategi, tentu akan berujung bencana meskipun kamu menggunakan tim kuat, macam Real Madrid, Juventus, Barcelona, Liverpool, atau Bayern Munich. Sebaliknya, taktik jitu yang tepat bisa saja mencuri kemenangan meski kamu menggunakan tim medioker.

Beberapa mekanisme baru dimasukkan ke dalam Football Manager 2022 sebagai pembeda dengan seri-seri sebelumnya, misalnya AI yang lebih cerdas dan realistis atau keberadaan Data Hub yang bisa dijadikan acuan kita dalam berburu pemain-pemain muda yang bakal bersinar di masa depan. Berbicara mengenai AI, bagi penulis, serial terbaru ini punya segudang fitur yang akan memengaruhi pergerakan lawan.

Jika kamu lebih suka menyerang dan menerapkan taktik pressing, tim kita akan lebih mudah kehabisan tenaga dan AI dari lawan akan tahu kapan waktu terbaik untuk menyerang balik. Jadi, sebaiknya jangan menerapkan taktik dan strategi yang sama persis dalam tiap-tiap pertandingan. Pasalnya, klub-klub lawan dapat dengan mudah membaca pergerakan dari formasi kita.

Baca Juga: [REVIEW] PUBG: NEW STATE—Dominan pada Perubahan Grafis dan Gameplay

3. Kualitas grafis yang lebih baik

[REVIEW] Football Manager 2022—Masih Jadi Game Simulasi TerbaikTampilan grafis dalam Football Manager 2022. (dok. Sports Interactive/Football Manager 2022)

Jika dilihat sepintas, grafis yang ditampilkan dalam seri kali ini akan terasa sama dengan Football Manager 2021, bahkan Football Manager 2020. Namun, sebetulnya, ada beberapa detail tambahan yang membuat kualitas visual dalam game ini dianggap jauh lebih baik, salah satunya adalah mekanisme pergerakan semua pemain yang dibuat makin smooth dan masuk akal.

Pemain yang sangat kelelahan akan bergerak dengan lambat dan kurang responsif. Sementara, pemain bintang yang dalam performa terbaiknya akan ditampilkan gesit, taktis, dan menguasai area di mana ia ditempatkan. Semuanya ini mampu dibuat oleh Sports Interactive dengan sangat baik. Stadion dan penonton juga bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada, seperti cuaca dan harga tiket.

Gak selamanya stadion selalu dalam keadaan penuh penonton. Tak jarang, kondisinya sepi karena mungkin pertandingannya dirasa kurang menarik atau bisa jadi tiket yang dijual terlampau mahal. Oh, ya, salah satu hal yang paling mengasyikkan bagi penulis adalah memasukkan grafis tambahan dari pihak ketiga.

Ya, kita masih bisa memasukkan gambar dari wajah pemain, stadion, kostum klub, logo klub atau negara, bahkan kota dan sejarahnya. Hal ini makin membuat Football Manager 2022 menjadi lebih realistis karena semua foto adalah gambar atau potret dari pemain dan klub aslinya.

4. Audio terasa identik dengan seri sebelumnya

[REVIEW] Football Manager 2022—Masih Jadi Game Simulasi TerbaikFootball Manager 2022 punya audio yang identik dengan seri sebelumnya. (dok. Sports Interactive/Football Manager 2022)

Jujur saja, penulis selalu memainkan serial Football Manager dengan metode mute atau tanpa suara. Ya, bagi penulis, memainkan game simulasi ini tanpa suara justru dirasa tambah mengasyikkan. Apa pasal? Tak lain karena kualitas audio yang disematkan dalam Football Manager 2022 terkesan identik dengan seri-seri Football Manager lainnya.

Riuhnya suara penonton di stadion juga dapat dipresentasikan dengan cukup baik oleh developer, meskipun tentu tak seindah audio di game PES atau FIFA. Memainkan game ini tanpa suara juga akan meningkatkan intensitas kita dalam bermain selama berjam-jam. Bayangkan saja, ada puluhan hingga ratusan musim yang bakal kita mainkan secara rutin dalam game ini.

Jika musim-musim yang dilewati itu diisi dengan suara-suara yang repetitif malah akan terdengar membosankan, bukan? So, itu sebabnya penulis lebih suka memainkan semua serial Football Manager tanpa suara karena hal itu justru akan meningkatkan intensitas kita dalam bermain.

5. Akan selalu digemari oleh pencinta simulasi sepak bola

[REVIEW] Football Manager 2022—Masih Jadi Game Simulasi TerbaikFootball Manager 2022 tetap akan dicintai oleh penggemarnya. (dok. Sports Interactive/Football Manager 2022)

Sebagai penggemar simulasi Football Manager, tentu penulis juga menyukai Football Manager 2022 sebagai game simulasi sepak bola terbaik yang pernah ada. Ia makin realistis dan memiliki segudang fitur yang semuanya masih mudah dioperasikan. Peningkatan dari sisi visual juga wajib mendapatkan apresiasi mengingat hampir semua AI yang ditampilkan telah disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Karena baru dirilis, harga dari game ini mungkin masih cukup tinggi. Steam menjualnya di harga Rp549.999 dan semoga saja ada promo diskon di akhir tahun nanti. Namun, bagi kamu yang memang menyukai dan penggemar fanatik dari produk Sports Interactive ini, gak ada salahnya segera membeli dan memainkannya untuk mengisi waktu begadang.

Well, penulis memberikan skor 4,5/5 untuk Football Manager 2022. Permainan simulasi tanpa batas waktu ini masih menjadi permainan video yang bakal membuat candu. Nah, semoga review kali ini dapat berguna buat kalian yang sedang mencari game simulasi, ya.

https://www.youtube.com/embed/j4d3QAemG_c

Baca Juga: [REVIEW] FINAL FANTASY VII THE FIRST SOLDIER—Battle Royale yang Epik

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya