7 Game dengan Trailer yang Paling Banyak Mendapat Dislike, Mengapa?

- Dragon Age: The Veilguard – Visual tidak merepresentasikan game aslinya
- Highguard – Tidak sesuai ekspektasi, kecewa dengan pengumuman terakhir di The Game Awards 2025
- Mighty No. 9 – Trailer Masterclass kurang menjelaskan game dan penundaan pengembangan
Peran trailer sangat krusial untuk sebuah game baru. Jika sangat menarik, pemain akan langsung mengantisipasinya dan bahkan bisa mendongkrak penjualan sejak hari pertama meski ulasannya biasa atau perilisannya bermasalah secara teknis. Tapi sebaliknya, jika trailer yang dirilis sangat tidak menarik atau bahkan cenderung buruk hingga mendapat banyak dislike di YouTube, sulit bagi pemain untuk antusias dan dalam beberapa kasus, bisa memicu segudang reaksi negatif yang mempengaruhi penjualannya. Berikut 7 game dengan trailer yang paling banyak mendapat dislike dan alasannya.
1. Dragon Age: The Veilguard – Official Reveal Trailer
Setelah kegagalan Anthem, reputasi BioWare sebagai rajanya game RPG sempat dipertanyakan, terlebih saat itu mereka sedang menggarap game Dragon Age keempat. Lalu di pertengahan 2024, BioWare mengganti judul dari yang awalnya Dragon Age: Dreadwolf menjadi Dragon Age: The Veilguard dan memperkenalkannya lewat trailer CG. Sayangnya, langkah itu kurang tepat karena visualnya tidak merepresentasikan visual asli game-nya sekaligus tidak menjawab kenapa game ini menghilang selama enam tahun tanpa kabar baru. Trailer tersebut disinyalir ikut memperburuk respon pemain terhadap The Veilguard ketika dirilis.
2. Highguard – Official Reveal Trailer
The Game Awards 2025 ternyata jauh lebih seru dari dugaan, dengan banyak pengumuman menarik, trailer game besar yang meyakinkan dan pidato kemenangan yang hangat. Tapi begitu masuk ke pengumuman terakhir, banyak yang kecewa. Geoff Keighley sebagai pembawa acara membangun hype dengan mengaitkan tim pengembangnya ke game besar seperti Apex Legends dan Titanfall 2, sembari menjanjikan sesuatu yang ia klaim belum pernah ia coba sebelumnya. Namun yang muncul malah Highguard, sebuah game hero shooter dengan sedikit bumbu PvE dan perpaduan tema fantasi serta sci-fi, yang tampak biasa saja.
3. Mighty No. 9 – Masterclass Trailer
Sebagai salah satu proyek Kickstarter yang sempat menarik perhatian, Mighty No. 9 menjanjikan penyegaran pada formula Mega Man dengan inspirasi yang sangat jelas terlihat dari seri game legendaris Capcom itu. Sayangnya, serangkaian penundaan membuat antusiasme pemain pelan-pelan menghilang. Situasinya makin parah ketika pada 2016 muncul trailer berjudul Masterclass yang diisi narasi 85 detik dengan candaan yang garing. Cuplikan gameplay yang ditampilkan pun terlalu sedikit untuk menjelaskan apa yang sebenarnya ditawarkan game ini atau mengapa pengembangannya begitu lama.
4. Diablo Immortal – Gameplay Trailer
BlizzCon 2018 sempat memicu hype yang tinggi karena rumor kuat bahwa Blizzard akan mengumumkan game Diablo baru. Alhasil, banyak pemain yang datang dengan ekspektasi bahwa game baru itu adalah Diablo 4 atau setidaknya versi remake Diablo pertama. Begitu tim Diablo naik panggung, para pemain bersorak antusias namun sayangnya, yang diumumkan malah Diablo Immortal, game mobile yang terlihat banyak mendaur ulang mekanisme, animasi dan class dari Diablo 3. Tidak sampai situ saja, Immortal juga langsung disorot karena monetisasinya yang agresif dan terkesan pay-to-win.
5. Command & Conquer: Rivals – Official Reveal Trailer
EA sering dipandang negatif oleh banyak pemain karena reputasinya yang buruk. Tapi salah satu momen yang paling menyakitkan bagi pemain adalah ketika EA seolah memberi harapan soal kembalinya Command & Conquer, lalu meruntuhkannya dalam hitungan menit. Di E3 2018, mereka membuka pengumuman Command & Conquer: Rivals dengan trailer CG yang membuat pemain antusias hanya karena serinya akhirnya hidup lagi. Namun begitu gameplay-nya ditampilkan, ternyata Rivals hanyalah game mobile dengan gaya visual yang jauh dari identitas seri Command & Conquer.
6. Call of Duty: Infinite Warfare – Reveal Trailer
Seri game Call of Duty sempat mengalami penurunan kualitas pada periode 2013-2018 yang dipicu oleh Ghosts yang kurang memuaskan lalu berlanjut ke beberapa game yang tidak benar-benar mengangkat antusiasme pemain. Di fase lima tahun itu, Infinite Warfare mendapat banyak kritik karena tetap membawa serinya ke latar masa depan yang notabene tidak begitu disukai. Infinite Warfare sebenarnya dinilai cukup bagus oleh para kritikus, namun tetap gagal menarik minat pemain. Trailer pengumumannya saja juga mendapat banyak dislike di YouTube disamping beragam komentar negatif.
7. Metroid Prime: Federation Force – E3 2015 Trailer
Di tahun 2015, penggemar seri Metroid Prime sedang “kelaparan” karena game terakhir di serinya rilis pada 2007. Jadi ketika E3 2015 berlangsung, banyak pemain berharap Nintendo akan memperkenalkan game Metroid baru. Harapan itu memang jadi kenyataan, namun sayangnya yang diumumkan adalah Metroid Prime: Federation Force, game multiplayer yang bukan Metroidvania dalam sudut pandang first-person dan bahkan tidak menggunakan Samus sebagai karakter utama. Ketika trailer-nya ditampilkan, banyak yang mengira game ini bukan game Metroid hingga di akhir, muncul logo-nya lengkap dengan kata “Metroid”.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game dengan trailer yang paling banyak mendapat dislike. Apakah kamu termasuk pemain yang kecewa ketika pertama kali melihat trailer-trailer di atas?


















