4 Risiko Beli HP Tidak Resmi, Sinyal Bisa Tiba-tiba Hilang

- HP tanpa sertifikasi TKDN dianggap ilegal di Indonesia, tidak diakui negara, dan berisiko kehilangan fungsi penting seperti jaringan seluler.
- Membeli HP tidak resmi membuat pengguna kehilangan garansi produsen, sulit melakukan servis resmi, serta rawan menggunakan komponen non-original.
- Kualitas HP tidak resmi tidak terjamin karena tidak melewati quality control standar nasional dan bisa berasal dari sumber yang tidak jelas.
Semua HP yang masuk ke Indonesia harus mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). TKDN sendiri merupakan sertifikasi yang dikeluarkan Kemenperin dan menjamin tiap barang elektronik resmi memiliki kandungan dalam negeri. Jika tidak bersertifikat TKDN, maka HP bisa dianggap sebagai barang ilegal dan tak resmi.
Sebisa mungkin kamu tak boleh membeli HP tidak resmi. Soal spesifikasi dan kemampuan kamera HP tidak resmi sebenarnya tak berbeda dengan HP resmi. Namun, HP tidak resmi tak akan diakui negara, tidak memiliki hak, bahkan fungsinya akan berkurang. Yuk, kita bahas risiko beli HP tidak resmi agar kamu makin waspada!
1. Tidak mendapat garansi

Semua HP resmi yang dinaungi oleh produsen mendapat garansi yang jelas. Merek seperti Xiaomi menjamin garansi 15 bulan, vivo 12 bulan, bahkan HP Samsung terbaru seperti Galaxy S26 Ultra dikabarkan memiliki garansi hingga 2 tahun. Jika rusak atau bermasalah, kamu bisa membawa HP ke service center, melakukan klaim garansi, dan biaya perbaikannya bisa gratis.
Dilansir REXUS, HP tak resmi tidak memiliki garansi dari produsen atau merek. Misal pun ada, biasanya hanya hadir dalam bentuk garansi toko yang sejatinya tidak menjamin apa pun. Saat dibawa ke service center resmi, kamu tak akan bisa mengklaim garansi. Hal tersebut dapat terjadi karena service center hanya melayani klaim garansi dari perangkat yang terdaftar secara resmi.
2. Sinyal bisa tiba-tiba hilang

HP tidak resmi masih bisa digunakan secara normal, entah itu menangkap foto, merekam video, atau bermain game. Namun, HP tidak resmi sangat berisiko kehilangan sinyal atau jaringan seluler, bahkan jika dipasang kartu SIM sekalipun. Kehilangan sinyal secara otomatis akan terjadi saat kamu menggunakan HP tidak resmi di wilayah Indonesia. Kehilangan sinyal bisa langsung terjadi atau terjadi secara berkala setelah penggunaan beberapa bulan. Jika sinyal tiba-tiba hilang, kamu hanya bisa mengakses jaringan internet lewat koneksi Wi‑Fi.
3. Kualitasnya tidak terjamin

Semua HP resmi yang masuk ke Indonesia sudah melewati proses quality control (QC) yang ketat. Produsen memastikan tak ada kecatatan, kerusakan, atau masalah pada perangkat sehingga kualitasnya terjamin. Dilansir Eraspace, membeli HP tak resmi sangat berisiko karena kualitasnya tak terjamin dan tak melewati proses QC yang memenuhi standar nasional. HP tak resmi rentan akan mengalami masalah teknis, kerusakan berat, bahkan ada kemungkinan barang yang kamu beli adalah unit yang asal-usulnya tidak jelas.
4. Sulit diservis jika terjadi kerusakan

Servis HP tak resmi bisa menjadi masalah yang sangat merepotkan. HP tidak resmi tak hanya kehilangan garansi, tetapi proses perbaikannya di tempat servis pihak ketiga juga lebih sulit. Hal tersebut dapat terjadi karena ketersediaan komponen original yang sangat minim. Saat diservis, biasanya teknisi akan menggunakan komponen aftermarket atau Original Equipment Manufacturer (OEM). Dilansir Sell Up, komponen OEM dibuat oleh perusahaan yang memproduksi komponen resmi, tapi dipasarkan dengan merek lain. Di sisi lain, komponen aftermarket dibuat oleh produsen lain dan kualitasnya sama sekali tak terjamin.
5. Daftar merek HP yang tidak dijual resmi di Indonesia

Untuk mencegah pembelian HP ilegal, kamu harus tahu beberapa merek yang tidak menjual produk smartphonenya di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Google Pixel, SONY Xperia, Oukitel, OnePlus, Nothing Phone, dan HMD Global. Beberapa merek resmi juga harus diwaspadai karena terkadang mereka tak merilis beberapa produknya di Tanah Air sehingga membuat produk tersebut menjadi barang tidak resmi. Selain itu, ada juga smartphone bekas ilegal yang diselundupkan ke Indonesia dan dijual dengan harga murah.
Risiko beli HP tidak resmi terlalu banyak sehingga kamu sangat disarankan untuk membeli produk resmi yang dijual di Indonesia. Beli HP resmi membuktikan kalau kamu mendukung industri lokal, mematuhi hukum, dan secara langsung HP-mu akan terhindar dari masalah. Misal pun kamu membeli HP dari luar negeri, kamu harus mendaftarkan IMEI-nya secara resmi agar tak dianggap ilegal.

![[QUIZ] Cara Kamu Backup Data Ungkap Cara Kamu Menghadapi Ketidakpastian](https://image.idntimes.com/post/20250329/download-internet-connection-sharing-networking-concept-53876-148096-5325d04a68d88ac3db35f4d98aa13a53-c90d84da1fb822cf206e961a60095937.jpg)
















