Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Game EA Paling Dibenci Padahal Aslinya Tidak Sejelek Itu
Immortals of Aveum (dok. Ascendant Studios)
  • EA sering dikritik karena bug dan ekspektasi yang tak terpenuhi, namun beberapa game mereka sebenarnya punya elemen gameplay menarik yang layak diapresiasi.
  • Lima game seperti Anthem, Mass Effect: Andromeda, Dragon Age 2, Immortals of Aveum, dan Fuse sempat dibenci tapi memiliki keunikan tersendiri di sistem pertarungan maupun konsepnya.
  • Meski tidak sempurna secara teknis atau cerita, deretan game ini menunjukkan bahwa penilaian awal pemain kadang menutupi potensi dan inovasi yang tetap ada di dalamnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Electronic Arts atau EA sudah berkecimpung di industri gaming sejak 1982 dan seperti studio lain, punya rekam jejak yang naik turun soal kualitas game yang mereka kembangkan atau terbitkan. Beberapa game-nya sempat jadi sasaran kritik keras di internet karena masalah teknis seperti bug atau kualitas yang tidak sesuai ekspektasi. Namun jika dilihat kembali dengan sudut pandang berbeda, beberapa game EA paling dibenci sebenarnya tidak seburuk itu. Kualitasnya memang bukan yang jempolan, tapi tetap membawa banyak hal menarik yang layak diapresiasi. Berikut 5 diantaranya.

1. Anthem

Anthem gagal memenuhi ekspektasi banyak pemain, terutama karena minimnya konten ketika dirilis, roadmap yang mengecewakan serta elemen cerita yang hambar. Padahal, BioWare sebagai studio yang ahli dalam meracik game dengan cerita yang kuat. Kendati demikian, gameplay-nya terbilang cukup mengesankan. Sistem Javelin sebagai “class” terasa fleksibel dan menarik, dengan pilihan gaya bermain seperti tank hingga mage, ditambah mekanisme shooter yang solid dan kemampuan terbang layaknya Iron Man di area semi terbuka. Sayangnya, Anthem kini sudah tidak bisa dimainkan lagi karena server-nya sudah dimatikan pada awal tahun ini.

2. Mass Effect: Andromeda

Mass Effect: Andromeda sebenarnya sudah menghadapi masalah sejak sebelum dirilis yaitu keraguan pemain apakah game ini bisa menyamai kualitas trilogi sebelumnya tanpa protagonis ikonik seperti Commander Shepard. Namun, masalah terbesar justru muncul ketika perilisannya, di mana game ini dipenuhi bug yang kemudian membuat banyak pemain menyerah. Namun, bagi pemain yang tetap bertahan dan menunggu perbaikan akhirnya menyadari bahwa Andromeda bukanlah game yang buruk. Eksplorasi dengan kendaraan cukup solid, sistem combat bahkan bisa dibilang lebih baik dari trilogi sebelumnya, dan meskipun tim pemain tidak seikonik sebelumnya, tetap ada beberapa yang menarik.

3. Dragon Age 2

Dragon Age 2 dulu disalahpahami ketika dirilis, padahal jika dilihat sekarang, banyak hal yang sebenarnya patut diapresiasi. Jika dibandingkan pendahulunya yang luas dengan banyak lokasi dan pilihan dialog kompleks, game ini memang lebih sempit karena sebagian besar cerita berpusat di kota Kirkwall. Namun, perubahan itu bukan berarti buruk, melainkan hanya berbeda arah. Di balik skala dunianya yang lebih kecil, ada sejumlah peningkatan signifikan seperti protagonis yang kini memiliki identitas jelas sebagai Hawke dengan dialog bersuara dan sistem combat diubah menjadi lebih cepat sehingga terasa lebih seru. Meski bukan game Dragon Age terbaik, game ini juga masih jauh dari kata terburuk.

4. Immortals of Aveum

Immortals of Aveum merupakan game yang kekurangannya cukup cepat terasa setelah beberapa jam bermain, terutama dari sisi cerita dan karakter yang cenderung biasa saja dengan premis perang bertema fantasi yang generik. Namun, keunikannya muncul dari cara game ini mengolah kekuatan sihir sebagai pengganti senjata, di mana mekanismenya lebih mirip game shooter modern seperti Call of Duty daripada game RPG tradisional. Kontrolnya memang jauh dari kata sempurna, namun secara keseluruhan game ini cukup fresh. Dengan perisai sihir untuk menahan serangan atau serangan jarak dekat untuk combat yang fleksibel, game ini berhasil unggul lewat gameplay-nya, meskipun ceritanya sendiri kurang berkesan.

5. Fuse

Fuse menjadi salah satu game paling terlupakan dan kurang dihargai, padahal memiliki potensi besar ketika pertama kali diperkenalkan. Namun selama pengembangan, game ini berubah cukup jauh dari versi awalnya yang dulu dikenal sebagai OverStrike sehingga tak mengherankan jika hasil akhirnya kurang menarik. Game ini menawarkan empat karakter dengan senjata dan kemampuan unik, mulai dari perisai yang bisa menyerap dan memantulkan peluru hingga amunisi berapi. Sayangnya sebagai game cover shooter biasa, Fuse sangat hambar jika dimainkan sendiri, namun jadi jauh lebih menyenangkan ketika dimainkan co-op bersama tiga pemain lain.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game EA paling dibenci padahal aslinya tidak sejelek itu. Pernah memainkan salah satu game di atas?

Topics

Editorial Team

Related Article