Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Intel Umumkan Arc G-Series, Chip Handheld Gaming Pertamanya
Intel ARC G3 Series (newsroom.intel.com)
  • Intel resmi meluncurkan Arc G-Series, chip pertama yang dirancang khusus untuk handheld gaming dengan dua model: Arc G3 dan Arc G3 Extreme berbasis arsitektur Panther Lake.
  • Kedua chip membawa GPU Xe3, NPU hingga 46 TOPS, serta dukungan konektivitas modern seperti Thunderbolt 4, WiFi 7, dan Bluetooth 6 untuk performa grafis dan efisiensi tinggi.
  • Acer Predator Atlas 8 menjadi perangkat pertama yang memakai Arc G-Series, hadir dengan layar IPS 8 inci, sistem pendingin AeroBlade, baterai besar, dan menjalankan Windows 11.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Intel resmi memperkenalkan Intel Arc G-Series, seri prosesor yang dirancang khusus untuk perangkat handheld gaming. Mengutip situs resmi Intel (30/5/2026), Arc G-Series menjadi chip handheld gaming pertama Intel yang dibuat khusus untuk perangkat portabel. Sebelumnya, Intel sudah lebih dulu hadir di pasar handheld gaming melalui MSI Claw. Sayangnya, chip yang digunakan masih mengandalkan prosesor laptop yang diadaptasi untuk kebutuhan serupa.

Pada peluncuran perdananya, Intel menghadirkan dua model sekaligus, yaitu Arc G3 dan Arc G3 Extreme. Kedua chip tersebut diposisikan untuk bersaing dengan AMD Ryzen Z1 Series yang saat ini mendominasi pasar handheld gaming. Chip AMD tersebut digunakan oleh sejumlah perangkat populer seperti Asus ROG Ally, Lenovo Legion Go, dan Steam Deck.

1. Intel Arc G-Series dirancang khusus untuk handheld gaming

GPU Intel® Arc™ (intel.co.id)

Intel Arc G-Series dibangun menggunakan arsitektur Panther Lake yang telah dioptimalkan untuk perangkat gaming portabel. Pendekatan ini berbeda dibanding generasi sebelumnya yang masih mengandalkan prosesor laptop sebagai basis utama. Intel berharap dapat menghadirkan efisiensi daya dan performa yang lebih sesuai untuk perangkat genggam melalui desain yang lebih spesifik.

Baik Arc G3 maupun Arc G3 Extreme, keduanya sama-sama dibekali 14 inti CPU. Konfigurasinya terdiri dari dua Performance Core (P-core), delapan Efficient Core (E-core), dan empat Low Power E-core yang berfungsi menghemat konsumsi daya. Jumlah tersebut memang lebih sedikit dibanding versi laptop Panther Lake. Namun, Intel mengklaim susunan tersebut tetap mampu memberikan performa yang optimal untuk kebutuhan bermain game dan komputasi sehari-hari.

2. Andalkan GPU Xe3 dan kemampuan AI

Intel ARC G3 (acer.com)

Selain membawa konfigurasi CPU baru, Intel juga menyematkan GPU berbasis arsitektur Xe3 pada kedua chip tersebut.Arc G3 mengusung 10 inti GPU berbasis grafis Intel Arc B370. Sementara itu, Arc G3 Extreme dibekali 12 inti GPU melalui Intel Arc B390. Kehadiran GPU penuh ini ditujukan untuk memberikan performa grafis yang kompetitif di kelas handheld gaming.

Intel turut melengkapi Arc G-Series dengan unit pemrosesan AI atau NPU yang memiliki kemampuan hingga 46 TOPS. Fitur lainnya mencakup Intel Smart Cache 12 MB, dukungan 12 PCIe Lanes yang terdiri dari PCIe 8x Gen4 dan 4x Gen5, dan konektivitas Thunderbolt 4, WiFi 7, dan Bluetooth 6. Perusahaan juga menjanjikan dukungan driver grafis Day-0 untuk game baru yang dirilis. Selain itu, teknologi precompiled shader diklaim dapat mengurangi stutter dan mempercepat waktu loading saat bermain.

3. Acer Predator Atlas 8 menjadi salah satu yang pertama

Acer PREDATOR ATLAS 8 (acer.com)

Intel menyebut Arc G-Series akan digunakan oleh sejumlah perangkat handheld gaming yang meluncur tahun ini. Salah satu yang telah diumumkan adalah Acer Predator Atlas 8. Perangkat tersebut hadir dengan layar IPS berukuran 8 inci dan resolusi 1.920 x 1.200 piksel. Layarnya juga mendukung refresh rate variabel dari 48 Hz hingga 120 Hz untuk pengalaman bermain yang lebih mulus. Selain itu, layar tersebut memiliki aspect ratio 16:10 dan tingkat kecerahan hingga 500 nit.

Acer turut melapisi layar Predator Atlas 8 menggunakan Gorilla Glass Victus dan lapisan anti-glare Corning DXC. Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan daya tahan sekaligus mengurangi pantulan cahaya saat digunakan di berbagai kondisi pencahayaan. Predator Atlas 8 akan tersedia dalam varian Intel Arc G3 maupun Arc G3 Extreme. Kedua model tersebut dipadukan dengan RAM LPDDR5x hingga 24 GB berkecepatan 7.467 MT/s dan SSD PCIe Gen4 berkapasitas hingga 1 TB.

4. Pendinginan dan baterai untuk sesi gaming lebih lama

Acer PREDATOR ATLAS 8 (acer.com)

Untuk menjaga suhu tetap stabil, Predator Atlas 8 menggunakan sistem pendingin Predator AeroBlade. Acer mengklaim teknologi ini merupakan kipas logam pertama yang digunakan pada perangkat handheld gaming. Kipas tersebut memiliki 89 bilah berketebalan hanya 0,1 mm. Menurut Acer, desain itu mampu meningkatkan aliran udara hingga 10 persen dibanding kipas plastik konvensional.

Sistem pendinginan tersebut dipadukan dengan teknologi Vortex Flow yang membantu membuang panas lebih cepat ketika memainkan game berat. Dari sisi daya, perangkat ini menawarkan baterai hingga 80 Wh dan teknologi Intel Endurance Gaming untuk menyeimbangkan performa dan konsumsi energi. Kombinasi tersebut diklaim dapat memberikan sesi bermain yang lebih lama tanpa mengorbankan pengalaman gaming. Predator Atlas 8 tersedia dalam dua varian bobot, yakni sekitar 810 gram untuk model baterai 80 Wh dan 770 gram untuk versi 60 Wh.

Sama seperti konsol handheld pada umumnya, Predator Atlas 8 dibekali tombol trigger Hall Effect dengan pengaturan hair-trigger stop untuk kontrol yang lebih responsif saat bermain. Perangkat ini juga memiliki dua tombol tambahan di bagian belakang dan sensor sidik jari yang terintegrasi pada tombol daya. Untuk joystick, Acer masih menggunakan model carbon film biasa, bukan Hall Effect atau TMR yang lebih tahan terhadap masalah drifting. Pada sektor perangkat lunak, Predator Atlas 8 menjalankan Windows 11 dengan Xbox Mode dan dukungan Xbox Game Pass.

5. Intel Arc G-Series siap meramaikan pasar handheld gaming

MSI Claw 8 AI+ A2VM (id.msi.com)

Selain Predator Atlas 8, Intel Arc G-Series juga disebut akan digunakan pada perangkat lain seperti MSI Claw 8 EX AI Plus dan OneXPlayer 3. Kehadiran lebih banyak perangkat yang mengadopsi chip ini menunjukkan bahwa Intel mulai mendapat dukungan dari sejumlah produsen. Hal tersebut menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan Arc G-Series di pasar global. Persaingan di segmen handheld gaming pun diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa tahun mendatang.

Hingga saat ini, Acer belum mengumumkan harga resmi Predator Atlas 8. Meski demikian, perangkat tersebut dijadwalkan meluncur secara global mulai Oktober 2026. Kehadiran Arc G-Series sekaligus menandai langkah baru Intel dalam menghadirkan chip yang benar-benar dirancang untuk perangkat gaming portabel. Jika performanya mampu memenuhi ekspektasi, Arc G-Series berpotensi menjadi pesaing serius bagi dominasi AMD di pasar handheld gaming.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article