Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
wajah kesedihan ONIC setelah dipulangkan TLPH dari M7
wajah kesedihan ONIC setelah dipulangkan TLPH dari M7 (instagram.com/mpl.id.official)

Intinya sih...

  • ONIC underperform di M7 World Championship karena draft monoton yang tidak memberikan kejutan bagi lawan.

  • Perubahan META terbaru merugikan ONIC, mereka terlambat beradaptasi dengan perubahan role utama yang kurang efektif.

  • Terbebani ekspektasi publik dan media sebagai perebut juara baru, membuat ONIC tidak bisa tampil maksimal di M7 World Championship.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

ONIC Esports (ONIC) adalah salah satu tim yang digadang-gadang bakal membawa pulang piala turnamen M7 World Championship 2025. Bahkan, mereka juga baru saja menjuarai turnamen internasional lainnya, Games of the Future 2025. Namun, di luar dugaan, ONIC malah dipulangkan lebih awal di awal babak Knockout Stage oleh Team Liquid PH (TLPH).

Sejak awal M7, ONIC memang sudah underperform. Mereka bersusah payah di Lower Bracket dengan performa yang naik turun tidak seperti biasanya. Lantas, kenapa ONIC underperform di M7? Ternyata ada banyak faktor yang mungkin jadi penyebabkan. Yuk, simak pembahasan berikut untuk mencari tahu jawabannya!

1. Draft monoton, tidak memberikan kejutan untuk lawan yang mulai beradaptasi dengan gameplay ONIC

draft ONIC yang monoton membuat mereka kalah dari AE (youtube.com/MPL Indonesia)

Banyak yang menyalahkan Coach Adi atas performa ONIC di M7. Sebenarnya, hal tersebut ada benarnya. Pasalnya, draft ONIC terbilang itu-itu saja. Sebagai tim yang sudah sering berlaga di kancah internasional dan termasuk tim yang disegani, tim lain pasti sudah mempersiapkan diri untuk mengatasi draft andalan ONIC.

Alih-alih membawa gebrakan baru setelah ditinggal Coach Yeb, mereka malah tidak memiliki kejutan yang memaksa coach lawan beradaptasi untuk meracik counter. Hero seperti Kalea, Yi Sun-shin, Zhuxin memang kuat, tetapi lambat laun dapat teratasi. Sebaliknya, Alter Ego (AE) malah menjadi sangat kuat berkat draft kreatif dan penuh kejutan dari Coach Xepher. Bahkan, AE membalaskan kekalahan mereka di final MPL ID Season 16 dengan menang telak 2-0. Ini bisa terjadi juga berkat draft yang superior.

2. Perubahan META terbaru merugikan ONIC, mereka terlambat beradaptasi

Skylar terpaksa menggunakan fighter di META terbaru (youtube.com/MPL Indonesia)

Bukan MOBA namanya kalau tidak bergonta-ganti META. Hal tersebut memang dimaksudkan untuk membuat game balance dan dinamis. Kebetulan, META terbaru MLBB sangat merugikan ONIC. Sebab, mereka terlanjur nyaman dengan role utama yang saat ini kurang efektif.

Contohnya, Skylar sang gold laner andal, terlihat kurang bisa beradaptasi dengan META fighter gold liner yang kini mendominasi. Skylar sendiri sangat jago kalau ia memegang marksman. Sementara, Kairi yang sungguh mematikan sebagai assassin, bermain biasa-biasa saja dengan META jungler fighter seperti Leomord dan Guinevere. Potensi mereka tak bisa dimaksimalkan karena harus beradaptasi dengan META baru ini.

3. Terbebani ekspektasi publik, mereka terlalu dinarasikan sebagai perebut juara baru oleh media

ONIC mempertahankann gelar juara di MPL ID S16 (instagram.com/mpl.id.official)

Sebagai jawara MPL ID dengan rekor kemenangan terbanyak, serta empat kali masuk M-Series, ONIC memang layak kalau diunggulkan. Apalagi, mereka nyaris membawa pulang piala M5 World Championship 2023. Namun, rupanya dianggap terkuat bukan sebuah keuntungan. Hal tersebut malah menambah beban para pemain.

Sebelum M7 digelar, ONIC digoreng media sebagai tim yang akan membawa pulang piala M7. Bahkan, hal tersebut dijadikan narasi di ajang MPL Indonesia serta terus-terus dibahas di media sosial untuk memancing hype. Hal ini tentunya membebani pemain ONIC yang memang membuahkan hasil untuk M-Series. Apalagi, ketika mereka mengalami kekalahan beruntun.

Lagi-lagi, hal ini berbanding terbalik dengan AE. AE dianggap tim kuda hitam dengan hype yang tidak sebesar ONIC. Alhasil, mereka bermain lebih santai dan lepas. Itu membuat performa mereka jauh lebih baik. Bahkan, AE menjadi tim pertama yang lolos ke Knockout Stage M7. Disebut skill pasif AE oleh netizen, AE kuat kalau diremehkan, tetapi Kalau disanjung mereka bakal underperform.

4. Permainan makro dan mikro mereka buyar, tidak seperti biasanya

detik-detik miskalkulasi ONIC yang mengakibatkan mereka pulang (youtube.com/MPL Indonesia)

Gabungan dari beberapa faktor di atas ditambah beberapa faktor internal lain akhirnya berdampak pada gameplay ONIC yang kurang bersih. Permainan makro dan mikro mereka tidak sebaik biasanya. Mulai dari cara mereka mengamankan obyektif hingga inisiasi team fight.

ONIC biasanya bermain rapi dan bersinergi. Namun, penampilan mereka di M7 penuh blunder. Adapun, kesalahan-kesalahan kecil tersebut langsung dieksploitasi tanpa ampun oleh lawan. Misalnya, Lutpiii yang sering miss saat inisiasi menggunakan Sora dalam laga melawan Yangon Galacticos (YG), atau saat gagal set up Lord yang menyebabkan kekalahan melawan TLPH. Kiboy dan Sanz yang biasanya pamer mekanik tinggi juga sering kena outplay.

Semoga ONIC cepat reset dan kembali lebih kuat, ya! Sebab, roster mereka memang patut disebut yang paling solid dan kuat. Adapun, pulangnya ONIC memang menjadi duka untuk Indonesia. Namun, perjuangan belum berakhir. Masih ada AE yang kini melaju ke semi final Knockout Stage. Ia bakal menjadi harapan satu-satunya untuk Indonesaia membawa pulang piala M7. Oleh sebab itu, mari berikan dukungan terbaikmu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team