AE Kalahkan ONIC di Knockout Stage M7, Balas Kekalahan di MPL ID S16!

- AE membalas kekalahan di grand final MPL ID S16 di hari pertama Knockout Stage M7
- Permainan disiplin dan solid dari AE berhasil mengeksploitasi celah ONIC yang mendominasi, Epic Comeback is real!
- Hasil pertandingan, AE melaju ke Upper Bracket dan ONIC di Lower Bracket
M7 World Championship 2025 telah memasuki babak baru, yakni Knockout Stage. Delapan tim yang lolos Swiss Stage akan memulai perjuangan mereka untuk menggapai piala M7 yang makin dekat. Menariknya, hasil undian untuk pertandingan perdana Knockout Stage kembali mendapat hasil unik, kedua perwakilan Indonesia dan Filipina sama-sama saling diadu. Alter Ego (AE) kembali menghadapi ONIC Esports (ONIC) yang terasa seperti dejavu grand final MPL Indonesia Season 16 (MPL ID S16) lalu.
Setelah jalannya pertandingan yang cukup seru, AE akhirnya berhasil mengalahkan ONIC dalam momen epic comeback yang menakjubkan. Penasaran keseruannya? Simak ulasan AE vs ONIC di bawah ini, ya!
1. AE balas kekalahan di grand final MPL ID S16 di hari pertama Knockout Stage M7

Sebelum pertandingan sengit mereka di M7, ONIC dan AE sudah menjadi rival pada MPL ID S16. Pada laga tersebut, AE hanya bisa menang sekali dari ONIC. Sementara, Sang Raja Langit berhasil kalahkan AE sebanyak tiga kali, termasuk pada grand final MPL ID S16. AE memang memberikan perlawanan yang sangat sengit untuk ONIC. Namun, mereka belum berhasil merebut piala MPL ID dari ONIC.
pada grand final MPL ID S16, ONIC menang 4-1 atas AE. Sebuah kemenangan yang cukup telak meskipun AE sempat memenangkan game pertama. Sekarang, di M6, keadaan terbalik. AE berhasil menang 2-0. Memang, dari Swiss Stage M7, AE sudah menunjukkan performa yang melampaui ekspektasi. Sampai-sampai, mereka menjadi tim pertama yang lolos ke Knockout Stage. Lain halnya dengan ONIC, setelah kekalahan mereka melawan Yangon Galacticos (YG) di hari ke-2 Swiss Stage M7 (11/1/2026), ONIC terseok-seok hingga nyaris tereliminasi.
2. Permainan disiplin dan solid dari AE berhasil mengeksploitasi celah ONIC yang mendominasi, Epic Comeback is real!

Mereka dipertemukan pada awal Knockout Stage M7 berdasarkan hasil undian dari Ihsan Besari alias Luminaire, mantan pemain EVOS. AE memanfaatkan kesempatan ini untuk membalas kekalahan mereka di final M7. Misi mereka sukses, AE berhasil menang 2-0 dari ONIC.
Pada game pertama, ONIC sebenarnya memimpin di early game. Namun, pemain AE menunjukkan sinergi luar biasa hingga berhasil memanfaatkan beberapa miskalkulasi dari ONIC tanpa ampun. Hal tersebut didukung dengan draft yang sangat kuat dari coach Xepher. Permainan mereka sangat rapat sehingga kesalahan sedikit saja dari ONIC bisa dieksploitasi dengan baik. Nino (Sora) menjadi inisiator luar biasa. Ia selalu fokus targeting Sanz (Kimmy) dan Skylar (Karrie) yang menjadi kunci late game ONIC. Game pertama diakhiri oleh AE dengan Triple Kill dari Arfy (Cici).
Game kedua berjalan lebih sengit. Mulai early game, Lutpiii (Alice) beramian agresif, memberikan 4 poin pada menit keenam. ONIC sebenarnya selalu memimpin, tetapi kesabaran dan disiplin inisiasi dari AE selalu membuat mereka berhasil mengejar ketertinggalan. Bahkan, mereka mengejar ketertinggalan 6 ribu gold. ONIC nyaris mengakhiri pertandingan pada menit ke-17, tetapi AE masih kuat bertahan. Pada akhirnya, dewi keberuntungan memihak AE. Mereka berhasil menang setelah menumbangkan tiga pemain ONIC saat kontes Lord pada menit ke-22. Serangan all-in AE tidak bisa dibendung Sanz (Zhuxin) dan Lutpiii.
3. Hasil pertandingan, AE melaju ke Upper Bracket dan ONIC di Lower Bracket

Pertandingan ini bukan sebuah puncak, melainkan awal dari perjuangan mereka di Knockout Stage M7. Kemenangan 2-0 memastikan AE melaju di Upper Bracket dengan empat kemenangan beruntun. Mereka akan menghadapi Aurora PH (RORA) pada semifinal Upper Bracket pada Rabu (21/1/2026) mendatang.
Sementara, ONIC akan bertanding di Lower Bracket. Lawan mereka berikutnya adalah Team Liquid PH (TLPH), salah satu tim terkuat yang juga cukup mengalami struggle. Kalau ONIC berhasil mengalahkan TLPH, mereka berhasil mengeliminasi salah satu tim paling berbahaya. Namun, kalau ONIC yang kalah, Sang Raja Langit harus pulang lebih dulu.
Kalau mereka berhasil memenangkan tiap pertandingan di Bracket mereka, AE dan ONIC akan kembali bertemu di grand final. Yuk, terus tonton dan beri dukungan agar kedua perwakilan Indonesia agar dapat bertemu di grand final M7 World Championship mendatang, ya!


















