ONIC Dipulangkan TLPH di Knockout Stage M7, Akhir si Raja Langit

- TLPH unggul dengan gameplay solid dan dinamis
- ONIC bangkit pada game ketiga dengan line up hero power
- TLPH superior pada game keempat, memanfaatkan kesalahan ONIC
Kamis (22/1/2026) membawa kabar duka untuk dunia esports Indonesia. Pasalnya, ONIC Esports (ONIC), salah satu tim perwakilan Indonesia di M7 World Championshop 2025 telah dinyatakan gugur. ONIC dipulangkan TLPH di Knockout Stage M7 setelah kalah 3–1 dalam ronde pertama Lower Bracket.
TLPH memang salah satu tim terkuat saat ini. Oleh sebab itu, ONIC memang menghadapi lawan yang sangat berat. Namun, sebenarnya, bukan itu saja masalahnya. Performa ONIC memang kurang konsisten di M7 ini. Penasaran ingin tahu lebih tentang penyebab kekalahan ONIC? Simak pembahasan di bawah ini, ya!
1. TLPH menghadirkan gameplay yang lebih solid dan dinamis

Game pertama, pertandingan berawal seimbang. Namun, Sanford (Sora) mulai menjadi masalah dengan gameplay yang agresif. Penguasaan Sora yang apik darinya membuat hero baru ini menjadi momok. Perlahan namun pasti, ONIC terbawa dalam ritme permainan TLPH. KarlTzy (Lancelot) berhasil snowball berkat dominasi dalam team fight dan objektif. Alhasil, TLPH menang telak pada game pertama dengan selisih gold mencapai 11 ribu.
Pada game kedua, TLPH malah mendominasi sejak awal. Lagi-lagi Sora menjadi hero yang efektif untuk merusak formasi ONIC. Di tangan Oheb, Sora menjadi pembunuh berdarah dingin dengan mencetak 7 poin kill. Adapun, dari segi draft, ONIC memang kalah. Apalagi, Kairi malah bermain Leomord. Padahal, ia lebih kuat sebagai assassin dengan gaya bermain cepat. Game ketiga kembali menjadi milik TLPH.
2. ONIC sempat bangkit pada game ketiga dengan line up hero power yang solid

Menolak pulang, ONIC berjuang sekuat tenaga pada game ketiga. Untungnya, pada game ini, draft mereka termasuk hero power semua. Apalagi Yi Sun-Shin dan Kalea yang menjadi mesin penggerak utama dalam pertandingan ini. Sejak awal pertandingan, ONIC bermain agresif dengan menang team fight pada menit ke-3, menumbangkan tiga pemain TLPH.
Dominasi mereka terus berlanjut. Bahkan, Kairi (Yi Sun-shin) dapat 8 poin kill tanpa kematian saat waktu baru masuk mid game. Sementara, Sanz (Lunox) menjadi MVP berkat permainannya yang lincah. ONIC akhirnya berhasil mendapatkan kemenangan pada game ketiga ini. Kemenangan ini juga menjadi pelajaran untuk TLPH agar tetap respect ban. Pasalnya, begitu Kalea dilepas, TLPH kesulitan menginisasi team fight seperti pada dua pertandingan sebelumnya.
3. TLPH membuktikan kalau mereka memang lebih superior pada game keempat

Kecurian satu poin, TLPH masih tetap tenang. Mereka masih memperlihatkan gameplay yang bersinergi, sistematis, dan dingin seperti pada game pertama. Kali ini, mereka respect ban Kalea dan Zhuxin untuk membatasi Kiboy dan Sanz. Sebenarnya, ONIC memimpin pada early game. Namun, situasi tersebut dibalik berkat permainan TLPH yang lebih solid.
Pada menit ke-14, ONIC sudah ketinggalan 8 ribu gold. Puncaknya, miskalulasi pada kontes Lord pada menit ke-14 dibayar mahal dengan 4 pemain ONIC yang tumbang. Ini langsung dimanfaatkan oleh TLPH untuk mengakhiri pertandingan dengan cepat dan efektif. Pada pertandingan sekaliber ini, kesalahan sedikitpun dapat dieksploitasi tanpa ampun.
4. ONIC adalah salah satu tim yang diunggulkan, tapi mengalami kesulitan sejak Swiss Stage

Ada apa dengan ONIC? Sebelum dimulainya turnamen ini, ONIC diunggulkan sebagai salah satu tim terkuat yang akan melaju mulus ke grand final. Itu didasari akan performa mereka di M5, MSC 2025, dan MPL Indonesia. Namun, ternyata mereka sudah kesusahan sejak Swiss Stage. ONIC malah nyaris tereliminasi dini karena kalah melawan Yangon Galacticos (YG) dan Team Spirit (TS).
Faktor utama adalah draft yang memang kalah variatif. Tim lain sudah mempelajari gameplay ONIC karena mereka memang sering bermain di kancah internasional. Sementara, Alter Ego (AE) yang notabene baru debut setelah bertahun-tahun absen di M-Series, malah menang beruntun karena draft mereka yang segar.
Faktor kedua, ONIC sepertinya memang kurang persiapan dan kekompakan. Mereka tidak bersinergi dengan baik karena sering membuat kesalahan kecil. Hal tersebut, baru diperbaiki saat ONIC mulai on-fire setelah kekalahan. Karena itu, ONIC tidak bisa bermain efektif di pertandingan Best of 1 (Bo1).
Momen ONIC dipulangkan TLPH di Knockout Stage M7 memastikan tim landak kuning tersebut terhenti di peringkat ke-7. Sekarang tersisa AE saja harapan Indonesia untuk membawa pulang piala M7 World Championship. Sisihkan sebentar rivalitas antar superfans dan mari bersatu sebagai pendukung tim Indonesia, ya!


















