Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Rockstar Games Tidak Membuat Sekuel Bully?
adegan Bully (dok. Rockstar Games/Bully)
  • Rockstar memprioritaskan pengembangan GTA dan RDR dibanding Bully.

  • Skala pengembangan game modern membuat Bully 2 semakin sulit diwujudkan.

  • Hingga kini, belum ada kepastian Rockstar akan melanjutkan seri Bully.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bully menjadi salah satu game Rockstar Games yang masih memiliki basis penggemar setia hingga sekarang. Dirilis pada 2006, game ini menawarkan pengalaman berbeda dibanding Grand Theft Auto (GTA) karena berfokus pada kehidupan siswa bernama Jimmy Hopkins di lingkungan sekolah. Meski mendapat sambutan positif dan status cult classic, hingga 2026 Rockstar belum merilis Bully 2.

Ketiadaan sekuel tersebut memunculkan berbagai teori dari kalangan penggemar. Rockstar memang tidak pernah menjelaskan secara rinci alasan di balik absennya Bully 2. Namun, sejumlah petunjuk dari perkembangan industri game dan sejarah internal perusahaan dapat memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang mungkin memengaruhi keputusan tersebut. Meski tidak ada penjelasan resmi, berikut beberapa kemungkinan alasan kenapa Bully belum mendapatkan sekuel.

1. GTA dan Red Dead Redemption (RDR) menjadi prioritas utama

GTA 6 (dok. Rockstar Games/GTA 6)

Rockstar memiliki dua waralaba yang menghasilkan pendapatan sangat besar, yaitu GTA dan RDR. Kedua seri ini membutuhkan sumber daya pengembangan dalam jumlah besar karena skala dunia masing-masing terus berkembang dari generasi ke generasi. Ketika Rockstar harus menentukan prioritas proyek, GTA dan RDR memiliki posisi yang lebih kuat secara bisnis. Keputusan ini kemungkinan membuat proyek yang lebih kecil seperti Bully harus menunggu lebih lama.

2. Ambisi Rockstar semakin besar

adegan Bully (dok. Rockstar Games/Bully)

Pada era PlayStation 2, Rockstar masih dapat merilis beberapa game berbeda dalam rentang waktu yang relatif berdekatan. Setelah memasuki era HD dan open-world game modern, ukuran tim pengembang serta kompleksitas proyek meningkat drastis. Pengembangan GTA 5 membutuhkan waktu bertahun-tahun, begitu pula RDR 2 dan GTA 6. Siklus produksi yang semakin panjang membuat jumlah proyek yang dapat dikerjakan secara bersamaan menjadi lebih terbatas.

3. Bully 2 diduga pernah dikembangkan, lalu dibatalkan

poster Bully (dok. Rockstar Games/Bully)

Beberapa laporan dari media menyebut Rockstar sempat mengerjakan Bully 2 dalam berbagai tahap pengembangan. Sejumlah konsep, artwork, dan informasi yang bocor selama bertahun-tahun memperlihatkan bahwa proyek tersebut kemungkinan memang pernah ada. Namun, berbagai laporan juga mengindikasikan bahwa pengembangan tidak pernah mencapai tahap produksi penuh. Sebagian anggota tim diduga dialihkan ke proyek lain yang dianggap lebih penting.

4. Tema sekolah lebih sulit dikembangkan pada era modern

gameplay Bully di Android (dok. Rockstar Games/Bully: Anniversary Edition)

Bully sempat memicu kontroversi sebelum peluncurannya karena sebagian pihak menganggap tema kehidupan sekolah dapat menimbulkan persepsi negatif. Meski banyak kritik tersebut tidak terbukti setelah game dirilis, Rockstar mungkin menghadapi tantangan lebih besar jika ingin mengembangkan sekuel pada era media sosial saat ini. Rockstar harus lebih berhati-hati dalam membahas isu perundungan, kekerasan remaja, maupun berbagai topik sensitif lainnya. Tantangan ini bisa menjadi salah satu faktor yang membuat proyek Bully tidak mudah diwujudkan.

5. Rockstar baru saja menyelesaikan GTA 6

GTA 6 (dok. Rockstar Games/GTA 6)

Saat ini, Rockstar baru menyelesaikan salah satu proyek terbesar dalam sejarah perusahaan melalui GTA 6. Setelah peluncuran game tersebut, perhatian studio kemungkinan akan beralih ke pembaruan konten, dukungan daring, dan berbagai proyek lanjutan yang berkaitan dengan ekosistem GTA. Peluang hadirnya Bully 2 dalam waktu dekat masih kecil. Jika Rockstar ingin menghidupkan kembali waralaba tersebut, prosesnya kemungkinan masih membutuhkan waktu bertahun-tahun mengingat skala pengembangan game modern semakin besar.

Tidak ada jaminan bahwa Bully 2 akan hadir suatu hari nanti. Namun, popularitas Bully yang tetap bertahan selama hampir 2 dekade membuktikan bahwa minat penggemar terhadap game ini masih sangat kuat. Karena itu, nama Bully terus muncul dalam berbagai diskusi mengenai game yang paling layak mendapatkan sekuel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article