7 Perbandingan Superhero Dispatch dengan Karakter Marvel dan DC

- Mecha Man mirip Iron Man karena sama-sama menggunakan armor
- Kekuatan tak terlihat menjadi senjata utama Invisigal dan Invisible Woman
- Chase memiliki kecepatan super seperti The Flash dan Quicksilver
Dispatch (2025) merupakan game narrative adventure yang belakangan ini mencuri perhatian. Ia berfokus pada Robert Robertson III, seorang superhero Mecha Man yang memutuskan untuk pensiun. Ia kemudian menerima tawaran bekerja sebagai dispatcher di organisasi Superhero Dispatcher Network (SDN).
Berbicara soal dunia superhero, Marvel dan DC kerap disebut sebagai dua pionir. Mereka telah melahirkan deretan superhero ikonik yang melekat kuat dalam pop culture, sebut saja Spider-Man, Iron Man, Batman, hingga Superman. Perjalanan para superhero ini pun tak terlepas dari kehadiran musuh-musuh yang sering menjadi batu sandungan.
Apakah kamu sadar kalau beberapa superhero dalam Dispatch memiliki kemiripan dengan tokoh-tokoh dari semesta Marvel dan DC? Kemiripan ini terasa mencolok dari konsep kekuatan hingga karakterisasinya. Berikut beberapa perbandingan menarik yang mungkin belum kamu sadari.
1. Mecha Man mirip Iron Man karena sama-sama menggunakan armor

Robert alias Mecha Man menjadi protagonis utama dalam Dispatch. Dia mewarisi identitas superhero beserta mech-suit dari keluarganya secara turun-temurun. Berkat mech-suit tersebut, Mecha Man dapat menggunakan berbagai senjata untuk melawan musuh.
Dalam semesta Marvel, superhero yang paling mirip dengan Mecha Man ialah Tony Stark alias Iron Man. Diperkenalkan lewat komik Tales of Suspense #39 (1963), ia juga mengandalkan armor canggih yang terus berevolusi seiring waktu. Iron Man bahkan pernah menciptakan armor Hulkbuster dengan ukuran dan daya tempur yang sebanding dengan mech-suit milik Mecha Man.
2. Kekuatan tak terlihat menjadi senjata utama Invisigal dan Invisible Woman

Sue Storm alias Invisible Woman dikenal sebagai salah satu anggota kunci tim Fantastic Four. Dirinya pertama kali muncul dalam Fantastic Four #1 (1961) dan memperoleh kekuatannya setelah terpapar radiasi kosmik. Alhasil, Invisible Woman dapat membuat dirinya tak terlihat sekaligus membuat medan perisai untuk melindungi diri dan rekan-rekannya.
Kekuatan serupa juga dimiliki Courtney alias Invisigal dalam Dispatch. Berbeda dari Invisible Woman yang mengandalkan medan pelindung, Invisigal memaksimalkan kekuatan tak terlihatnya untuk pertarungan jarak dekat dan strategi menyelinap (stealth). Gaya ini pernah ia tunjukkan saat terlibat duel melawan Lightningstruck dari organisasi kriminal Red Ring.
3. Chase memiliki kecepatan super seperti The Flash dan Quicksilver

Chase alias Track Star adalah teman dekat ayah Robert sekaligus anggota termuda tim Brave Brigades. Dia mampu bergerak hingga 50 kali lebih cepat dibanding manusia biasa. Setelah menerima amulet dari Blonde Blazer di episode terakhir Dispatch, Chase berevolusi menjadi Star Blazer dengan kemampuan yang jauh lebih kuat, termasuk tenaga super dan durability.
Superhero yang kemampuannya nyaris sama dengan Chase ialah The Flash, speedster ikonik dari DC. Ia debut dalam Flash Comics #1 (1940) dan telah diwakili oleh sejumlah sosok terkenal, seperti Barry Allen, Jay Garrick, serta Wally West. Adapun, Marvel juga memiliki sosok speedster populer bernama Pietro Maximoff alias Quicksilver yang pertama kali tampil dalam X-Men #4 (1964).
4. Mirip Human Torch, Flambae mampu mengontrol api sesuai keinginannya

Sama seperti Invisigal, Chad alias Flambae merupakan mantan kriminal yang beralih menjadi superhero dalam Dispatch. Ia memiliki kemampuan pyrokinesis yang memungkinkannya mengendalikan dan memanipulasi api. Di samping itu, Flambae dapat memanfaatkan api di tubuhnya untuk terbang dan meningkatkan kecepatan gerakannya dalam pertempuran.
Kemampuan ini membuatnya identik dengan Johnny Storm alias Human Torch dari Fantastic Four. Keduanya sama-sama mengandalkan api sebagai sumber kekuatan dan kemampuan terbang. Apalagi, Flambae dan Human Torch juga tampil dengan kepribadian flamboyan yang kerap menjadi pusat perhatian.
5. Golem merupakan versi baik Clayface dari komik DC

Clayface merupakan salah satu supervillain menakutkan di semesta DC. Sejak debutnya dalam Detective Comics #40 (1940), identitas Clayface telah dipegang oleh beberapa orang, termasuk Basil Karlo yang disebut sebagai versi paling ikonik. Kemampuan berubah bentuk dan daya tahannya yang nyaris tak bisa dihancurkan menjadikannya ancaman serius bagi Batman.
Dispatch menghadirkan versi Clayface yang lebih kalem melalui sosok Bruno alias Golem. Secara penampilan, sahabat Invisigal ini juga memiliki tubuh besar yang terbuat dari tanah atau lumpur. Meski tak mampu berubah bentuk seperti Clayface, Golem memiliki ketahanan luar biasa dan bisa menyerap benda di sekitarnya untuk dijadikan senjata proyektil.
6. Waterboy jadi versi ringan Aquaman dalam semesta Dispatch

Herman alias Waterboy digambarkan sebagai figur yang jauh dari dunia kriminal. Meski sering merasa kurang percaya diri dan berbicara terbata-bata, ia adalah sosok yang sangat menghormati Mecha Man beserta rekan-rekannya di Z-Team. Waterboy memanfaatkan air yang terus keluar dari tubuhnya sebagai senjata andalan.
Waterboy dimaksudkan sebagai parodi dari Arthur Curry alias Aquaman, superhero berbasis lautan paling populer di komik DC. Pertama kali muncul dalam More Fun Comics #73 (1941), dirinya merupakan salah satu pendiri tim Justice League. Sebagai keturunan manusia dan bangsa Atlantis, Aquaman mampu bernapas di bawah air, berkomunikasi dengan makhluk laut, serta memiliki kekuatan fisik yang melampaui manusia normal.
7. Sonar dan Man-Bat adalah manusia kelelawar

Clayface bukanlah satu-satunya penjahat DC yang menjadi inspirasi superhero dalam Dispatch. Hal serupa juga terjadi kepada Kirk Langstrom alias Man-Bat, musuh Batman yang debut dalam Detective Comics #400 (1970). Awalnya seorang ilmuwan, Langstrom bertransformasi menjadi manusia kelelawar dengan indra pendengaran super yang membantunya melacak musuh di area minim cahaya.
Kemampuan ini turut menginspirasi sosok Victor alias Sonar. Berbeda dengan Man-Bat, Sonar tidak sepenuhnya kehilangan kewarasan atau kendali atas dirinya. Dia menjadi aset penting bagi Z-Team berkat kemampuan ekolokasi dan jeritan sonik yang dimilikinya.
Dispatch tidak sekadar meniru konsep superhero dan supervillain dari Marvel dan DC. Melalui tujuh karakter di atas, game ini berhasil memberikan interpretasi baru dan unik yang membedakannya dari dua raksasa industri superhero tersebut.

















