Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perbedaan Terbesar Dragon Quest 7 Reimagined dengan Game Original-nya

Perbedaan Terbesar Dragon Quest 7 Reimagined dengan Game Original-nya
Dragon Quest VII Reimagined (dok. Square Enix)
Intinya Sih
  • Dragon Quest VII Reimagined hadir sebagai versi yang benar-benar dirombak total, menghadirkan gaya visual “diorama buatan tangan” dan model karakter hasil pemindaian boneka fisik.
  • Versi terbaru ini akhirnya menambahkan pengisi suara dalam bahasa Inggris dan Jepang, membuat interaksi antar karakter terasa lebih hidup dengan aksen khas dari berbagai negara.
  • Gameplay dibuat lebih ringkas dengan opening yang dipercepat, fitur sampingan dipangkas, serta sistem pertarungan baru yang fleksibel dan penuh peningkatan quality-of-life.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sejak dulu, Dragon Quest VII sering dianggap “anak yang beda sendiri” di serinya. Versi PS1 yang rilis pada 2000 terkenal super panjang, punya opening yang sangat lambat dan progress yang cukup membingungkan sampai-sampai banyak pemain butuh lebih dari  jam untuk menamatkannya. Versi remake untuk 3DS pada 2013 sempat mencoba merapikan masalah itu dengan memangkas bagian awal yang minim pertarungan dan menambahkan sejumlah peningkatan quality-of-life. Kini, Square Enix mencoba lagi lewat Dragon Quest VII Reimagined. Sesuai namanya, game ini bukan remaster atau remake biasa, melainkan versi yang benar-benar karena hampir semua aspeknya dirombak besar-besaran. Lantas seberapa jauh perbedaan game ini dengan game originalnya?

1. Gaya visual baru

ss_c03aa2077121ddeddfc38e0aae8b09fc605ca27d.1920x1080.jpg
Dragon Quest VII Reimagined (dok. Square Enix)

Perbedaan paling terasa ada pada perubahan gaya visual yang benar-benar total. Jika versi original-nya dulu menggunakan model karakter 2D di dunia 3D dan versi remake untuk 3DS menggunakan model karakter 3D, versi Reimagined justru memilih tampilan “diorama buatan tangan” yang membuat tiap lokasi terlihat seperti miniatur yang dirakit dengan teliti. Uniknya lagi, model karakternya dibuat lewat proses yang tidak biasa. Square Enix membuat boneka fisik untuk tiap karakter utama lalu memindainya kedalam bentuk 3D. Selain itu, perspektif kamera juga kembali ke top-down seperti versi PS1.

2. Ada pengisi suara

Baik versi original di PS1 maupun remake di 3DS sama-sama tidak punya voice acting, sehingga semua karakter dibuat hidup hanya lewat teks dan animasi di layar. Di versi Reimagined, adegan-adegan penting akhirnya diberi pengisi suara (tersedia dalam bahasa Inggris dan Jepang) dan dialog antar karakter juga ikut disempurnakan. Hasilnya, percakapan jadi terasa lebih realistis, dengan pola bicara yang natural dan warna suara yang berbeda untuk setiap karakter. Kerennya lagi, versi Reimagined juga mengaplikasikan aksen dari sejumlah negara tertentu seperti Inggris, Prancis dan Spanyol untuk beberapa karakter.

3. Bagian opening diperpendek

ss_cc895dfd164464dc87896ebba30414ac713921cc.1920x1080.jpg
Dragon Quest VII Reimagined (dok. Square Enix)

Bagian opening di original untuk PS1 dikenal sangat lambat di mana pemain konon harus menunggu sekitar 3-4 jam sebelum bertemu pertarungan pertama, karena waktu mereka di awal lebih banyak digunakan untuk keliling kota, memecahkan puzzle dan membangun konteks cerita. Versi remake untuk 3DS memangkasnya menjadi hanya sekitar 45 menit sampai 1 jam, sementara versi Reimagined dipercepat lagi dengan memotong bagian puzzle secara agresif. Jika versi original-nya bisa tembus hingga lebih dari 100 jam, versi Reimagined kini rata-rata bisa diselesaikan di kisaran waktu 35-60 jam saja.

4. Kembalinya Kiefer

Di versi original, salah satu momen paling emosional adalah ketika Pangeran Kiefer memilih pergi untuk selamanya demi tinggal bersama suku Roamer setelah jatuh cinta pada penari bernama Lala. Kepergiannya terjadi cukup dini dan setelah itu, pemain hanya “berjumpa” lagi lewat sepucuk surat menjelang akhir cerita. Nah, versi Reimagined menambahkan skenario baru yang memungkinkan pemain untuk reuni dengan Kiefer versi dewasa. Di wilayah bernama Rucker, pemain bisa menemukan Kiefer yang sudah lebih matang dan jauh lebih kuat sebagai pelindung suku Roamer. Ia bisa bergabung kembali ke party pemain untuk sementara waktu dan bahkan, ada opsi untuk mengajaknya ikut sampai dungeon terakhir.

5. Combat dan peningkatan quality-of-life

ss_1bb508b4bcee269585dceab857df7feab4462d87.1920x1080.jpg
Dragon Quest VII Reimagined (dok. Square Enix)

Berikutnya adalah peningkatan quality-of-life yang membuat versi Reimagined jauh lebih sempurna dibanding versi original-nya. Musuh yang muncul secara acak (random encounter) kini diganti menjadi musuh yang terlihat langsung di map dan jika level pemain sudah cukup tinggi, musuh dengan level rendah bisa disingkirkan hanya dengan sekali tebas tanpa perlu masuk ke layar pertarungan. Sistem combat-nya juga dibuat lebih fleksibel lewat pengaturan kecepatan dan opsi auto-battle, sementara deretan modifier memungkinkan pemain untuk mengatur sekuat apa musuh, seberapa besar EXP dan gold yang didapat atau bahkan mengaktifkan heal otomatis.

6. Sejumlah aktivitas sampingan dipotong

Versi Reimagined sengaja dibuat lebih ringkas. Alhasil, beberapa aktivitas sampingan besar yang dulu ada kini dipangkas. Fitur Kasino khas Dragon Quest dihapus total, Immigrant Town (yang di versi 3DS disebut The Haven) yang menjadi tempat pemain merekrut NPC untuk membangun permukiman juga tidak lagi tersedia, begitu pula dengan Monster Meadows untuk “menampung” monster yang sudah dikalahkan. Sebagai gantinya, versi Reimagined menambah konten baru seperti skenario yang mengulik masa kecil Hero dan Maribel, Battle Arena baru yang menghadirkan musuh bos dari trilogi Erdrick dan ending yang dibuat lebih dinamis.

Demikian tadi ulasan mengenai perbedaan terbesar Dragon Quest VII Reimagined dengan game original-nya. Secara keseluruhan, Dragon Quest VII Reimagined masih membawa bagian terbaik dari versi original-nya yaitu cerita, namun disempurnakan lagi lewat visual yang lebih apik, pengisi suara untuk sejumlah karakter dan sistem combat yang lebih sederhana.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More