3 Cara Microsoft Dorong Kamu Tetap Pakai Edge dan Tinggalkan Chrome

- Microsoft menggunakan berbagai trik untuk memaksa pengguna tetap menggunakan Edge, termasuk modifikasi halaman unduhan Chrome dan menampilkan pop up yang menyerupai peringatan malware.
- Di wilayah European Economic Area, Windows memberi lebih banyak kontrol ke pengguna atas Edge, namun di luar Eropa, pengguna belum mendapat perlakuan yang sama.
- Microsoft sempat meniru antarmuka Google di Bing agar pengguna mengira sedang menggunakan Google, namun praktik ini dihentikan setelah ramai dibahas di Reddit.
Microsoft Edge sebenarnya bukan browser buruk, bahkan jauh lebih baik dibanding era Internet Explorer. Selain memang kalah populer dari Chrome milik Google, Microsoft juga menggunakan cara yang kurang strategis. Masalahnya bukan di kualitas, tapi di cara Microsoft memaksanya ke pengguna Windows. Perusahaan ini berulang kali memanfaatkan celah di sistem operasi untuk mengarahkan kamu kembali ke Edge.
Beberapa pembaruan Windows bahkan membuka Edge sendiri lalu menyematkannya ke desktop dan taskbar tanpa izin. Pilihan default browser kamu juga sering tidak dihormati sepenuhnya. Tercatat bahwa Microsoft memakai taktik yang lebih mirip bloatware atau spyware untuk mempromosikan browsernya sendiri. Berikut beberapa strategi yang digunakan Microsoft agar pengguna Windows tidak menggunakan Chrome.
1. Mengabaikan pilihan browser default
Microsoft sudah lama memakai berbagai trik agar pengguna tetap memakai Edge dan Bing. Dilansir The Verge, salah satunya dengan memodifikasi halaman unduhan Chrome dan menampilkan pop up yang menyerupai peringatan malware. Praktik ini kini dipersoalkan secara resmi. Opera mengajukan gugatan persaingan usaha di Brasil dan menuduh Microsoft memakai desain manipulatif yang anti kompetitif.
Windows sering tidak menghormati pilihan browser default kamu. File PDF, tautan di Outlook dan Teams, hingga link dari fitur Search dan Widgets tetap dibuka lewat Edge. Bahkan saat kamu mencari browser lain di Edge, Microsoft menampilkan banner dan pesan yang menghalangi unduhan.
2. Patuh regulasi, tapi hanya di wilayah tertentu

Tekanan regulasi memaksa Microsoft mengubah pendekatannya. Lewat Digital Markets Act, Windows di wilayah European Economic Area kini memberi lebih banyak kontrol ke pengguna. Kamu bisa menghapus Edge, menghilangkan hasil Bing dari Windows Search, bahkan mencopot Microsoft Store.
Yang paling penting, Windows berhenti menampilkan nag dan prompt untuk menjadikan Edge sebagai browser default, kecuali kamu membukanya sendiri. Fitur ini sudah aktif di EEA sejak Edge versi 137.0.3296.52 pada akhir Mei. Masalahnya, Di luar Eropa, termasuk Amerika Serikat, pengguna belum mendapat perlakuan yang sama. Ini menunjukkan perubahan bukan lahir dari niat menghormati pilihan kamu, tapi karena kewajiban hukum.
3. Meniru Google, lalu diam diam dihentikan
Microsoft sempat memakai antarmuka tiruan Google di Bing. Saat kamu mencari kata Google, Bing menampilkan halaman yang sangat mirip Google Search. Ada bilah pencarian khusus, gambar ala Google Doodle, hingga teks kecil di bawah kolom pencarian. Bahkan halaman otomatis bergeser ke bawah untuk menyembunyikan kolom pencarian Bing di bagian atas.
Tujuannya agar kamu mengira sedang memakai Google. Praktik ini baru dihentikan setelah ramai dibahas di Reddit. Antarmuka menyesatkan tersebut kini tidak lagi muncul. Meski sudah dihapus, langkah ini memperkuat pola lama. Microsoft bersedia melangkah jauh untuk mempertahankan pengguna, termasuk dengan desain yang membingungkan.
Strategi Microsoft menunjukkan pola yang konsisten. Perusahaan ini lebih memilih mengarahkan perilaku pengguna daripada menghormati pilihan mereka. Selama kontrol browser masih diperlakukan sebagai wilayah kekuasaan, bukan hak pengguna, kritik seperti ini tidak akan berhenti.


















