Penjualan Smart Glasses Meta Tembus 7 Juta Unit Sepanjang 2025

- EssilorLuxottica melaporkan penjualan smart glasses Meta menembus tujuh juta unit sepanjang 2025, naik lebih dari tiga kali lipat dibanding total akumulasi dua tahun sebelumnya.
- Kemitraan jangka panjang Meta dan EssilorLuxottica sejak 2019 berbuah sukses lewat inovasi Ray-Ban Meta generasi terbaru dengan teknologi AI, kontrol gestur, dan desain premium.
- Peningkatan adopsi wearable berbasis AI serta ekspansi lini produk mendorong lonjakan permintaan global, menegaskan posisi keduanya sebagai pemimpin pasar kacamata pintar dunia.
EssilorLuxottica mengumumkan hasil keuangan kuartal IV 2025 melalui situs resminya pada 11 Februari 2026. Dalam laporan tersebut, perusahaan mengungkap bahwa total penjualan smart glasses sepanjang 2025 telah melampaui tujuh juta unit. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam waktu relatif singkat. Sebagai catatan, konglomerat kacamata asal Prancis-Italia ini telah mengembangkan kacamata pintar bersama Meta sejak peluncuran Ray-Ban Stories pertama pada 2021.
Dibandingkan periode sebelumnya, lonjakan penjualan tersebut tergolong sangat tajam karena meningkat lebih dari tiga kali lipat. Sebelumnya, perusahaan melaporkan penjualan sekitar dua juta unit berdasarkan akumulasi data 2023 dan 2024 untuk lini smart glasses Ray-Ban yang dirilis pada akhir 2023. Lantas, apa saja faktor utama yang membuat penjualan smart glasses Meta mampu melesat dan laris di pasar global?
1. Kolaborasi jangka panjang yang mulai berbuah manis

Kemitraan antara Meta dan EssilorLuxottica telah terjalin sejak 2019, sebagaimana dilaporkan CNBC, Sabtu (21/2/2026). Keduanya telah menghasilkan smart glasses generasi pertama pada September 2021. Produk perdana tersebut hadir di bawah merek Ray-Ban, tetapi tingkat adopsinya kala itu masih relatif terbatas. Seiring perkembangan teknologi dan integrasi kecerdasan buatan, generasi berikutnya mulai menarik perhatian pasar yang lebih luas. Peluncuran generasi kedua pada 2023 kemudian menjadi momentum penting yang mendorong lonjakan minat sekaligus pertumbuhan penjualan secara signifikan.
Pada September 2025, kedua perusahaan kembali memperkenalkan iterasi terbaru Ray-Ban Meta yang dibekali kontrol berbasis gestur tangan dan teknologi neural. Perangkat ini dibanderol sekitar 799 dolar Amerika Serikat atau setara Rp13,4 jutaan dengan dilengkapi layar kecil yang terintegrasi pada salah satu lensa. Meski direncanakan meluncur secara global pada awal 2026, Meta sempat menunda peluncuran internasional Ray-Ban Display glasses karena tingginya permintaan di pasar Amerika Serikat.
Pada Januari 2025, laporan Bloomberg menyebut Meta dan EssilorLuxottica tengah membahas rencana peningkatan kapasitas produksi hingga minimal 20 juta unit guna memenuhi lonjakan permintaan. Langkah ini menunjukkan optimisme kedua perusahaan terhadap pertumbuhan pasar wearable berbasis AI. Selain itu, Meta juga menegaskan komitmennya dengan memperpanjang perjanjian kerja sama jangka panjang pada 2024 untuk melanjutkan kolaborasi hingga dekade mendatang.
2. Ekspansi produk dorong lonjakan permintaan

Sepanjang 2025, EssilorLuxottica bersama Meta memperluas lini smart glasses melalui peluncuran sejumlah model baru. Tidak hanya menghadirkan pembaruan Ray-Ban Meta, perusahaan juga merilis perangkat di bawah merek Oakley yang menyasar segmen pengguna berbeda. Salah satu inovasi paling menonjol adalah kacamata pintar dengan teknologi heads-up display yang mampu menampilkan informasi langsung pada lensa.
Pengembangan teknologi juga mencakup kontrol berbasis gestur tangan dan dukungan teknologi neural untuk menghadirkan interaksi yang lebih natural. Varian premium dibanderol sekitar 800 dolar AS (Rp13,4 jutaan) bahkan dibekali layar mini terintegrasi pada salah satu lensa yang semakin memperkaya pengalaman penggunaan sehari-hari. Perpaduan desain ikonik dan teknologi canggih menjadi faktor utama yang meningkatkan daya tarik produk di pasar global. Tak heran jika model-model terbaru tersebut mencatat respons penjualan yang jauh lebih kuat dibanding generasi awal.
3. Menguatnya adopsi wearable AI

Keberhasilan penjualan smart glasses Meta juga mencerminkan tren meningkatnya adopsi perangkat wearable berbasis AI. Konsumen mulai melihat kacamata pintar sebagai perangkat praktis yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Fitur seperti kamera, asisten suara berbasis AI, dan integrasi ekosistem digital membuat perangkat ini semakin relevan. Artinya, smart glasses mulai menjadi produk komersial yang matang.
Mengutip Roadtovr, momentum ini juga dipandang sebagai langkah awal menuju kacamata AR yang dapat digunakan sepanjang hari. Sejumlah perusahaan teknologi besar, seperti Google, Samsung, dan Apple disebut tengah menyiapkan perangkat serupa. Persaingan di sektor XR wearables diperkirakan akan semakin intens dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini menandakan bahwa pasar kacamata pintar masih berada pada tahap awal pertumbuhan yang potensial.
4. Strategi produksi smart glasses membuat Meta dan EssilorLuxottica dalam meningkatkan kapasitas produksi

Selain fokus pada wearable, EssilorLuxottica juga menegaskan transformasinya dari perusahaan optik menjadi pemain medtech dan big data. Pertumbuhan produk seperti Nuance Audio kacamata alat bantu dengar dan platform kesehatan berbasis AI turut mempercepat evolusi tersebut. Strategi ini menunjukkan bahwa smart glasses hanyalah bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam ekosistem teknologi kesehatan dan AI. Melalui fondasi ini, perusahaan berupaya mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di era perangkat wearable cerdas.
Capaian penjualan lebih dari tujuh juta unit sepanjang 2025 menjadi indikator kuat bahwa kacamata pintar berbasis AI mulai diterima secara luas oleh pasar global. Keberhasilan ini tidak hanya memperkokoh posisi Meta dan EssilorLuxottica sebagai pemimpin industri, tetapi juga mempercepat laju inovasi di sektor wearable. Perpaduan teknologi AI, desain ikonik, dan strategi produk yang ekspansif dinilai menjadi faktor utama di balik tingginya permintaan.
Ke depan, pasar smart glasses diproyeksikan memiliki ruang pertumbuhan signifikan. Munculnya pemain baru dan kemajuan teknologi augmented reality diyakini akan mempercepat transformasi industri wearable secara keseluruhan. Dalam konteks ini, smart glasses dipandang sebagai tahap awal menuju perangkat AR yang lebih terintegrasi dengan aktivitas harian.


















