Google Kini Izinkan Pengguna Ganti Alamat Email Tanpa Buat Akun Baru

- Fitur penggantian alamat email diluncurkan bertahap untuk seluruh pengguna, dimulai dari India atau wilayah berbahasa Hindi.
- Alamat lama tetap aktif sebagai alias, memungkinkan pengguna menerima pesan yang masuk ke alamat sebelumnya dan tetap bisa digunakan untuk login.
- Pengguna yang telah mengganti alamat Gmail tidak dapat membuat alamat Gmail baru lainnya selama 12 bulan ke depan, serta tidak bisa menghapus alamat email baru setelah dipilih.
Google mulai merilis fitur baru yang memungkinkan pengguna Gmail mengganti alamat email tanpa harus membuat akun baru. Pembaruan ini menjadi langkah besar dalam sistem akun Google, mengingat selama ini pengguna tidak dapat memodifikasi alamat Gmail yang dibuat sejak awal. Kehadiran fitur ini tentu menjadi kabar baik, terutama bagi mereka yang masih memakai alamat email lama atau kurang profesional untuk keperluan kerja maupun formal.
Sebelum adanya pembaruan ini, satu-satunya cara untuk mendapatkan alamat Gmail baru adalah dengan membuat akun baru, lalu memindahkan email, kontak, serta layanan yang terhubung secara manual. Proses tersebut memakan waktu dan cukup merepotkan, terlebih bagi pengguna yang sudah terintegrasi dengan layanan Google seperti Drive, YouTube, Docs, Maps, hingga berbagai aplikasi pihak ketiga.
1. Diluncurkan bertahap untuk seluruh pengguna

Informasi awal mengenai fitur penggantian alamat email ini ditemukan oleh komunitas Google Pixel Hub di Telegram dan pertama kali dilaporkan oleh 9to5Google. Fitur tersebut terlihat pada halaman dukungan Gmail versi bahasa Hindi, yang menyebut bahwa Google “secara bertahap meluncurkan kepada semua pengguna” kemampuan untuk mengganti alamat Gmail lama menjadi alamat baru berakhiran @gmail.com. Sementara itu, halaman dukungan versi bahasa Inggris belum memperbarui panduan dan masih menuliskan bahwa alamat @gmail.com “biasanya tidak dapat diubah”, dengan alternatif berupa mengganti nama akun atau membuat akun baru.
Kemunculan fitur ini pada halaman dukungan versi Hindi mengindikasikan bahwa peluncuran kemungkinan dimulai dari India atau wilayah berbahasa Hindi sebagai pasar awal sebelum diperluas secara global. Hingga kini belum ada informasi mengenai ketersediaannya di wilayah lain, termasuk Indonesia. Sampai berita ini diturunkan, Google belum memberikan pengumuman resmi terkait jadwal peluncuran fitur tersebut.
2. Alamat lama tetap aktif sebagai alias

Salah satu poin penting dari pembaruan ini adalah bahwa alamat email lama tetap aktif sebagai alias. Pengguna yang mengganti alamat Gmail tetap dapat menerima pesan yang masuk ke alamat sebelumnya. Tak hanya itu, baik email baru maupun email lama juga masih bisa digunakan untuk login ke layanan Google yang sama, sehingga proses transisi akun tetap praktis tanpa harus kehilangan akses atau memindahkan data.
Lewat sistem ini, pengguna tidak perlu lagi melakukan sinkronisasi ulang pada layanan seperti Google Drive, Google Photos, YouTube, hingga aplikasi pihak ketiga yang terhubung dengan akun. Seluruh konten dan data yang tersimpan akan tetap sama setelah alamat email diganti. Google juga menyebut bahwa foto, dokumen, hingga arsip email tidak berubah meski pengguna beralih ke alamat baru. Perubahan hanya terjadi pada nama alamat email, tanpa memengaruhi struktur akun.
3. Ada pembatasan selama 12 bulan

Meski memberikan kemudahan, Google tetap menyertakan pembatasan untuk mencegah penyalahgunaan fitur. Pengguna yang telah mengganti alamat Gmail tidak dapat membuat alamat Gmail baru lainnya selama 12 bulan ke depan. Selain itu, alamat email baru tidak bisa dihapus setelah dipilih, sehingga pengguna perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan perubahan. Dalam periode ini, pengguna juga tidak dapat menambahkan lebih dari satu alamat Gmail baru, pergantian email hanya dapat dilakukan sekali dalam setahun.
Kemampuan untuk mengganti alamat email telah menjadi fitur yang paling sering diminta pengguna selama bertahun-tahun. Banyak pemilik akun Gmail lama ingin memperbarui identitas digital mereka agar lebih relevan dan profesional. Namun, proses tersebut sebelumnya tidak mudah karena pengguna harus membuat akun baru dan memindahkan data secara manual.
Sebelumnya, satu-satunya cara untuk mendapatkan alamat Gmail baru adalah dengan mendaftarkan akun lain dan memindahkan data menggunakan fitur impor. Proses tersebut memakan waktu dan berisiko mengganggu sinkronisasi layanan. Jika peluncuran ini berjalan global, kebijakan baru tersebut dapat menjadi salah satu peningkatan terbesar dalam pengelolaan akun Gmail sejak layanan ini hadir lebih dari 20 tahun lalu.
Meski indikasi peluncuran sudah mulai terlihat, publik masih menunggu konfirmasi resmi dari Google. Pembaruan halaman dukungan versi Inggris diyakini menjadi sinyal berikutnya sebelum fitur ini dirilis secara global. Sampai ada pengumuman lebih lanjut, pengguna hanya dapat menanti kabar resmi mengenai jadwal peluncuran fitur ini.


















