5 Game RPG Kini Sudah Tidak Bisa Lagi Dimainkan, Kok Bisa?

- Lima game RPG populer seperti Anthem, Fable Legends, Skyforge, WildStar, dan Darkspore kini sudah tidak bisa dimainkan karena server online mereka resmi dimatikan.
- Penutupan terjadi akibat berbagai faktor seperti performa penjualan rendah, pembatalan proyek sebelum rilis, hingga keputusan studio pengembang untuk menghentikan dukungan konten.
- Kondisi ini menunjukkan risiko besar bagi game modern yang bergantung pada layanan online, berbeda dengan era fisik di mana game masih bisa dimainkan tanpa koneksi server.
Sebelum era game HD dan semakin populernya game digital, jarang ada game yang benar-benar menghilang karena selalu ada salinan fisik yang bisa dicari dan dibeli. Namun kini, karena mayoritas game modern sangat bergantung pada layanan online, ketika server-nya dimatikan, game-game tersebut mau tidak mau harus ikut mati. Banyak diantaranya adalah game RPG yang dulu dimainkan oleh cukup banyak pemain, namun kini praktis sudah bisa diunduh dan dimainkan lagi. Berikut beberapa diantaranya.
1. Anthem
Anthem menjadi game RPG terbaru yang “dipensiunkan” EA. Jika melihat performa penjualan dan jumlah pemainnya ketika awal rilis, penutupan game ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Game ini rilis pada 2019, namun dukungan konten baru berhenti di sekitar 2021, sebelum server-nya akhirnya dimatikan pada Januari tahun ini. Terlepas dari fakta bahwa Anthem tidak memenuhi ekspektasi pemain untuk standar game BioWare, game ini sebenarnya punya beberapa ide menarik. Salah satunya adalah sistem class untuk Javelin (sebutan exo-suit pemain di game ini) yang terdiri dari Ranger, Colossus, Interceptor dan Storm, yang seiring berjalannya progress, pemain bisa gonta-ganti menggunakan keempatnya.
2. Fable Legends
Fable Legends sebenarnya hampir dirilis, tapi akhirnya tidak pernah benar-benar sampai ke tangan pemain. Game ini diumumkan pada 2014, sempat menjalani dua tahap uji coba besar untuk beberapa pemain terpilih, namun akhirnya malah dibatalkan pada 2016. Meski skalanya tidak seluas game Fable yang single-player, konsepnya cukup menarik untuk ukuran game RPG multiplayer. Pada game ini, empat pemain akan bekerja sama menjelajahi dungeon dan melawan monster, sementara satu pemain lain berperan sebagai “dungeon master” yang mengatur jebakan dan berusaha menjatuhkan empat pemain tadi. Bersama dengan dibatalkannya game ini, studio yang mengembangkannya yaitu Lionhead Studios juga ikut ditutup.
3. Skyforge
Skyforge merupakan game MMORPG yang pertama kali rilis di PC pada 2015, namun akhirnya menyusul ke PS4 dan Xbox One pada 2017. Sayangnya, setelah menyambangi Nintendo Switch pada 2021, beberapa tahun kemudian tepatnya pada 2025, server game ini ditutup. Skyforge sendiri merupakan proyek kerjasama antara Allods Team dan Obsidian Entertainment yang selama ini dikenal lewat game-game RPG luar biasa seperti Fallout: New Vegas dan Star Wars: Knights of the Old Republic. Sayangnya, meski pengembangannya dibantu oleh studio besar yang sangat ahli meracik game RPG, pada akhirnya Skyforge tetap tidak bisa terus hidup selamanya.
4. WildStar
WildStar pertama kali rilis di PC pada 2014 dengan model berbayar, lalu beralih menjadi free-to-play pada 2015. Keputusan itu sempat membantu menaikkan jumlah pemain, namun game ini pada akhirnya tetap ditutup permanen pada 2018. Game MMORPG bertema sci-fi ini dibuat oleh Carbine Studios (yang berisi banyak mantan karyawan Blizzard) dan sayangnya, WildStar juga menjadi satu-satunya proyek mereka sebelum studio itu ikut bubar setelah server game ini dimatikan. Menariknya, komunitas pemain masih berusaha menyelamatkan game ini lewat proyek yang mereka buat dan kabar baiknya, proses pengembangan proyek itu berjalan sesuai harapan.
5. Darkspore
Dulu, Spore sempat diproyeksikan akan menjadi game simulasi besar dari Will Wright (otak di balik SimCity dan The Sims). Game itu dibuat oleh Maxis dan rilis pada 2008, tapi respon pemain di awal perilisannya tidak langsung memuaskan seperti kebanyakan “saudaranya”. Menariknya, Maxis kemudian mengambil konsep yang dimiliki Spore dan mengolahnya menjadi game aksi RPG ala Diablo yang berjudul Darkspore. Game ini rilis di PC pada 2011, namun server-nya dimatikan pada 2016. Fakta bahwa game ini masih bisa terus hidup hingga lima tahun terbilang impresif mengingat ulasan awalnya jauh dari kata positif. Kabar baiknya, tidak seperti Darkspore yang telah mati, Spore masih hidup, bisa dibeli dan fitur online-nya tersedia.
Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game RPG yang kini sudah tidak dimainkan lagi. Dari 5 game di atas, mana yang menurutmu layak dihidupkan kembali?

















