7 Cara agar Kamera Smartphone Tidak Diretas Hacker

- Kamera smartphone bisa jadi celah serius bagi peretas, sehingga pengguna perlu waspada terhadap ancaman penyadapan meski kasusnya jarang terjadi.
- Tindakan pencegahan utama meliputi memeriksa izin aplikasi, mengunduh dari toko resmi, memperbarui sistem, dan menggunakan antivirus terpercaya.
- Langkah tambahan seperti berhati-hati dengan Wi-Fi publik, menutup kamera fisik, serta menghindari tautan mencurigakan dapat memperkuat perlindungan privasi pengguna.
Smartphone tak cuma menyimpan berbagai data pribadi. Kamera di dalamnya juga bisa menjadi celah serius bila jatuh ke tangan yang salah. Kasus peretasan kamera memang bisa terjadi dan itu merupakan hal yang cukup mengerikan. Meskipun tergolong jarang, penyadapan kamera HP adalah ancaman nyata di era serba terkoneksi.
Serangan siber tidak menyasar perusahaan besar saja. Pengguna biasa pun bisa menjadi target empuk karena kelalaian kecil. Perlindungan sederhana yang konsisten dapat menjadi benteng paling efektif. Berikut adalah tujuh cara agar kamera smartphone tidak diretas hacker.
1. Periksa izin aplikasi secara berkala

Tak sedikit aplikasi meminta akses kamera meski fungsinya tidak relevan. Kebiasaan asal menekan tombol “Izinkan” akan membuka peluang penyalahgunaan di belakang layar. Pantau izin aplikasi minimal sebulan sekali untuk menutup celah yang tak disadari. Caranya adalah dengan masuk ke pengaturan privasi lalu cek daftar aplikasi yang memiliki akses kamera. Kemudian, cabut izin dari aplikasi yang terasa mencurigakan atau jarang digunakan
2. Unduh aplikasi hanya dari toko resmi

Godaan memasang aplikasi versi mod memang besar. Namun, berkas APK dari sumber tidak jelas berisiko membawa malware tersembunyi. Di sisi lain, platform resmi seperti Google Play Store dan Apple App Store memiliki sistem pemindaian keamanan lebih ketat. Risiko tetap ada, tetapi jauh lebih kecil dibandingkan dengan sumber yang tidak jelas asal-usulnya. Hindari pula tautan instalasi yang dikirim lewat pesan instan dari orang tak dikenal.
3. Rutin memperbarui sistem operasi

Pembaruan perangkat lunak tak hanya menambah fitur baru. Produsen biasanya menyisipkan patch keamanan untuk menutup celah yang ditemukan sebelumnya. Versi lawas rentan dimanfaatkan peretas karena kerentanannya sudah diketahui publik. Aktifkan pembaruan otomatis bila memungkinkan. Proses ini memang memakan kuota dan waktu, tetapi manfaatnya jauh lebih besar.
4. Gunakan aplikasi antivirus terpercaya

Sebagian orang menganggap antivirus di HP tidak penting. Padahal, perlindungan tambahan dapat mendeteksi aplikasi berbahaya sebelum merusak sistem. Banyak solusi keamanan menawarkan pemindaian real-time dan perlindungan privasi. Pilih aplikasi dengan reputasi baik dan ulasan positif. Hindari produk yang justru meminta izin berlebihan tanpa alasan jelas.
5. Waspadai jaringan Wi-Fi publik

Koneksi gratis di kafe atau bandara memang menggiurkan. Namun, jaringan publik bisa menjadi lahan empuk bagi penyadap data. Informasi yang dikirim tanpa enkripsi dapat dicegat oleh pihak tak bertanggung jawab. Gunakan selalu VPN tepercaya saat terpaksa memakai Wi-Fi umum. Matikan koneksi otomatis agar HP tidak sembarang terhubung. Kebiasaan ini mencegah akses ilegal ke sistem, termasuk kamera.
6. Tutup kamera saat tidak digunakan

Metode tradisional terkadang justru paling efektif. Menutup lensa kamera depan dengan penutup kecil bisa menjadi langkah ekstra yang praktis. Banyak profesional keamanan melakukan hal serupa pada laptop maupun smartphone. Cara ini memang terlihat sepele, bahkan sedikit paranoid bagi sebagian orang. Namun, perlindungan fisik memberikan jaminan tambahan bila sistem digital gagal.
7. Hindari klik tautan mencurigakan

Serangan phishing sering menjadi pintu masuk malware. Tautan yang tampak resmi bisa saja mengarahkan ke situs palsu. Sekali terpasang, spyware dapat mengakses kamera tanpa disadari. Perhatikan alamat situs dan hindari login melalui tautan acak. Pesan mendesak bernada ancaman dari orang tak dikenal juga patut dicurigai.
Menurut informasi yang dimuat di situs resmi McAfee, saat ini setidaknya ada enam cara peretas menyusup ke smartphone seseorang, termasuk mengirim spyware. Jadi, tindakan preventif melalui cara agar kamera smartphone tidak diretas hacker wajib dilakukan, bahkan jika peluang diretasnya kecil.

















