Dunia siber tidak hanya mengenal virus komputer dan ransomware. Ada juga teknologi pengawasan digital yang dirancang untuk memantau aktivitas seseorang melalui HP, komputer, atau jaringan komunikasi. Nama seperti Pegasus dan Predator sering muncul dalam laporan investigasi keamanan digital skala pemerintah karena kemampuannya mengakses perangkat target secara diam-diam. Namun, itu bukan satu-satunya teknologi pengawasan yang perlu diperhatikan. Berikut lima alat sadap dan sistem pengawasan digital yang dikenal luas di dunia siber.
5 Alat Sadap Terkenal di Dunia Siber, Mana Paling Mengerikan?
Take a Deeper Read
1. Pegasus, spyware yang bisa mengakses HP dari jarak jauh
Pegasus merupakan spyware besutan NSO Group, perusahaan teknologi asal Israel. Perangkat lunak ini dirancang untuk menyusup ke HP berbasis iOS maupun Android dan mengumpulkan informasi dari perangkat target. Beberapa versinya mendukung serangan zero-click, sehingga target tidak harus mengeklik tautan atau membuka lampiran berbahaya agar perangkat terinfeksi. Setelah berhasil masuk, Pegasus dapat mengakses informasi seperti pesan, foto, lokasi, mikrofon, dan kamera. Namanya menjadi sorotan melalui investigasi The Pegasus Project pada 2021 yang melibatkan Amnesty International dan puluhan organisasi media. Investigasi tersebut mengungkap dugaan penggunaan spyware ini untuk menargetkan jurnalis, aktivis, dan sejumlah tokoh publik.
2. Predator, spyware yang dikembangkan Intellexa
Predator merupakan spyware yang dikembangkan oleh konsorsium Intellexa. Teknologi ini dirancang untuk menyusup ke perangkat seluler guna menjalankan pengawasan terhadap target tertentu. Salah satu metode yang pernah didokumentasikan melibatkan tautan berbahaya yang dapat menginfeksi perangkat ketika dibuka. Setelah masuk, Predator dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi dari perangkat yang menjadi sasaran. Teknologi ini menjadi sorotan melalui investigasi Predator Files pada 2023 yang mengungkap dugaan penyalahgunaan terhadap jurnalis, aktivis, dan masyarakat sipil.
3. FinFisher atau FinSpy, spyware untuk komputer dan HP
FinFisher adalah nama perusahaan pengembang perangkat pengawasan komersial yang dikenal melalui produk FinSpy. Spyware ini dirancang untuk menyasar berbagai sistem operasi, termasuk Windows, macOS, Linux, Android, dan iOS. Dokumentasi MITRE ATT&CK mencatat kemampuannya dalam mengumpulkan informasi sistem dan memantau aktivitas perangkat.
FinSpy memiliki kemampuan perekaman audio melalui mikrofon pada perangkat yang terinfeksi. Amnesty International pernah mencatat laporan penggunaannya untuk menargetkan aktivis di Bahrain dan kelompok oposisi politik di Turki. Kemampuan pengawasan lintas perangkat menjadikan FinFisher salah satu nama yang dikenal dalam industri spyware komersial.
4. Candiru, spyware yang menyasar komputer dan perangkat mobile
Candiru, yang kemudian menggunakan nama Saito Tech, adalah vendor teknologi pengawasan siber asal Israel. Perusahaan ini menawarkan sistem infiltrasi bernama Cyrus yang dirancang untuk menyasar komputer, jaringan, dan perangkat mobile. Pada November 2021, sejumlah entitas terkait Candiru dimasukkan ke dalam Entity List oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat. Keputusan ini berkaitan dengan dugaan pengembangan dan penyediaan spyware untuk menargetkan pejabat pemerintah, jurnalis, dan aktivis. Nama Candiru muncul dalam laporan Amnesty International mengenai perdagangan teknologi pengawasan yang berkaitan dengan Indonesia.
5. StingRay, perangkat yang menyamar sebagai menara seluler
StingRay merupakan perangkat cell-site simulator yang meniru fungsi menara pemancar seluler. Perangkat ini dapat memancarkan sinyal agar HP di area jangkauannya terhubung ke simulator tersebut. Salah satu kemampuannya adalah mengidentifikasi perangkat melalui nomor IMSI pada kartu SIM guna membantu menentukan lokasi smartphone. Berbeda dari spyware, StingRay tidak harus dipasang langsung ke HP target. Menurut Electronic Frontier Foundation (EFF), kemampuan sejumlah perangkat sejenis dapat berupa intersepsi komunikasi dalam kondisi tertentu. Teknologi ini digunakan dalam konteks penegakan hukum, tetapi memunculkan persoalan privasi karena perangkat lain di sekitar area operasi juga berpotensi terdeteksi.
Perbandingan lima alat sadap terkenal di dunia siber
Nama | Jenis teknologi | Sasaran utama | Hal yang membuatnya berisiko |
|---|---|---|---|
Pegasus | Spyware | HP Android dan iOS | Mendukung serangan zero-click dan akses data perangkat |
Predator | Spyware | HP dan perangkat mobile | Dapat menyusup melalui tautan berbahaya |
FinFisher/FinSpy | Spyware | Komputer dan HP | Memantau aktivitas dan mengumpulkan informasi |
Candiru | Sistem infiltrasi siber | Komputer, jaringan, dan HP | Dirancang untuk menyusup ke berbagai jenis perangkat |
StingRay | Cell-site simulator | Perangkat seluler di area jangkauan | Dapat mengidentifikasi dan melacak perangkat melalui jaringan seluler |
Di antara kelima teknologi tersebut, Pegasus dan Predator termasuk paling berbahaya karena kemampuannya menyusup ke perangkat pribadi dan mengakses informasi sensitif. Namun, StingRay memiliki risiko berbeda karena pengawasannya dapat menjangkau sejumlah perangkat di area tertentu, bukan hanya satu HP yang menjadi target. Menurutmu, alat sadap mana yang paling mengerikan?
Curated For You
- Benarkah iPhone Tidak Bisa Disadap? Ketahui Faktanya04 Nov 2026, 17:17 WIB
- HP Bisa Disadap Tanpa Klik Apa Pun, Pegasus Bikin Waswas04 Nov 2026, 16:33 WIB
- Benarkah Titik Hijau Nyala Tanda HP Disadap? Cek Faktanya04 Nov 2026, 10:45 WIB