Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Mencegah M-Banking Diretas oleh Hacker Berbasis AI

4 min read
Cara Mencegah M-Banking Diretas oleh Hacker Berbasis AI
ilustrasi seorang perempuan memegang uang rupiah (pexels.com/bangunstockproduction)
  • Hacker berbasis AI dapat memanfaatkan malware untuk mencari celah ponsel dan membidik aplikasi m-banking; pengguna perlu mengaktifkan keamanan perilaku serta mencabut izin aplikasi yang tidak penting.
  • Pesan, telepon, suara, dan video palsu kini bisa tampak meyakinkan; pengguna diminta memverifikasi lewat nomor asli, memakai kode rahasia keluarga, serta tidak membagikan PIN atau kata sandi.
  • Batasi akses aplikasi pihak ketiga, aktifkan notifikasi transaksi, hindari penyimpanan kata sandi di peramban, gunakan jaringan privat, rutin memperbarui sistem, dan pertimbangkan kunci fisik atau ponsel khusus transaksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perkembangan teknologi AI (kecerdasan buatan) sekarang tidak hanya mempermudah hidup kita, tetapi juga memudahkan cara kerja peretas (hacker), sehingga menjadi jauh lebih mengancam. Para hacker kini memakai AI untuk mencari kelemahan pada sistem ponsel agar bisa menguras uang kamu secara otomatis dalam sekejap. Hal ini membuat aplikasi m-banking yang ada di ponsel menjadi sasaran utama yang paling mudah dibobol oleh sistem jahat tersebut.

Oleh karena itu, kamu diharuskan segera mengubah cara menjaga keamanan ponsel yang selama ini terbukti sudah kuno. Kalau masih membiarkan pengaturan ponsel apa adanya tanpa pengaman tambahan, isi rekening bisa hilang kapan saja tanpa disadari. Oleh karena itu, beberapa cara mencegah m-banking diretas oleh hacker berbasis AI berikut ini harus segera kamu terapkan sebagai upaya preventif.

  1. 1. Aktifkan sistem keamanan berbasis perilaku untuk mengunci pergerakan malware pintar

    pin di smartphone
    pin di smartphone (pexels.com/proyek-proyek Indra)

    Peretas zaman sekarang sering menyusupkan malware yang bisa meniru ketukan jari kamu di layar ponsel. Sistem keamanan handphone modern kini dikembangkan dengan kecerdasan buatan asli pada perangkat untuk menghentikan ancaman malware secara real-time. Cara kerjanya mengawasi gerak-gerik aneh pada sistem operasi tanpa perlu bertanya pada server cloud. Sistem pintar ini akan langsung mengunci aplikasi m-banking sebelum mereka sempat menyentuh saldo.

    Ponsel kamu itu isinya rahasia semua, tapi virus zaman sekarang pintar bertingkah supaya tidak ketahuan oleh antivirus. Oleh sebab itu, coba cek lagi aplikasi apa saja yang boleh mengintip isi ponsel. Fitur aksesibilitas di ponsel Android sering kali dipakai maling untuk mengintip layar dari jauh secara otomatis. Kalau kamu matikan izin aplikasi yang tidak penting, robot 'jahat' ini bakal langsung mati kutu.

  2. 2. Verifikasi ulang setiap pesan mencurigakan

    ilustrasi settingan di gadget
    ilustrasi settingan di gadget (pexels.com/Pixabay)

    Penipuan lewat telepon atau pesan teks sekarang sudah tidak belepotan lagi karena kecerdasan buatan pandai menulis kalimat yang sangat rapi. Ini menunjukkan pentingnya validasi, dan jangan terpancing guna menghadapi maraknya kloning suara serta video palsu berteknologi deepfake. Uang ratusan juta bisa melayang dalam sekejap hanya karena kamu panik mendengar suara tiruan anak atau saudara yang mengaku sedang ditangkap polisi. Menutup telepon lalu menghubungi nomor asli yang bersangkutan adalah satu-satunya cara menghindari jebakan ini.

    Apakah kamu masih percaya bahwa suara di telepon itu pasti asli? Di era sekarang, telinga kita sangat mudah dikelabui oleh AI pemalsu suara. Cobalah membuat kata sandi rahasia yang hanya diketahui oleh keluarga inti untuk situasi darurat seperti ini. Ingat, pihak bank yang asli tidak akan pernah memintamu menyebutkan PIN atau kata sandi lewat telepon. Abaikan saja jika ada suara asing yang mendesakmu mengirim uang dengan alasan akun m-banking sedang dibekukan.

  3. 3. Batasi izin aplikasi pihak ketiga

    ilustrasi seorang menjelajahi internet di tablet
    ilustrasi seorang menjelajahi internet di tablet (pexels.com/Walls.io)

    Menghubungkan m-banking ke aplikasi lain yang belum jelas asal-usulnya sama saja seperti memberikan kunci rumah kepada orang asing. Dilansir cpomagazine.com, banyak bank luar negeri sekarang melarang keras asisten AI luar mengakses akun nasabah karena mereka sulit membedakan kamu yang klik atau robot otomatis yang bekerja. Robot liar ini bisa masuk karena datamu pernah bocor di aplikasi lain yang pernah dipakai. Jadi, keputusan bank memblokir sistem pintar yang tidak jelas ini sudah paling benar supaya tabungan kamu tidak hilang dibobol.

    Kemudian, pernahkah kamu membaca syarat dan ketentuan saat menginstal aplikasi asisten keuangan pribadi yang gratisan? Asisten virtual yang tampaknya penurut itu bisa saja bertransaksi sendiri tanpa perlu ketukan jari kamu lagi. Sebagai langkah antisipasi, aktifkan fitur notifikasi instan agar ponsel langsung berdering setiap kali ada uang keluar dari rekening. Jangan biarkan peramban ponsel menyimpan kata sandi m-banking kamu secara otomatis agar tidak dimanfaatkan oleh bot.

  4. 4. Gunakan kunci fisik dan jaringan privat untuk mengamankan data transaksi

    ilustrasi aplikasi di smartphone
    ilustrasi aplikasi di smartphone (pexels.com/Sanket Mishra)

    Mengakses m-banking menggunakan jaringan internet gratis di kafe sama dengan menyerahkan isi dompet kepada peretas. Penggunaan jaringan internet publik tanpa perlindungan virtual private network (VPN) sangat memudahkan pelaku kriminal siber dalam mengintersep lalu lintas data perbankan nasabah. Jaringan gratis tanpa pengaman sangat berbahaya karena peretas bisa langsung mencegat dan mencuri data m-banking yang sedang kamu kirim. Makanya, kamu harus langsung memperbarui sistem operasi ponsel begitu notifikasi pembaruan sistem muncul di layar.

    Mengamankan m-banking tidak boleh hanya mengandalkan kode OTP yang dikirim lewat pesan teks biasa. Kunci keamanan fisik berupa perangkat keras kecil jauh lebih tangguh karena tidak bisa diintip lewat jaringan internet. Alat ini mengunci akun secara fisik, sehingga peretas yang mencuri kartu SIM kamu pun tidak akan bisa berkutik. Jika punya anggaran lebih, gunakan satu ponsel khusus hanya untuk keperluan bertransaksi dan jangan menginstal aplikasi hiburan di dalamnya.

    Uang di dalam m-banking bisa hilang dalam sekejap kalau masih malas mengurus keamanan ponsel. Menghadapi hacker yang berbasis kecerdasan buatan artinya tidak boleh lagi menunda untuk memasang pengaman tambahan. Supaya saldo tabungan tidak tersedot tanpa izin, cara mencegah m-banking diretas oleh hacker berbasis AI seperti penjelasan di atas bisa dilakukan sebagai upaya menghindari kejahatan digital.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More